Rabu, 07 April 2010


Create your own at MyNiceSpace.com





Langkah - langkah Mensetting Wireless dengan menggunakan Radio Wireless Level One WBR-5400...

Langkah - langkah mensetting:

A. menyiapkan hardware
1. Koneksikan kabel pada Ethernet yang ada pada computer anda ke port1 pada produk wireless
2. Persiapkan kabel yang ada pada produk ini, untuk dikoneksikan pada computer anda.
3. Pasanglah adaptor ke radio wireless kemudian hubungkan dengan stop kontak. Tunggu sampai lampu status menyala.
4. Reset radio wireless untuk memudahkan setting IP pada radio.


B. men-setting IP pada radio wireless.
1. Buka browser yang ada pada computer anda.
2. Matikan firewall dan proxy dari browser anda.
3. Tuliskan alamat http://192.168.123.254
4. Anda harus log-in sebagai administrator, oleh karena itu masukkan password admin pada kotak login.
5. Setelah itu anda dapat memulai untuk men-setting radio wireless ini.
6. Masukkan IP yang ada sudah ditetapkan oleh router. Disini router mengijinkan IP Address harus diatas 200, jadi kita akan pakai IP 192.168.10.201, sedangkan gateway yang digunakan adalah 192.168.10.1
7. Untuk men-setting IP masuk pada basic setting kemudian primary setup
8. Masukkan IP dan IP gateway yang telah ditetapkan pada Static IP Address setup.



langkah-langkah untuk Konfigurasi Linksys




IP Default dari Linksys 54 G adalah : 192.168.1.245
langkah-langkah untuk Konfigurasi Linksys adalah :

1. Koneksikan kabel Adapter ke lubang koneksi power Linksys 54 G lalu hubungkan ke listrik.
2. Hubungkan Linksys dengan PC menggunakan Kabel UTP.
3. Ubah Konfigurasi IP PC kita sesuai segmen dari IP default Linksys.
4. Buka alamat IP Default Linksys pada jendela Mozilla Firefox. (Password Default=admin)
5. Kemudian akan muncul jendela untuk menyetting Linksys,

kemudian klik setup, dan isikan :
a. Device name
b. Pilih Static IP pada Configurasi type
c. Masukkan Alamat IP yang akan diikuti, disini menggunakan 192.168.10.xxx
d. Masukkan Subnetmask dan Gateway.
6. Klik pada AP mode, dan pilih Access Point(default)
7. Klik Menu Wireless. Kemudian :
a. Pada Mode pilih Mixed
b. Pada Network Name (SSID) ketik nama (Terserah) misalnya TES
c. Pada Channel pilih channel yang free

7. Klik Menu Status Untuk melihat hasil konfigurasi yang anda buat.
8. Kemudian Reboot Linksys dan lepaskan kabel UTP dari PC ke Linksys.
9. Hubungkan Linksys dengan Switch dengan kabel UTP.
10. Ganti Konfigurasi PC sesuai konfigurasi Linksys yang kita buat tadi.
11. Aktifkan Network Connection Wireless dan klik "View Wireess Network"
12. Setelah muncul, klik nama Wireless yang kita setting tadi (TES), dan kita Connect-kan.
13. Dan jika konfigurasi yang kita lakukan benar, maka kita sudah dapat browsing Internet.

NB : Sebelum melakukan konfigurasi di atas, install dan aktifkan USB Wireless pada PC.



Langkah-Langkah Konfigurasi Radio Wireless Client Edimax

Langkah-Langkah Konfigurasi Radio Wireless Client Edimax


1. IP default untuk Radio Wireless Edimax : 192.168.2.1
2. Setting Konfigurasi IP LAN Card Komputer kita.
a. Click Start – Control Panel – Network Connections
b. Click Kanan pada Local Area Network pilih Properties





c. Muncul Dialog pilih tab General kemudian pilih Internet Protocol (TCP/IP)
click button Properties



d. Muncul dialog Internet Protocol (TCP/IP) Properties. Pilih Tab General
kemudian tandai tulisan Use the following IP Address. Kemudian isikan
dengan IP yang sejenis dengan IP radio Edimax. Tapi perlu diingat jangan
sama dengan IP radio. Misalnya IP Radio Edimax yang akan kita konfigurasi :
Bottom Properties 192.168.2.1, nach setting ip di LAN Card Komputer kita dengan 192.168.2.xx



e. Kemudian click Tombol OK.





Wireless AP (Access Point)

Wireless AP (Access Point)
Setting wireless router menggunakan Level One WBR-5400 Dalam kemajuan teknologi yang sudah sangat berkembang ini, banyak cara untuk memperoleh informasi dari jaringan internet. Yang pertama adalah dengan cara setting LAN atau kabel jaringan, jaringan ini digunakan apabila kita berada dalam satu jangkauan. Namun ada cara yang lebih mudah yaitu dengan menggunakan setting wireless. Oleh karena itu, kami disini ingin memberikan sedikit informasi bagaimana men-setting wireless.
Disini kami menggunakan produk dari level one. •

DNS Server Dengan Debian V4

Untuk membuat server DNS ini kita harus pastikan bahwa komputer kita bersistem operasi Linux Debian Versi Text dan telah memounting data dari cd ke 1 sampai ke 8. Langkah langkah pembuatannya adalah :

1. Masuklah pada root dan ketikkan passwordnya

2. Masuk pada cd / dengan mengetikkan cd /

3. Sebelum membuat DNS Server, pastikan PC anda telah terinstal bind9. Dengan cara :
- Masukkan cd Debian 4 lalu enter
- Kemudian tuliskan perintah install yaitu apt-get install bind9
- Dan tunggu prosesnya

4. Sebelum mengkonfigurasi bind lebih lanjut maka aturlah terlebih dahulu ipnya
melalui pico interfaces tapi sebelumnya masuklah dulu pada folder etc dan network
seperti cara pengaturan ip pada DHCP Server yang telah dijelaskan

5. Apabila ipnya telah diatur maka kemudian masuklah pada folder bind dengan
mengetikkan perintah cd etc/bind

6. Lalu Konfigurasi dengan cara masuklah pada file named dengan mengetikkan pico
named.conf


7. Kemudian carilah tulisan :
zone “127.in-addr.arpa”{
type master;
file “/etc/bind/db.127”;
};
Dan tambahkan dibawahnya :
Enter
zone “debian.com.”{ => di isikan alamat server kita misal denny.com.
type master;
file “/var/cache/bind/db.debian”;
};
zone “192.in-addr.arpa”{
type master;
file “/var/cache/bind/db.192”;
};

8. Kemudian save dengan menekan ctrl+x dan y

9. Lalu copy file db.127 dan db/local pada directory yang sama yaitu directory
/var/cache/bind dan kita ganti namanya menjadi :
db.127 => db.192
db.local => db.debian
dengan perintah cp db.127 /var/cache/bind/db.192 dan cp db.local /var/cache
/bind/db.debian

10. Kemudian masuk pada folder /var/cache/bind, untuk masuk ke dalam itu terlebih
dahulu kita ketikkan cd / baru kemudian kita tuliskan cd var/cache/bind

11. Cek apakah file yang di copy telah tersimpan, dengan menggunakan perintah ls


12. Lalu edit file db.debian seperti dibawah ini :
;
; bind data file for local loopback interface
;
$ TTL 604800
@ IN SOA denny.com.root.denny.com
1 ; serial
604800 ; refresh
86400 ; retry
2419200 ; expire
604800 ; negative cache TTL
;
@ IN NS denny.com
@ IN A 192.168.99.1
www IN A 192.168.99.1
Ubahlah tulisan tulisan yang berhuruf tebal sesuai dengan alamat dan ip pc kita

13. Kemudian edit juga db.192 seperti dibawah ini :
;
; bind data file for local loopback interface
;
$ TTL 604800
@ IN SOA denny.com.root.denny.com
1 ; serial
604800 ; refresh
86400 ; retry
2419200 ; expire
604800 ; negative cache TTL
;
@ IN NS denny.com
1.99.168 IN PTR denny.com
www IN PTR denny.com
Ubahlah tulisan tulisan yang berhuruf tebal sesuai dengan alamat dan ip pc kita

14. Kemudian restart dengan menggunakan perintah /etc/init.d/bind9 restart, apabila
tidak ada kata failed maka kita telah berhasil

15. Langkah selanjutnya adalah mengecek apakah DNS Server telah berhasil caranya :
- Sambungkan pada client misalnya client kita windows Xp
- Kemudian bukalah internet explore
- Klik Control Panel, pilih dan klik Network Connection
- Double klik pada Local area connection
- Pilih Properties, klik internet protokol (TCP/IP)
- Pada kotak dialog ip pilih use the following ip address dan isikan ipnya
- Pada kotak dialog DNS Server pilih use the following DNS Server addresses dan
isikan ip DNS Kita

16. Untuk mengecek apakah server kita telah berhasil atau belum maka ping ke server
dan ping lah alamat server kita misalnya denny.com, apabila berhasil maka DNS
Server yang kita buat telah berhasil.

Samba Server Debian 4.0

Berikut adalah konfigurasi tentang samba server di debian etch, terdapat banyak package debian yang digunakan untuk samba, tapi untuk toturial kali ini hanya akan membahas tentang package samba dan samba-client

Installasi Samba

#apt-get install samba samba-client

akan muncul beberapa pertanyaan yang berhubungan dengan konfigurasi samba seperti workgroup dan dhcp server, jawab sesuai dengan jaringan anda.

Menyiapkan User dan DirectoryKita sediakan user dan directory yang akan digunakan untuk directory sharing dan otentikasi, Untuk membuat directory baru menggunakan perintah



#mkdir share

Untuk membuat user baru sekaligus membuat passwordnya menggunakan perintah

#useradd lala
#smbpasswd -a lala

Menkonfigurasi File Konfigurasi Samba
File utama konfigurasi samba terletak pada /etc/samba/smb.conf. Konfigurasi file sharing Anda dengan menambahkan :

#vim /etc/samba/smb.conf[SHARE]
path=/home/vanfier/share
browseable=yes
writeable=yes
valid users=lala


Test Konfigurasi
Untuk pengecekan Samba bisa menggunakan perintah berikut :

# testparm
Load smb config files from /etc/samba/smb.conf
Processing section “[homes]“
Processing section “[SHARE]“
Processing section “[printers]“
Processing section “[print$]“
Loaded services file OK.
Server role: ROLE_STANDALONE
Press enter to see a dump of your service definitions

Bila output Anda sama dengan diatas, maka konfigurasi Anda tidak terdapat error

Sekarang restart samba untuk mendapatkan effect konfigurasi yang telah anda buat

#/etc/init.d/samba restart

Untuk mengetahui lebih banyak tentang option konfigurasi samba, bisa dilihat dengan mengetikan

#man samba

Testing Samba
Untuk testing samba, dapat dilakukan pada terminal debian dengan menggunakan perintah berikut :

#smbclient -L //debianserver -U username

Untuk di windows bisa menggunakan perintah run

Semoga Bermanfaat....


Seting DHCP server Debian 4.0

Langkah-langkah seting DHCP server:
1. Install dhcp
# apt-get install dhcp3-server

2. edit seperti ini dan hilangkan tanda (#) di dhcp.conf :
# pico /etc/dhcp3/dhcp.conf

cari text ;

# A slightly different configuration for an internal subnet.
subnet 192.168.8.0 netmask 255.255.255.0 {
range 192.168.8.1 192.168.8.4;
range 192.168.8.6 192.168.8.254;
option domain-name-servers 192.168.7.13;
option domain-name “shine.com”;
option routers 192.168.8.5;
option broadcast-address 192.168.8.255;
default-lease-time 600;
max-lease-time 7200;
}

> Restart dhcp: # /etc/init.d/dhcp3-server restart

> Dan setting client dg ip dhcp.

NB: Untuk setingan Ip bisa disesuaikan sesuai kebutuhan....



Mail server dengan debian 4.0

> I. Install Postfix.
# apt-get install postfix

Kemudian edit&konfigurasi postfix seperti di bawah ini. Dgn perintah :
# pico /etc/postfix/main.cf
myhostname = mail.shine.com -> isi sesuai mail.domain anda
mydomain = shine.com -> isi sesuai domain anda
myorigin = /etc/mailname
alias_maps = hash:/etc/aliases
alias_database = hash:/etc/aliases
mydestination = localhost, localhost.localdomain, , localhost
relayhost =
mynetworks = 127.0.0.0/8, 192.168..0/24
# mailbox_command = procmail -a "$EXTENSION"
mailbox_size_limit = 0
recipient_delimiter = +
inet_interfaces = all
inet_protocol = all
home_mailbox = Maildir/



> 2. Instal apache2 , php5 dan courier. Dgn cara :
# apt-get install apache2 php5 courier-imap courier-pop

Lalu edit dan tambahkan text di bawah ini:
# pico /etc/apache2/apache2.conf
Include /etc/squirrelmail/apache.conf
ServerName 192.168.7.13

> 3. Instal squirrelmail juga .
Dgn perintah :
# apt-get install squirrelmail

> 4. Kemudian buat 2 user dan password masing2 :

# adduser user1
# adduser user2

> 5. Buat direktori mail di direktori /etc/skel. Dgn perintah :
# maildirmake Maildir

> Kemudian masuk ke user masing2 dan berikan hak akses seperti contoh di bawah.

localhost:/home/user1# chmod 777 Maildir/
localhost:/home/user2# chmod 777 Maildir/

> 6. Restart postfix dan apache2 :

#/etc/init.d/postfix restart
#/etc/init.d/apache2 restart

> 7. Testing Squirrelmail

ketik : http://sesuaikan dengan domain anda/squirrelmail


FTP server dengan debian 4.0

FTP (singkatan dari File Transfer Protocol) adalah sebuah protokol Internet yang berjalan di dalam lapisan aplikasi yang merupakan standar untuk pentransferan berkas (file) komputer antar mesin-mesin dalam sebuah internetwork.

FTP merupakan salah satu protokol Internet yang paling awal dikembangkan, dan masih digunakan hingga saat ini untuk melakukan pengunduhan (download) dan penggugahan (upload) berkas-berkas komputer antara klien FTP dan server FTP. Sebuah Klien FTP merupakan aplikasi yang dapat mengeluarkan perintah-perintah FTP ke sebuah server FTP, sementara server FTP adalah sebuah Windows Service atau daemon yang berjalan di atas sebuah komputer yang merespons perintah-perintah dari sebuah klien FTP. Perintah-perintah FTP dapat digunakan untuk mengubah direktori, mengubah modus transfer antara biner dan ASCII, menggugah berkas komputer ke server FTP, serta mengunduh berkas dari server FTP.

Sebuah server FTP diakses dengan menggunakan Universal Resource Identifier (URI) dengan menggunakan format ftp://namaserver. Klien FTP dapat menghubungi server FTP dengan membuka URI tersebut.





FTP menggunakan protokol Transmission Control Protocol (TCP) untuk komunikasi data antara klien dan server, sehingga di antara kedua komponen tersebut akan dibuatlah sebuah sesi komunikasi sebelum transfer data dimulai. Sebelum membuat koneksi, port TCP nomor 21 di sisi server akan "mendengarkan" percobaan koneksi dari sebuah klien FTP dan kemudian akan digunakan sebagai port pengatur (control port) untuk (1) membuat sebuah koneksi antara klien dan server, (2) untuk mengizinkan klien untuk mengirimkan sebuah perintah FTP kepada server dan juga (3) mengembalikan respons server ke perintah tersebut. Sekali koneksi kontrol telah dibuat, maka server akan mulai membuka port TCP nomor 20 untuk membentuk sebuah koneksi baru dengan klien untuk mentransfer data aktual yang sedang dipertukarkan saat melakukan pengunduhan dan penggugahan.

FTP hanya menggunakan metode autentikasi standar, yakni menggunakan username dan password yang dikirim dalam bentuk tidak terenkripsi. Pengguna terdaftar dapat menggunakan username dan password-nya untuk mengakses, men-download, dan meng-upload berkas-berkas yang ia kehendaki. Umumnya, para pengguna terdaftar memiliki akses penuh terhadap beberapa direktori, sehingga mereka dapat membuat berkas, membuat direktori, dan bahkan menghapus berkas. Pengguna yang belum terdaftar dapat juga menggunakan metode anonymous login, yakni dengan menggunakan nama pengguna anonymous dan password yang diisi dengan menggunakan alamat e-mail.


Berikut cara setting dan konfigurasinya :

> Install vsftpd

Dgn cara : #apt-get install vsftpd

> Konfigurasi dan edit vsftpd.conf : (Hilangkan tanda # );

Listen = yes
anonymous_enable = yes
local_enable = yes
write_enable = yes
anon_upload = yes
anon_mkdir_write_enable = yes
dir message_enable = yes
xferlog_enable = yes

> Kemudian restart : # /etc/init.d/vsftpd restart

> Masukkan file atau data yang ingin di tampilkan di public dg cara .

# mc
# masukkfile anda di direktori /home/ftp

> Ketik ip ftp anda di web browser …

Semoga berhasil..........................

PROXY server dengan debian 4.0

> Install squid
# apt-get install squid

> Matikan squid dahulu :
# /etc/init.d/squid stop

> Edit squid :
#pico /etc/squid/squid.conf

cari dan tambahkan : ( hilangkan tanda # )

http_port 3128 transparent -> port default proxy
cache_mem 16 mb
cache_dir ufs /var/spool/squid 500 16 256
cache_mgr admin@shine.com
visible_hostname proxy.tkj.com -> nama visible hostname kamu
auth_param basic children 5
auth_param basic realm Squid proxy-caching web server
auth_param basic credentialsttl 2 hours
auth_param basic casesensitive off

> Kemudian cari tulisan : acl CONNECT method CONNECT, dan tambahkan

acl situs url_regex -i “/etc/situsterlarang.txt” -> u/ blokir setiap situs
http_access deny situs
acl lan src 192.168.1.0/24
http_access allow lan
http_access allow all

> lalu save .





> Konfigurasi interfacenya :
# pico /etc/network/interface

iface lo inet loopback

iface eth0 inet static
address 192.168.123.13
netmask 255.255.255.0
gateway 192.168.123.1

iface eth1 inet static
address 192.168.1.1
netmask 255.255.255.0
broadcast 192.168.1.255
network 192.168.1.0

auto eth0
auto eth1

auto lo

> Lalu buat file untuk mengeblok situsnya :
# mcedit /etc/situsterlarang.txt

www.facebook.com
www.goal.com
www.jawapos.com

> Dan save.

> Buat swap :
# squid -z

> Kemudian aktifkan ip_forwading dan tabel routing dg perintah :

# echo 1 > /proc/sys/net/ipv4/ip_forwad
# iptables -t nat -A POSTROUTING -s 192.168.1.0/24 -j MASQUERADE

> Lalu kita REDIRECT port 80 ke port 3128 dg perintah :

# iptables -t nat -A PREROUTING -s 192.168.1.0/24 -p tcp –dport 80 -j REDIRECT –to-ports 3128
# iptables-save

> Lalu restart squid ;
# /etc/init.d/squid restart

> Cek situs yg telah di blok / dipindahkan portnya …


NB :

Untuk menyetting/menambahkan setting waktu, ketikkan:
acl waktu time MTWHFA 01:00-12:00
acl jam time MTWHFA 12:30-24:00
http_access deny waktu
http_access deny jam


Perbedaan serta Perbandingan antara Windows dan Linux

Ada banyak persamaan dan ada pula banyak perbedaan antara Linux dan Windows. Artikel ini membahas perbedaan antara Windows dan Linux, masing-masing tentunya memiliki nilai plus minus, silakan dibandingkan sendiri.
User Interface
Di Windows, Anda tidak banyak memiliki pilihan user interface. Sebagai misal, di Windows 95/98 Anda hanya mengenal user interface bawaan Windows 95/98. Anda sedikit lebih beruntung jika menggunakan Windows XP, karena Anda bisa berpindah dari interface milik Windows XP ke Windows 98 yang lebih ringan.
Di Linux, Anda bisa menemukan banyak macam user interface. Dan biasanya pilihan user interface ini dapat Anda sesuaikan dengan spesifikasi komputer atau lingkungan kerja Anda. Sebagai misal, pada komputer yang lambat Anda bisa menggunakan user interface yang ringan, seperti XFCE atau Fluxbox.
Atau jika Anda menyukai gaya Mac, Anda bisa memilih desktop model GNOME atau menggunakan utility Docker. Dan jika Anda terbiasa di Windows dan memiliki komputer yang cukup cepat, Anda bisa memilih desktop KDE.
Dengan KDE, Anda masih bisa memilih untuk menggunakan gaya Windows XP ataupun Windows Vista. Pilihan dan variasinya sangat banyak di Linux, Anda bisa mengatur sesuai dengan favorit Anda.
Sekuriti dan Virus
Salah satu masalah utama di Windows yang paling sering Anda temukan adalah virus dan spyware. Dari tahun ke tahun permasalahan ini bukan semakin mengecil tetapi malah semakin membesar. Ini semua terjadi karena banyak lubang keamanan di Windows yang bisa dieksploitasi oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab.
Karena terlalu banyaknya masalah keamanan di Windows, bukan tidak mengherankan jika kemudian justru muncul olokan untuk nama Windows Vista, yang dipanjangkan menjadi VIrus, Spyware, Trojan dan Adware.


Linux diturunkan dari sistem operasi Unix yang memiliki tingkat sekuriti lebih kuat. Itu sebabnya tidak ada banyak virus di Linux dan kalaupun ada tidak bisa berkembang biak dengan pesat dan biasanya tidak mampu membawa kerusakan yang besar.
Sekalipun tidak sepenting di Windows, Anda tetap bisa menemukan program-program anti virus di Linux, seperti ClamAV dan F-Prot. PCLinux telah menyediakan anti virus ClamAV yang bisa ditemukan pada menu Start > Applications > FileTools > KlamAV.
Spyware
Spyware adalah suatu masalah yang cukup umum di dunia Windows. Biasanya program spyware mengamati, mengumpulkan dan mengirimkan data Anda ke suatu server. Untuk hal yang lebih positif, program ini biasanya dipergunakan untuk keperluan marketing.
Sayangnya, ada juga yang berniat buruk yaitu dengan mencuri identitas, kartu kredit, dan tindakan negatif lainnya.
Tidak banyak program spyware yang menginfeksi Linux mengingat cara kerja Linux yang lebih susah untuk ditembus. PCLinux telah menyediakan pre-instal Firewall untuk melindungi sistem Anda dan bisa diaktifkan melalui PCLinux Control Panel.
Instalasi dan Kelengkapan Program
Windows adalah sistem operasi, itu sebabnya Windows tidak menyediakan banyak program setelah diinstal. Kalaupun ada mungkin Anda hanya akan menemukan Internet Explorer, Media Player, Notepad, dan beberapa program kecil lainnya.
Ini sangat berbeda dengan Linux. Sekalipun Linux juga suatu sistem operasi, tetapi Linux didistribusikan dengan banyak program didalamnya (itu sebabnya dikenal istilah distro - dari kata distribusi - Linux). Setelah diinstal, Anda akan menemui banyak program dari hampir semua kategori program. Sebut saja kategori Office Suite, Multimedia (Sound, Video, Graphics), Internet (Browser, Email, Chat, Downloader, Messenger, Torrent, News), 3D, Games, Utility, dll.
Dengan waktu instalasi yang hampir sama, Anda bukan hanya mendapatkan suatu sistem operasi tetapi juga semua program yang diperlukan untuk kegiatan sehari-hari di Linux.
Konfigurasi Sistem
Windows dikenal kemudahan dalam pemakaiannya, karena hampir semua hal bisa dilakukan dengan sistem point n’ click yang sudah berbasis grafis,
Di Linux, Anda mungkin sering mendengar perlunya mempelajari perintah-perintah secara manual di command line. Sebagian berita ini benar, tetapi belakangan Linux sudah mengalami perkembangan yang sangat pesat, sehingga hampir semua hal juga bisa anda lakukan sama mudahnya seperti di Windows.
Dengan PCLINUX Control Center, konfigurasi sistem bisa Anda lakukan semudah point n click. PCLINUX memiliki deteksi perangkat keras yang baik sehingga hampir semuanya berjalan secara otomatis. Dan hampir semua program di PCLINUX disertai dengan konfigurasi yang sudah siap pakai. Sebagai contoh, browser Internet telah disertai dengan sejumlah plug-ins. Tidak perlu men-download dan menginstal plug-ins flash ataupun yang lainnya.
Hardware Support
Di Windows, biasanya Anda tidak pernah mendengar masalah hardwre, karena hampir semua hardware yang ada sudah menyertakan drivernya. Berbeda dengan di Linux dimana Anda mungkin sering mendengar suatu hardware tidak bekerja di Linux. Hal ini terjadi karena pembuat hardware tidak menyediakan driver versi Linux. Untungnya, belakangan ini cukup banyak vendor yang sudah memberikan dukungan driver Linux. Dan pengenalan Linux akan hardware semakin lama semakin meningkat sehingga mulai jarang terdengar permasalahan hardware di Linux.
Menangani Crash
Linux secara umum terlihat sebagai sistem operasi yang stabil. Dan jika Anda membandingkan Linux dengan Windows 95/98/ME, Linux jauh lebih stabil. Untuk Windows XP – jika Anda mengikuti petunjuk sistemnya dengan baik – juga akan cukup stabil.
Dan seperti halnya dengan Windows, suatu saat Anda juga akan menemui masalah di Linux. Sekalipun jarang, tetapi program yang crash atau hang bisa saja terjadi. Ini adalah suatu fakta dari kehidupan di dunia komputer.
Sekalipun demikian ada beberapa perbedaan di Windows dan Linux. Unix dan Linux mempunyai sifat multi-user. Linux menjalankan aplikasi secara berbeda dengan Windows. Ketika suatu aplikasi terkunci, Anda dapat mematikannya dengan mudah. Cukup menekan kombinasi tombol Ctrl + Esc, dan Anda dapat memilih aplikasi (atau proses) mana yang bermasalah.
Dan jika sistem grafis yang terkunci, Anda bisa berpindah ke command-prompt (dengan menekan Ctrl+Alt+F1) dan membunuh proses software secara manual. Anda juga mempunyai pilihan untuk merestart desktop saja dengan menekan Ctrl+Alt+Backspace. Ini berarti Anda tidak harus melakukan reboot sekalipun sistem Linux sedang mengalami masalah.
Partisi Harddisk
Linux tidak mengenal penamaan drive C: untuk suatu partisi. Semua drive disatukan dalam suatu sistem penyimpanan yang besar. Folder /mnt merupakan tempat untuk Anda mengakses semua media yang ada di komputer, baik partisi lain, CD-ROM, Floppy, ataupun FlashDisk.
Belakangan KDE telah mempermudah akses ke media dengan menyediakan sistem Storage Media yang dapat diakses melalui My Computer ataupun file manager Konqueror.
Penamaan File
Linux menggunakan “/” untuk memisahkan folder dan bukannya “” yang biasa digunakan DOS/Windows. Linux bersifat case-sensitive, ini berarti file “Hello.txt” berbeda dengan file “hello.txt”. Linux juga tidak terlalu memperhatikan ekstensi file. Jika Anda mengubah nama file “Hello.txt” menjadi “Hello”, Linux masih tetap mengetahui bahwa file ini adalah suatu teks. Dan ketika Anda mengklik file “Hello”, Linux secara otomatis tetap akan membuka program editor teks.
Kemudahan dan Keamanan
Anda mungkin sudah mengetahui, bahwa sebagai user biasa (bukan Root) Anda tidak bisa menulis file di sembarang folder. User biasa hanya memiliki akses tulis di folder home mereka. Sebagai user biasa, Anda tidak akan bisa mengubah bagian penting dari sistem Linux. Ini memang terkesan terlalu membatasi dan merepotkan, tetapi cara ini jauh lebih aman, karena hanya orang tertentu yang mempunyai akses Root saja yang bisa menyentuh sistem. Bahkan viruspun tidak bisa dengan mudah menyentuh sistem Linux. Itu sebabnya Anda tidak banyak mendengar adanya virus di Linux.
Hal ini berbeda jauh dengan Windows yang sangat rentan dengan virus. Ini terjadi karena user biasa di Windows juga sekaligus mempunyai hak sebagai administrator. Kebanyakan pemakai Windows tidak mengetahui hal ini, sehingga sistem mereka sangat rentan dengan serangan virus. Windows Vista sekarang telah mengadopsi sistem sekuriti Linux ini.
Defrag
Di Windows, Anda mungkin sering menemui masalah menurunnya kecepatan Windows. Salah satu penyebab biasanya adalah file-file di harddisk yang sudah tidak tersusun rapi lagi. itu sebabnya Anda disarankan untuk menggunakan program Defrag.
Di Linux Anda tidak akan menemukan program untuk men-defrag harddisk. Anda tidak perlu melakukan defragment di harddisk Linux! Sistem file Linux yang menangani semuanya ini secara otomatis. Namun jika harddisk Anda sudah terisi sampai 99% Anda akan mendapatkan masalah kecepatan. Pastikan Anda memiliki cukup ruang supaya Linux menangani sistemnya dan Anda tidak akan pernah mendapatkan masalah deframentasi.
Sistem File
Windows mempunyai dua sistem file. FAT (dari DOS dan Windows 9x) dan NTFS (dari Windows NT/2000/XP). Anda bisa membaca dan bahkan menyimpan file di sistem FAT dan NTFS milik Windows. Hal ini tidak berlaku sebaliknya, Windows tidak akan bisa membaca atau menyimpan file di sistem Linux.
Seperti halnya Windows, Linux memiliki beberapa macam file sistem, diantaranya ReiserFS atau Ext3. Sistem ini dalam beberapa hal lebih bagus dari FAT atau NTFS milik Windows karena mengimplementasikan suatu tehnik yang disebut journaling. Jurnal ini menyimpan catatan tentang sistem file. Saat sistem Linux crash, kegiatan jurnal akan diselesaikan setelah proses reboot dan semua file di harddisk akan tetap berjalan lancar.
3D Desktop
Teknologi yang nampaknya akan dihadirkan di sistem operasi terbaru adalah 3D Desktop. Windows mengawalinya di Windows Vista dengan menyediakan fitur 3D Flip. tidak lama kemudian Linux menyediakan fitur 3D Desktop yang jauh lebih lengkap, seperti 3D Flip, 3D Cube, 3D Ring, dll.
Di Vista, fitur 3D kurang populer karena membutuhkan spesifikasi komputer yang tinggi. Berbeda jauh dengan Linux yang mampu menjalankan fitur 3D Desktop pada komputer dengan spesifikasi yang sangat rendah. Linux yang dari awal terkenal di sisi server, sekarang sudah menunjukkan kebolehannya di sisi dekstop dengan mengungguli Windows dalam hal 3D Desktop.


Desain WAN

WAN adalah singkatan dari A Wide Area Network, dan menurut definisi WAN terdiri dari berbagai koneksi jaringan di antara beberapa situs. Sebuah WAN digunakan untuk menyediakan antar-konektivitas antara remote site biasanya menggunakan kecepatan yang cukup kurang dari koneksi LAN berkabel. Berbagai teknologi WAN dan opsi yang tersedia konektivitas yang memungkinkan koneksi remote site. Menurut Definisi WAN, WAN menghubungkan perangkat yang dipisahkan oleh bidang-bidang yang luas.
WAN menggambarkan hubungan antara Wide Area Network dan perangkat.
WAN didesain untuk:
* Operasi atas wilayah geografis besar
* Bolehkan akses melalui interface serial yang beroperasi pada kecepatan yang lebih rendah
* Menyediakan penuh waktu dan paruh waktu konektivitas
* Hubungkan perangkat yang dipisahkan lebih luas, bahkan area global
WAN menggambarkan hubungan antara perangkat termasuk yang berikut:
1. Jaringan router, menawarkan banyak layanan termasuk internetworking dan port interface WAN
2. LAN Switches, menyediakan koneksi ke WAN bandwidth untuk suara, data, dan video komunikasi
3. Modem, bahwa suara-kelas antarmuka jasa; Sertakan layanan saluran unit / unit layanan digital (CSU / DSU) yang antarmuka layanan T1/E1; Terminal Adapter / Network Termination 1 (TA/NT1) bahwa antarmuka Jaringan Digital Pelayanan Terpadu (ISDN) jasa
4. Komunikasi server yang berkonsentrasi dial-in dan dial-out komunikasi pengguna.
5. WAN menggunakan OSI model pendekatan berlapis untuk bingkai enkapsulasi seperti LAN's tetapi terutama berfokus pada fisik dan lapisan data link.
Protokol lapisan fisik WAN menggambarkan bagaimana menyediakan listrik, mekanik, operasional, dan fungsional koneksi wide-area layanan jaringan. Layanan ini paling sering diperoleh dari penyedia layanan WAN seperti Bell Operasi Perusahaan Daerah (RBOCs), alternatif pembawa, dan Pos, Telepon, dan Telegraf (PTT) lembaga.

WAN Data-Link Layer
Definisi WAN mengenai data-link protokol menggambarkan bagaimana bingkai dilakukan antara sistem pada satu jalur data. Mereka termasuk protokol dirancang untuk beroperasi lebih didedikasikan point-to-point, multipoint, dan multi diaktifkan akses layanan seperti Frame Relay.
WAN Definisi WAN juga menggambarkan standar, yang biasanya menggambarkan baik metode pengiriman layer fisik dan layer komunikasi data persyaratan termasuk menyikapi dan enkapsulasi kontrol aliran.
WAN Physical Layer
Definisi WAN tentang lapisan fisik WAN menggambarkan interface antara peralatan terminal data (DTE) dan data circuit-terminating equipment (DCE). Biasanya, DCE adalah penyedia layanan, dan DTE adalah perangkat terpasang. Dalam model ini, layanan yang ditawarkan kepada DTE yang dibuat tersedia melalui sebuah modem atau unit pelayanan saluran / layanan data unit (CSU / DSU).
Beberapa standar lapisan fisik menentukan interface ini:
* EIA/TIA-232
* EIA/TIA-449
* V.24
* V.35
* X.21
* G.703
* EIA-530
Data Link Layer: WAN Protokol
Definisi WAN juga menggambarkan data-link umum encapsulations terkait dengan garis serial sinkron terdaftar dalam grafik di bawah ini:
Protokol WAN
* High-Level Data Link Control (HDLC) - HDLC adalah sebuah standar ISO yang mungkin tidak kompatibel antara berbeda. HDLC mendukung baik point-to-point dan multipoint konfigurasi.
* Frame Relay - Dengan menggunakan framing yang disederhanakan tanpa mekanisme koreksi kesalahan atas digital kualitas tinggi fasilitas, Frame Relay dapat mengirimkan data dengan sangat cepat, dibandingkan dengan protokol WAN lainnya ini.
* Point-to-Point Protocol (PPP) - Digambarkan oleh RFC 1661, dua standar yang dikembangkan oleh IETF. PPP berisi field protokol untuk mengidentifikasi jaringan-lapisan protokol.
* Integrated Services Digital Network (ISDN) - Satu set layanan digital yang mentransmisikan suara dan data melalui saluran telepon yang ada.
* Data Link Layer Protokol WAN mendukung connectionless dan connection-oriented Protokol lapisan yang lebih tinggi.



PACKET SWITCHING

Pada hubungan Circuit Switching, koneksi biasanya terjadi secara fisik bersifat point to
point. Kerugian terbesar dari teknik ini adalah penggunaan jalur yang bertambah banyak
untuk jumlah hubungan yang meningkat. Efek yang timbul adalah cost yang akan
semakin meningkat di samping pengaturan switching menjadi sangat komplek.
Kelemahan yang lain adalah munculnya idle time bagi jalur yang tidak digunakan. Hal ini
tentu akan menambah inefisiensi. Model circuit switching, karena sifatnya, biasanya
mentransmisikan data dengan kecepatan yang konstan, sehingga untuk menggabungkan
suatu jaringan dengan jaringan lain yang berbeda kecepatan tentu akan sulit diwujudkan.
Pemecahan yang baik yang bisa digunakan untuk mengatasi persoalan di atas adalah
dengan metoda data switching (packet switching). Dengan pendekatan ini, pesan yang
dikirim dipecah-pecah dengan besar tertentu dan pada tiap pecahan data ditambahkan
informasi kendali. Informasi kendali ini, dalam bentuk yang paling minim, digunakan
untuk membantu proses pencarian rute dalam suatu jaringan ehingga pesan dapat sampai
ke alamat tujuan.



Packet Switching

Sebuah metode yang digunakan untuk memindahkan data dalam jaringan internet. Dalam
packet switching, seluruh paket data yang dikirim dari sebuah node akan dipecah menjadi
beberapa bagian. Setiap bagian memiliki keterangan mengenai asal dan tujuan dari paket
data tersebut. Hal ini memungkinkan sejumlah besar potongan-potongan data dari
berbagai sumber dikirimkan secara bersamaan melalui saluran yang sama, untuk
kemudian diurutkan dan diarahkan ke rute yang berbeda melalui router.
(telkom.net)
Tidak mempergunakan kapasitas transmisi yang melewati jaringan.
Data dikirim keluar dengan menggunakan rangkaian potongan-potongan kecil secara
berurutan yang disebut paket.
Masing-masing paket melewati jaringan dari satu titik ke titik lain dari sumber ke tujuan
Pada setiap titik seluruh paket diterima, disimpan dengan cepat dan ditransmisikan ke
titik berikutnya.
Fungsi utama dari jaringan packet-switched adalah menerima paket dari stasiun pengirim
untuk diteruskan ke stasiun penerima.
Penggunaan packet switching mempunyai keuntungan dibandingkan dengan penggunaan

Circuit switching antara lain:

1. Efisiensi jalur lebih besar karena hubungan antar node dapat menggunakan jalur yang
dipakai bersama secara dinamis tergantung banyaknya paket yang dikirim.

2. Bisa mengatasi permasalahan data rate yang berbeda antara dua jenis jaringan yang
berbeda data rate-nya
.
3. Saat beban lalu lintas meningkat, pada model circuit switching, beberapa pesan yang
akan ditransfer dikenai pemblokiran. Transmisi baru dapat dilakukan apabila beban
lalu lintas mulai menurun. Sedangkan pada model packet switching, paket tetap bisa
dikirimkan, tetapi akan lambat sampai ke tujuan (delivery delay meningkat).

4. Pengiriman dapat dilakukan berdasarkan prioritas data. Jadi dalam suatu antrian
paket yang akan dikirim, sebuah paket dapat diberi prioritas lebih tinggi untuk
dikirim dibanding paket yang lain. Dalam hal ini, prioritas yang lebih tinggi akan
mempunyai delivery delay yang lebih kecil dibandingkan paket dengan prioritas yang
lebih rendah.

Contoh- contoh applikasi packet switching
TCP/IP protokol adalah jaringan dengan teknologi “packet Switching” yang berasal dari
proyek DARPA (development of Defense Advanced Research Project Agency) di tahun
1970-an yang dikenal dengan nama ARPANET.
Jaringan ATM adalah jaringan Packet-switching karena konsep ATM mirip dengan
konsep yang digunakan packet-switching yaitu transfer informasi dilakukan dalam format
sel (informasi yang akan dikirim dibagi menjadipotongan-potongan dengan ukuran
tertentu) yang sifatnya connection-oriented artinya sebelum transfer informasi dilakukan
harus dibangun hubungan terlebih dahulu atau definisikan sebagai protokol yang
berfungsi sebagai interface (baca: antarmuka) untuk menghubungkan komputer dengan
komputer lainnya, membuat tiap komputer yang terintegrasi di dalamnya dapat bercakapcakap
atau bertukar informasi dengan kecepatan tinggi(sampai dengan 155Mbps).
GPRS adalah teknologi packet Switching data pada GSM. Teknologi yang dikenal
sebagai generasi 2.5 ini, merupakan pengembangan dari teknologi Circuit Switching pada
GSM.
Berbeda dengan teknologi Circuit Switching, pada GPRS koneksi ke jaringan hanya
dilakukan pada saat mengirimkan data. Data tersebut dikirim sekaligus dalam satu ´paket
´, sehingga lebih efisien dibanding koneksi permanen pada teknologi circuit-switching.
Sehingga biaya yang dibebankan pun, jauh lebih murah. Selain itu kecepatan transmisi
datanya jauh lebih cepat, yaitu sampai 115 Kilobyte per second(Kbps). Padahal,
sebelumnya kemampuan transmisi data pada GSM hanya 9,56 Kbps.
Protokol bluetooth menggunakan sebuah kombinasi antara circuit switching dan packet
switching. Protocol ini dapat mendukung 1 kanal data asinkron, 3 kanal suara sinkron
simultan atau 1 kanal dimana secara bersamaan mendukung layanan data asinkron dan
suara sinkron. Setiap kanal suara mendukung 1 kanal suara sinkron 64 kb/s. Kanal
asinkron dapat mendukung kecepatan maksimal 723,2 kb/s asimetris, dimana untuk arah
sebaliknya dapat mendukung sampai dengan kecepatan 57,6 kb/s. Sedangkan untuk mode
simetris dapat mendukung sampai dengan kecepatan 433,9 kb/s.

Tipe- tipe packet switching
Virtual circuit eksternal dan internal

Virtual Circuit pada dasarnya adalah suatu hubungan secara logik yang dibentuk untuk
menyambungkan dua stasiun. Paket dilabelkan dengan nomor sirkit maya dan nomor
urut.
Stasiun A mengirimkan 6 paket. Jalur antara A dan B secara logik disebut sebagai jalur 1,
sedangkan jalur antara A dan C disebut sebagai jalur 2. Paket pertama yang akan
dikirimkan lewat jalur 1 dilabelkan sebagai paket 1.1, sedangkan paket ke-2 yang
dilewatkan jalur yang sama dilabelkan sebagai paket 1.2 dan paket terakhir yang
dilewatkan jalur 1 disebut sebagai paket 1.3. Sedangkan paket yang pertama yang
dikirimkan lewat jalur 2 disebut sebagai paket 2.1, paket kedua sebagai paket 2.2 dan
paket terakhir sebagai paket 2.3 Dari gambar tersebut kiranya jelas bahwa paket yang
dikirimkan diberi label jalur yang harus dilewatinya dan paket tersebut akan tiba di
stasiun yang dituju dengan urutan seperti urutan pengiriman.
Secara internal rangkaian maya ini bisa digambarkan sebagai suatu jalur yang sudah
disusun untuk berhubungan antara satu stasiun dengan stasiun yang lain. Semua paket
dengan asal dan tujuan yang sama akan melewati jalur yang sama sehingga akan samapi
ke stasiun yang dituju sesuai dengan urutan pada saat pengiriman (FIFO).

Datagram eksternal dan internal

Dalam bentuk datagram, setiap paket dikirimkan secara independen. Setiap paket diberi
label alamat tujuan. Berbeda dengan sirkit maya, datagram memungkinkan paket yang
diterima berbeda urutan dengan urutan saat paket tersebut dikirim. Gambar 5.5 berikut ini
akan membantu memperjelas ilustrasi.
Jaringan mempunyai satu stasiun sumber, A dan dua stasiun tujuan yakni B dan C. Paket
yang akan dikirimkan ke stasiun B diberi label alamat stasiun tujuan yakni B dan
ditambah nomor paket sehingga menjadi misalnya B.1, B.37, dsb. Demikian juga paket
yang ditujukan ke stasiun C diberi label yang serupa, misalnya paket C.5, C.17, dsb.

Frame relay

Frame Relay adalah protokol packet-switching yang menghubungkan perangkat-perangkat telekomunikasi pada satu Wide Area Network (WAN).[1] Protokol ini bekerja pada lapisan Fisik dan Data Link pada model referensi OSI.[2] Protokol Frame Relay menggunakan struktur Frame yang menyerupai LAPD, perbedaannya adalah Frame Header pada LAPD digantikan oleh field header sebesar 2 bita pada Frame Relay.
Keuntungan Frame Relay
Frame Relay menawarkan alternatif bagi teknologi Sirkuit Sewa lain seperti jaringan X.25 dan sirkuit Sewa biasa. Kunci positif teknologi ini adalah:[3]
• Sirkuit Virtual hanya menggunakan lebar pita saat ada data yang lewat di dalamnya, banyak sirkuit virtual dapat dibangun secara bersamaan dalam satu jaringan transmisi.
• Kehandalan saluran komunikasi dan peningkatan kemampuan penanganan error pada perangkat-perangkat telekomunikasi memungkinkan protokol Frame Relay untuk mengacuhkan Frame yang bermasalah (mengandung error) sehingga mengurangi data yang sebelumnya diperlukan untuk memproses penanganan error.



Standarisasi Frame Relay
Proposal awal mengenai teknologi Frame Relay sudah diajukan ke CCITT semenjak tahun 1984, namun perkembangannya saat itu tidak signifikan karena kurangnya interoperasi dan standarisasi dalam teknologi ini. Perkembangan teknologi ini dimulai di saat Cisco, Digital Equipment Corporation (DEC), Northern Telecom, dan StrataCom membentuk suatu konsorsium yang berusaha mengembangkan frame relay. Selain membahas dasar-dasar protokol Frame Relay dari CCITT, konsorsium ini juga mengembangkan kemampuan protokol ini untuk berinteroperasi pada jaringan yang lebih rumit. Kemampuan ini di kemudian hari disebut Local Management Interface (LMI).[4]

Format Frame Relay
Format Frame Relay terdiri atas bagian-bagian sebagai berikut:[5]

Flags
Membatasi awal dan akhir suatu frame. Nilai field ini selalu sama dan dinyatakan dengan bilangan hexadesimal 7E atau 0111 1110 dalam format biner. Untuk mematikan bilangan tersebut tidak muncul pada bagian frame lainnya, digunakan prosedur Bit-stuffing dan Bit-destuffing.
Address
Terdiri dari beberapa informasi:
1. Data Link Connection Identifier (DLCI), terdiri dari 10 bita, bagian pokok dari header Frame Relay dan merepresentasikan koneksi virtual antara DTE dan Switch Frame Relay. Tiap koneksi virtual memiliki 1 DLCI yang unik.
2. Extended Address (EA), menambah kemungkinan pengalamatan transmisi data dengan menambahkan 1 bit untuk pengalamatan
3. C/R, menentukan apakah frame ini termasuk dalam kategori Perintah (Command) atau Tanggapan (Response)
4. FECN (Forward Explicit Congestion Notification), indikasi jumlah frame yang dibuang karena terjadinya kongesti di jaringan tujuan
5. BECN (Backward Explicit Congestion Notification), indikasi jumlah frame yang mengarah ke switch FR tersebut tetapi dibuang karena terjadinya kongesti di jaringan asal
6. Discard Eligibility, menandai frame yang dapat dibuang jika terjadi kongesti di jaringan
Data
Terdiri dari data pada layer di atasnya yang dienkapsulasi. Tiap frame yang panjangnya bervariasi ini dapat mencapai hingga 4096 oktet.
Frame Check Sequence
Bertujuan untuk memastikan integritas data yang ditransmisikan. nilai ini dihitung perangkat sumber dan diverifikasi oleh penerima.
Sirkuit Virtual
Frame pada Frame Relay dikirimkan ke tujuannya dengan menggunakan sirkit virtual (jalur logikal dalam jaringan). Sirkit Virtual ini bisa berupa Sirkit Virtual Permanen (Permanent Virtual Circuit / PVC), atau Sirkit Virtual Switch (Switched Virtual Circuit / SVC)


Permanent Virtual Circuit (PVC)
PVC adalah koneksi yang terbentuk untuk menghubungkan 2 peralatan secara terus menerus tanpa memperhitungkan apakah sedang ada komunikasi data yang terjadi di dalam sirkit tersebut. PVC tidak memerlukan proses pembangunan panggilan seperti pada SVC dan memiliki 2 status kerja:
1. Data Transfer, pengiriman data sedang terjadi dalam sirkit
2. Idle, koneksi antar titik masih aktif tapi tidak ada data yang dikirimkan dalam sirkit
Switched Virtual Circuit (SVC)
SVC adalah koneksi sementara yang terbentuk hanya pada kondisi dimana pengiriman data berlangsung. Status-status dalam koneksi ini adalah:
1. Call Setup, hubungan antar perangkat sedang dibangun
2. Data Transfer, data dikirimkan antar perangkat dalam sirkit virtual yang telah dibangun
3. Idle, ada koneksi aktif yang telah terbentuk, tetapi tidak ada data yang lewat di dalamnya
4. Call Termination, pemutusan hubungan antar perangkat, terjadi saat waktu idle melebihi patokan yang ditentukan

Circuit switching

Dalam dunia telekomunikasi, jaringan circuit switching adalah jaringan yang mengalokasikan sebuah sirkuit (atau kanal) yang dedicated diantara nodes dan terminal untuk digunakan pengguna untuk berkomunikasi. Sirkuit yang dedicated tidak dapat digunakan oleh penelepon lain sampai sirkuit itu dilepaskan, dan koneksi baru bisa disusun. Bahkan jika tidak ada komunikasi berlangsung pada sebuah sirkuit yang dedicated, kanal tersebut tetap tidak dapat digunakan oleh pengguna lain. Kanal yang dapat dipakai untuk hubungan telepon baru disebut sebagai kanal yang idle.
Untuk call setup dan pengendalian (dan keperluan administratif lainnya) dapat digunakan sebuah kanal pensinyalan yang dedicated dari node terakhir ke jaringan. ISDN adalah salah satu layanan yang menggunakan sebuah kanal pensinyalan terpisah. Plain Old Telephone Service (POTS) tidak memakai pendekatan ini.



Sebuah metoda untuk membangun, memonitor perkembangan, dan menutup sebuah koneksi adalah dengan memanfaatkan sebuah kanal terpisah untuk keperluan pengontrolan, misalnya untuk links antar telephone exchanges yang menggunakan CCS7 untuk komunikasi call setup dan informasi kontrol dan menggunakan TDM untuk transportasi data di sirkuit tersebut.
Sistem telepon zaman dahulu merupakan contoh penggunaan circuit switching. Pelanggan meminta operator untuk menghubungkan mereka dengan pelanggan lain, yang mungkin berada pada yang sama, atau melalui sebuah inter-exchange link dan operator lain. Dimanapun posisi para pelanggan ini, tetap terbentuk sebuah koneksi antar telepon kedua pelanggan selama hubungan telepon berlangsung. Kawat tembaga yang sedang digunakan untuk koneksi ini tidak dapat digunakan untuk hubungan telepon lain, walaupun para pelanggan ini tidak sedang berbicara dan jalur ini dalam kondisi tidak digunakan (silent).
Akhir-akhir ini sudah dapat dilakukan multiplexing terhadap berbagai koneksi yang terdapat pada sebuah konduktor, namun demikian tetap saja setiap kanal pada link yang mengalami multiplexing selalu berada pada salah satu dari dua kondisi ini : dedicated pada sebuah koneksi telepon, atau dalam keadaan idle. Circuit switching mungkin relatif tidak efisien karena kapasitas jaringan bisa dihabiskan pada koneksi yang sudah dibuat tapi tidak terus digunakan (walaupun hanya sebentar). Disisi lain, keuntungannya adalah cepatnya membuat koneksi baru, dan koneksi ini bisa digunakan dengan leluasa selama dibutuhkan.
Pendekatan lain adalah packet switching yang membagi data yang akan dikirimkan (misalnya, suara digital atau data komputer) menjadi kepingan-kepingan yang disebut paket, yang lalu dikirimkan melewati sebuah shared network. Jaringan packet switching tidak membutuhkan sebuah sirkuit khusus untuk melakukan koneksi. Dengan pendekatan ini banyak pasangan node dapat melakukan komunikasi yang hampir simultan pada kanal yang sama. Dengan tiadanya koneksi yang dedicated, masing-masing paket yang diberikan dilengkapi dengan alamat tujuan sehingga jaringan dapat mengirimkan paket tersebut ke tujuan yang diinginkan.

Asynchronous Transfer Mode (ATM)

Modus transfer asinkron (ATM) adalah elektronik teknologi transmisi data digital. ATM diimplementasikan sebagai protokol jaringan dan pertama kali dikembangkan pada pertengahan 1980-an. Tujuannya adalah untuk merancang jaringan satu strategi yang bisa mengangkut real-time video conference dan audio, serta file gambar, teks dan email. Dua kelompok, International Telecommunication Union dan ATM Forum yang terlibat dalam penciptaan standar.



ATM adalah berorientasi paket yang menggunakan metode transfer asinkron waktu division multiplexing (TDM) teknik. [1] It encode data ke dalam kecil sel-sel berukuran tetap (sel relay) dan data link layer menyediakan layanan yang berjalan diatas layer 1 OSI link fisik. Ini berbeda dari teknologi lain berdasarkan paket-switched network (seperti Internet Protocol atau Ethernet), di mana paket-paket berukuran variabel (dikenal sebagai bingkai ketika referensi Layer 2) digunakan. ATM mengekspos sifat dari kedua circuit switched dan packet switched jaringan kecil, sehingga cocok untuk jaringan data yang luas serta real-time media transportasi. ATM menggunakan model berorientasi sambungan dan membentuk sirkuit virtual antara dua endpoint sebelum pertukaran data yang sebenarnya dimulai.
Keberhasilan dan tantangan teknologi ATM

ATM telah terbukti sangat sukses dalam skenario WAN dan banyak penyedia telekomunikasi telah menerapkan ATM di wide-area network core. Banyak implementasi ADSL juga menggunakan ATM. Namun, ATM telah gagal untuk mendapatkan luas digunakan sebagai teknologi LAN, dan kurangnya pembangunan telah menahan pengerahan penuh sebagai satu-satunya mengintegrasikan teknologi jaringan dalam cara bahwa penemu awalnya ditujukan. Karena akan selalu ada baik merek-baru dan link-lapisan lapuk teknologi, khususnya di daerah LAN, tidak semuanya akan cocok dengan jaringan optik yang sinkron model yang dirancang ATM. Oleh karena itu, sebuah protokol yang diperlukan untuk memberikan pemersatu lapisan atas kedua ATM dan non-ATM link lapisan, seperti ATM itu sendiri tidak bisa mengisi peran itu. IP sudah melakukan itu, karena itu, sering kali ada gunanya dalam menerapkan ATM pada lapisan jaringan.

Di samping itu, kebutuhan sel-sel untuk mengurangi jitter telah menurun sebagai kecepatan transportasi meningkat (lihat di bawah), dan perbaikan dalam Voice over IP (VoIP) telah membuat pidato dan integrasi data yang mungkin pada lapisan IP, sekali lagi menghilangkan insentif untuk mana-mana penyebaran ATM. Kebanyakan Telcos sekarang berencana untuk mengintegrasikan kegiatan jaringan suara mereka ke jaringan IP mereka, daripada mereka ke dalam jaringan IP suara infrastruktur.

MPLS, umum Layer 2 protokol packet switching, mengadopsi banyak ide suara teknis dari ATM. ATM tetap disebarkan secara luas, dan digunakan sebagai layanan multiplexing dalam jaringan DSL, dimana DSL cocok kompromi rendah-data-kebutuhan tingkat baik. Pada gilirannya, dukungan jaringan DSL IP (dan layanan IP seperti VoIP) melalui ATM dan PPP over Ethernet over ATM (RFC 2684).

ATM akan tetap digunakan untuk beberapa waktu pada interkoneksi berkecepatan tinggi di mana operator telah berkomitmen untuk penyebaran ATM yang ada; ATM digunakan di sini sebagai cara untuk menyatukan PDH / SDH lalu lintas dan packet-switched lalu lintas di bawah satu infrastruktur.
Hal ini sering mengklaim bahwa "ATM semakin ditantang oleh kecepatan dan persyaratan lalu lintas berkumpul membentuk jaringan. Secara khusus, kompleksitas Segmentasi dan reassembly (SAR) membebankan bottleneck performa, seperti SARS tercepat dikenal dijalankan pada 10 Gbit / s" Namun dengan ATM interface yang tersedia sampai dengan STM-16 (2.5Gbps - seperti Cisco SPA-1XOC48-ATM untuk router seri 7.600) dan bahkan STM-64 (misalnya 10Gbps Cisco MGX 8.950 OC-192c/STM-64) ATM masih dapat dengan mudah bahkan menantang 10GE antarmuka untuk kecepatan dan biasanya melebihi kemampuan protokol lain dalam hal Quality of Service - terutama pada sibuk link.
Sejauh masalah SAR SAR prihatin karena dilakukan di tepi jaringan ATM ini bukan inti masalah switching melainkan tugas ke tepi kiri perangkat (atau aplikasi itu sendiri) dan saat ini (seperti pada 2009) itu akan benar mengatakan bahwa setiap satu antarmuka pada router berjuang melebihi throughput 10Gbps dan keterbatasan 10Gbps ini tidak terbatas hanya ATM SAR tetapi juga kemampuan switching dan routing dari interface Router pada umumnya.

Saat ini ada kemungkinan bahwa implementasi gigabit Ethernet (10Gbit-Ethernet, Metro Ethernet) akan menggantikan teknologi ATM sebagai pilihan dalam implementasi WAN baru.

Minat dalam menggunakan ATM asli untuk membawa video dan audio telah meningkat baru-baru ini [update]. Dalam lingkungan ini, latency rendah dan sangat tinggi kualitas layanan yang diperlukan untuk menangani linier stream audio dan video. Menuju tujuan ini sedang dikembangkan standar seperti AES47 (IEC 62365), yang menyediakan standar profesional audio terkompresi transportasi atas ATM. Ini bisa membandingkan dengan video profesional over IP.
ATM konsep


Mengapa sel?

Mempertimbangkan ujaran dikurangi untuk paket-paket, dan dipaksa untuk berbagi link dengan lalu lintas data bursty (lalu lintas dengan beberapa paket data yang besar). Tidak peduli betapa kecilnya paket pidato bisa dibuat, mereka akan selalu menjumpai ukuran penuh paket data, dan di bawah kondisi antrian normal, mungkin mengalami penundaan antrian maksimum. Itu sebabnya semua paket harus memiliki ukuran kecil yang sama, sel-sel tepat. Selain struktur sel tetap berarti bahwa ATM dengan mudah dapat diaktifkan oleh hardware tanpa penundaan yang melekat diperkenalkan oleh perangkat lunak diaktifkan dan routed frame.

Dengan demikian, para perancang ATM dimanfaatkan sel data yang kecil untuk mengurangi jitter (penundaan varians, dalam kasus ini) di stream data multiplexing. Pengurangan jitter (dan juga end-to-end round-trip penundaan) adalah terutama penting saat membawa lalu lintas suara, karena suara digitized konversi ke sinyal audio analog adalah real-time inheren proses, dan untuk melakukan pekerjaan yang baik, codec yang tidak merata ini membutuhkan jarak (di waktu) aliran data item. Jika item data berikutnya tidak tersedia saat dibutuhkan, codec yang diperlukan tidak memiliki pilihan lain kecuali untuk menghasilkan keheningan atau menebak - dan jika data terlambat, tidak ada gunanya, karena periode waktu ketika seharusnya telah dikonversi ke sinyal telah sudah berlalu.

Pada saat desain ATM, 155 Mbit / s SDH (135 Mbit / s payload) dianggap sebuah link jaringan optik cepat, dan banyak PDH link dalam jaringan digital yang jauh lebih lambat, mulai 1,544-45 Mbit / s dalam Amerika Serikat, dan 2-34 Mbit / s di Eropa.

Pada tingkat ini, khas penuh panjang 1500 byte (12.000-bit) paket data akan membawa 77,42 μs untuk mengirimkan. Dalam kecepatan yang lebih rendah-link, seperti 1.544 Mbit / s T1 link, sebuah paket 1500 byte akan memakan waktu hingga 7,8 milidetik.

Sebuah penundaan antrian yang disebabkan oleh beberapa paket data tersebut mungkin akan melebihi angka 7,8 ms beberapa kali, di samping semua paket generasi keterlambatan dalam pidato paket yang lebih pendek. Ini jelas tidak dapat diterima untuk pidato lalu lintas, yang perlu memiliki jitter rendah dalam aliran data yang dimasukkan ke codec yang diperlukan jika ingin menghasilkan suara berkualitas baik. Sebuah sistem suara paket ini dapat menghasilkan dalam beberapa cara:

* Apakah pemutaran penyangga antara jaringan dan codec yang diperlukan, satu cukup besar untuk pasang codec di atas hampir semua jitter dalam data. Hal ini memungkinkan merapikan luar jitter, tapi penundaan diperkenalkan oleh perjalanan melalui buffer akan memerlukan echo cancellers bahkan di jaringan lokal, ini dianggap terlalu mahal pada saat itu. Juga, itu akan meningkatkan keterlambatan di saluran, dan percakapan ini sulit di-delay tinggi saluran.

* Membangun sistem yang inheren dapat memberikan jitter rendah (dan keseluruhan minimal delay) untuk lalu lintas yang memerlukannya.

* Operasi pada dasar pengguna 1:1 (yaitu, pipa yang berdedikasi).

Desain ATM ditujukan untuk jitter rendah antarmuka jaringan. Namun, untuk dapat memberikan penundaan queueing pendek, tetapi juga dapat membawa datagrams besar, ia harus memiliki sel. ATM bubar semua paket, data, dan suara aliran menjadi 48-byte potongan, menambahkan routing 5-byte header untuk masing-masing sehingga mereka bisa berkumpul kembali nanti. Pilihan 48 byte adalah politik ketimbang teknis. [2] Ketika itu standarisasi CCITT ATM, pihak dari Amerika Serikat menginginkan 64-byte payload karena ini dirasakan menjadi kompromi yang baik antara muatan yang lebih besar dioptimalkan untuk transmisi data dan lebih pendek payloads dioptimalkan untuk aplikasi real-time seperti suara; pihak dari Eropa ingin 32-byte payloads karena ukuran kecil (dan karena itu transmisi pendek kali) menyederhanakan aplikasi suara sehubungan dengan gema. Sebagian besar dari pihak Eropa akhirnya datang ke argumen yang dibuat oleh Amerika, tetapi Perancis dan beberapa orang lainnya bertahan selama sel panjang yang lebih pendek. With 32 bytes, Perancis akan mampu menerapkan ATM suara berbasis jaringan dengan panggilan dari satu ujung ke ujung lain perancis tidak memerlukan gema. 48 byte (ditambah header 5 byte = 53) dipilih sebagai kompromi antara kedua belah pihak. 5-byte header itu dipilih karena ada anggapan bahwa 10% dari maksimum payload adalah harga yang harus dibayar untuk routing informasi. ATM multiplexing 53-byte ini sel bukan paket. Melakukan hal mengurangi kasus terburuk jitter karena sel contention dengan faktor hampir 30, meminimalkan perlunya echo cancellers.
[sunting] Sel dalam praktek

ATM mendukung berbagai jenis layanan melalui ATM Adaptation Layer (AAL). Standar AALs termasuk AAL1, AAL2, dan AAL5, dan jarang digunakan AAL3 dan AAL4. AAL1 digunakan untuk kecepatan bit konstan (CBR) layanan dan emulasi sirkuit. AAL2 melalui AAL4 digunakan untuk kecepatan bit variabel (VBR) jasa, dan AAL5 untuk data. AAL yang digunakan untuk sel tertentu tidak dikodekan dalam sel. Sebaliknya, ini dinegosiasikan oleh atau dikonfigurasi di titik-titik ujung pada per-virtual-dasar sambungan.

Setelah desain awal ATM, jaringan telah menjadi jauh lebih cepat. A 1500 byte (12.000-bit) ukuran penuh Ethernet mengambil paket hanya 1,2 μs untuk mengirimkan pada 10 Gbit / s jaringan optik, mengurangi kebutuhan sel-sel kecil untuk mengurangi jitter karena pertengkaran. Beberapa orang menganggap bahwa hal ini membuat kasus untuk menggantikan ATM dengan Ethernet di jaringan tulang punggung. Namun, perlu dicatat bahwa peningkatan kecepatan link sendiri tidak mengurangi jitter karena antrian. Sebagai tambahan, perangkat keras untuk melaksanakan layanan adaptasi untuk IP paket adalah sangat mahal pada kecepatan tinggi. Khusus, dengan kecepatan OC-3 dan di atas, biaya segmentasi dan reassembly (SAR) hardware membuat ATM kurang kompetitif untuk IP dari paket Over SONET (POS). SAR berarti bahwa batas-batas kinerja tercepat IP interface router ATM STM16 - STM64 yang sebenarnya membandingkan, sementara pada 2004 [update] POS dapat beroperasi pada OC-192 (STM64) dengan kecepatan yang lebih tinggi diharapkan di masa depan.

Pada link lambat atau penumpukan (622Mbit / s dan di bawah), ATM masih masuk akal, dan karena alasan inilah kebanyakan sistem ADSL menggunakan ATM sebagai lapisan perantara antara fisik dan link layer Layer 2 protokol seperti PPP atau Ethernet.

Pada kecepatan rendah ini, ATM menyediakan kemampuan yang berguna untuk menjalankan beberapa logical sirkuit pada satu medium fisik atau virtual, walaupun ada teknik lain, seperti Multi-link PPP dan Ethernet VLAN, yang adalah opsional dalam implementasi VDSL. DSL dapat digunakan sebagai metode akses jaringan ATM, memungkinkan terminasi DSL titik dalam kantor sentral telepon untuk menghubungkan ke banyak penyedia layanan Internet di wide-area jaringan ATM. Di Amerika Serikat, setidaknya, ini telah memungkinkan penyedia DSL DSL untuk menyediakan akses ke pelanggan dari banyak penyedia layanan internet. Karena salah satu titik terminasi DSL dapat mendukung multi ISP, kelayakan ekonomi DSL secara substansial meningkat.
[sunting] Mengapa virtual circuit?

ATM beroperasi sebagai saluran transportasi berbasis lapisan, menggunakan sirkuit Virtual (VCs). Ini mencakup dalam konsep Virtual Paths (VP) dan Virtual Saluran. Setiap sel ATM memiliki 8 - atau 12-bit Virtual Path Identifier (VPI) dan 16-bit Virtual Channel Identifier (VCI) pasangan didefinisikan dalam header. Bersama-sama, ini mengidentifikasi rangkaian virtual yang digunakan oleh koneksi. Panjang VPI bervariasi tergantung pada apakah sel dikirim pada antarmuka pengguna-jaringan (di tepi jaringan), atau jika dikirimkan pada jaringan-jaringan (dalam jaringan).

Seperti sel-sel ini melintasi jaringan ATM, beralih terjadi dengan mengubah VPI / VCI nilai (label swapping). Meskipun VPI / VCI nilai-nilai yang tidak selalu konsisten dari satu ujung sambungan ke yang lain, konsep suatu rangkaian konsisten (tidak seperti IP, di mana setiap paket bisa sampai ke tempat tujuan dengan rute yang berbeda dari yang lain).

Keuntungan lain dari penggunaan virtual circuit dilengkapi dengan kemampuan untuk menggunakannya sebagai multiplexing lapisan, sehingga memungkinkan berbagai layanan (seperti suara, Frame Relay, n * 64 channels, IP).
[sunting] Menggunakan virtual circuit sel dan rekayasa lalu lintas

Konsep ATM kunci lain lalu lintas melibatkan kontrak. Ketika sirkuit ATM tetapkan setiap mengaktifkan rangkaian informasi dari kelas lalu lintas sambungan.

ATM kontrak lalu lintas merupakan bagian dari mekanisme yang "Quality of Service" (QoS) yang terjamin. Ada empat tipe dasar (dan beberapa varian) yang masing-masing memiliki satu set parameter menggambarkan sambungan.

1. CBR - Constant bit rate: sebuah Peak Cell Rate (PCR) yang ditentukan, yang konstan.
2. VBR - Variable bit rate: tingkat sel rata-rata yang ditentukan, yang dapat puncak pada tingkat tertentu untuk interval maksimum sebelum bermasalah.
3. ABR - Tersedia bit rate: laju dijamin minimum ditetapkan.
4. UBR - Unspecified bit rate: lalu lintas dialokasikan untuk semua sisa kapasitas transmisi.

VBR memiliki real-time dan non-real-time varian, dan berfungsi untuk "bursty" lalu lintas. Non-real-time biasanya disingkat vbr-nrt.

Sebagian besar kelas lalu lintas juga memperkenalkan konsep Variasi Cell Delay Toleransi (CDVT), yang mendefinisikan "gumpalan" sel pada waktunya.

Untuk mempertahankan kontrak lalu lintas, jaringan biasanya menggunakan "membentuk", sebuah kombinasi dari antrian dan menandai sel. "Policing" umumnya lalu lintas memberlakukan kontrak.
Lalu Lintas membentuk

Traffic shaping biasanya terjadi pada titik masuk ke jaringan ATM dan upaya untuk memastikan bahwa aliran sel akan memenuhi kontrak lalu lintas.
Lalu Lintas kepolisian

Untuk mempertahankan performa jaringan, jaringan mungkin polisi virtual circuit terhadap lalu lintas mereka kontrak. Jika suatu rangkaian lalu lintas melebihi kontrak, jaringan dapat menjatuhkan sel atau tandai Rugi Cell Prioritas (CLP) bit (untuk mengidentifikasi sel sebagai discardable jauh di bawah garis). Dasar kepolisian bekerja pada sebuah sel oleh sel dasar, tapi ini adalah sub-optimal untuk paket dikemas lalu lintas (seperti membuang sel tunggal akan membatalkan seluruh paket). Akibatnya, skema seperti Partial Packet Discard (PPD) dan Early Packet Discard (EPD) telah dibuat yang akan membuang seluruh rangkaian sel sampai frame berikutnya dimulai. Hal ini akan mengurangi jumlah sel-sel tidak berguna dalam jaringan, menghemat bandwidth untuk frame penuh. PPD EPD dan bekerja dengan koneksi AAL5 ketika mereka menggunakan akhir frame sedikit untuk mendeteksi akhir paket.
Jenis-jenis virtual circuit dan jalan

ATM dapat membangun virtual circuit dan virtual jalan baik statis atau dinamis. Sirkuit statis (tetap virtual circuit atau PVC) atau path (jalur virtual tetap atau PVPs) mengharuskan provisioner harus membangun rangkaian sebagai rangkaian segmen, satu untuk masing-masing sepasang melalui antarmuka yang dilaluinya.

PVPs dan PVC, meskipun secara konseptual sederhana, memerlukan upaya yang signifikan dalam jaringan besar. Mereka juga tidak mendukung re-routing pelayanan dalam hal terjadi kegagalan. PVPs dibangun secara dinamis (soft PVPs atau SPVPs) dan PVC (soft PVC atau SPVCs), sebaliknya, yang dibangun dengan menentukan karakteristik rangkaian (layanan "kontrak") dan dua endpoint.

Akhirnya, membangun jaringan ATM dan meruntuhkan virtual circuit switched (SVCs) pada permintaan ketika diminta oleh berakhirnya peralatan. Satu aplikasi untuk SVCs adalah untuk membawa panggilan telepon individu ketika jaringan switch telepon ini saling dihubungkan oleh ATM. SVCs juga digunakan dalam upaya untuk mengganti area lokal jaringan dengan ATM.
Virtual sirkuit routing

Sebagian besar jaringan ATM mendukung SPVPs, SPVCs, dan menggunakan SVCs Private Network Node Interface atau Private Network-to-Network Interface (PNNI) protokol. PNNI menggunakan terpendek yang sama-path-algoritma pertama yang digunakan oleh OSPF dan IS-IS untuk rute paket IP untuk berbagi informasi antara switch topologi dan memilih rute melalui jaringan. PNNI juga mencakup mekanisme summarization sangat kuat untuk memungkinkan pembangunan jaringan yang sangat besar, serta panggilan masuk control (CAC) algoritma yang menentukan apakah cukup bandwidth yang tersedia pada rute yang diusulkan melalui jaringan untuk memenuhi persyaratan layanan VC atau VP.
Hubungi koneksi masuk dan pembentukan

Sebuah jaringan harus membuat sambungan sebelum kedua pihak dapat mengirim sel satu sama lain. Di ATM ini disebut virtual circuit (VC). Dapat menjadi permanen Virtual circuit (PVC), yang diciptakan administratif di endpoint, atau beralih Virtual circuit (SVC), yang diciptakan sebagai diperlukan oleh pihak berkomunikasi. SVC penciptaan dikelola oleh sinyal, di mana pihak meminta menunjukkan alamat pihak penerima, jenis layanan yang diminta, dan apa saja parameter lalu lintas mungkin berlaku untuk layanan yang dipilih. "Panggilan masuk" ini kemudian dilakukan oleh jaringan untuk memastikan bahwa sumber daya yang diminta tersedia dan bahwa ada rute untuk sambungan.
Struktur sel ATM

Sel ATM terdiri dari sebuah 5-byte header dan 48 byte payload. Payload size of 48 byte terpilih sebagai dijelaskan di atas ( "Mengapa sel?").

ATM mendefinisikan dua sel yang berbeda format: NNI (Network-Network Interface) dan UNI (User-Network Interface). Sebagian besar ATM link menggunakan format sel UNI.
ATM menggunakan PT lapangan untuk menunjuk berbagai jenis sel khusus untuk operasi, administrasi, dan pemeliharaan (OAM) tujuan, dan untuk menggambarkan batas-batas paket dalam beberapa AALs.

Beberapa link ATM HEC protokol menggunakan lapangan untuk mengemudikan CRC Framing Berbasis algoritma, yang memungkinkan menemukan sel-sel ATM tanpa overhead diperlukan melampaui apa yang biasa diperlukan untuk perlindungan header. 8-bit CRC digunakan untuk mengoreksi single-bit header kesalahan dan mendeteksi header multi-bit error. Ketika header multi-bit kesalahan yang terdeteksi, arus dan sel-sel berikutnya menjatuhkan sampai sel tanpa header kesalahan yang ditemukan.

Sebuah sel UNI cadangan dalam bidang GFC untuk mengontrol aliran lokal / sistem submultiplexing antara pengguna. Hal ini dimaksudkan untuk memungkinkan beberapa terminal berbagi satu koneksi jaringan, dengan cara yang sama bahwa dua telepon ISDN bisa berbagi satu koneksi ISDN tingkat dasar. Semua empat bit GFC harus nol secara default.

Format sel yang bereplikasi NNI UNI format yang hampir sama persis, kecuali bahwa 4-bit bidang GFC dialokasikan kembali ke lapangan VPI, memperluas VPI sampai 12 bit. Dengan demikian, NNI satu interkoneksi ATM mampu menangani hampir 212 wakil presiden hingga hampir 216 VCs masing-masing (dalam praktiknya beberapa nomor VP dan VC are reserved).

Data terminal equipment (DTE)

Peralatan terminal data (DTE) adalah instrumen akhir yang mengubah informasi pengguna ke reconverts sinyal atau sinyal yang diterima. Ini juga dapat disebut ekor sirkuit. Sebuah perangkat DTE berkomunikasi dengan data circuit-terminating equipment (DCE). The DTE / DCE klasifikasi ini diperkenalkan oleh IBM.

Dua jenis perangkat diasumsikan pada masing-masing ujung kabel yang saling berhubungan untuk kasus hanya menambahkan DTE ke topologi (misalnya ke sebuah hub, DCE), yang juga membawa kasus sepele yang kurang interkoneksi perangkat dari jenis yang sama: DTE -DTE atau DCE-DCE. Kasus-kasus seperti perlu kabel crossover, seperti untuk Ethernet atau null modem untuk RS-232.


Sebuah DTE adalah unit fungsional stasiun data yang berfungsi sebagai sumber data atau data yang tenggelam dan menyediakan komunikasi data fungsi kontrol harus dilakukan sesuai dengan protokol link.

Peralatan terminal data mungkin satu peralatan atau subsistem yang saling terkait dari berbagai potongan-potongan peralatan yang melakukan semua fungsi yang diperlukan yang diperlukan untuk mengizinkan pengguna untuk berkomunikasi. Seorang pengguna berinteraksi dengan DTE (misalnya melalui antarmuka mesin-manusia), atau mungkin DTE pengguna.

Biasanya, perangkat DTE terminal (atau komputer meniru terminal), dan DCE adalah modem.

DTE biasanya konektor laki-laki dan DCE adalah konektor perempuan.

Sebagai aturan umum, bahwa perangkat DCE menyediakan sinyal clock (internal clocking) dan mensinkronisasi perangkat DTE pada jam yang disediakan (clocking eksternal). D-sub konektor mengikuti peraturan lain untuk pin penugasan.

* 25 pin DTE perangkat transmisi pada pin 2 dan terima pada pin 3.
* 25 pin DCE perangkat transmisi pada pin 3 dan terima pada pin 2.
* 9 pin DTE perangkat transmisi pada pin 3 dan terima pada pin 2.
* 9 pin DCE perangkat transmisi pada pin 2 dan terima pada pin 3.

Istilah ini juga umumnya digunakan dalam peralatan Cisco Telco dan konteks untuk menunjukkan suatu perangkat [klarifikasi diperlukan] tidak dapat menghasilkan sinyal clock, maka PC ke PC koneksi Ethernet juga dapat disebut DTE DTE ke komunikasi. Komunikasi ini dilakukan melalui kabel "crossover Ethernet sebagai lawan dari PC ke DCE (hub, switch, atau jembatan) komunikasi yang dilakukan melalui kabel Ethernet lurus.

Data circuit-terminating equipment ( DCE)



A Data circuit-terminating equipment (DCE) adalah perangkat yang duduk antara peralatan terminal data (DTE) dan transmisi data sirkuit. Hal ini juga disebut komunikasi data peralatan dan peralatan pembawa data.



Dalam data stasiun, menyelenggarakan fungsi DCE seperti konversi sinyal, coding, dan garis clocking dan dapat menjadi bagian dari peralatan DTE atau menengah. Interfacing peralatan mungkin diperlukan untuk beberapa perangkat terminal data (DTE) ke dalam sebuah rangkaian transmisi atau saluran dan dari rangkaian transmisi atau saluran ke DTE.

Meskipun istilah ini paling sering digunakan dengan RS-232, beberapa standar komunikasi data yang menetapkan berbagai jenis antarmuka antara DCE dan DTE. The DCE adalah perangkat yang berkomunikasi dengan sebuah perangkat DTE dalam standar ini. Standar yang menggunakan tata-nama ini meliputi:

* Federal Standard 1037C, MIL-STD-188
* RS-232
* Beberapa standar ITU-T di seri V (terutama V.24 dan V.35)
* Beberapa standar ITU-T di seri X (terutama X.21 dan X.25)

Sebagai aturan umum, bahwa perangkat DCE menyediakan sinyal clock (internal clocking) dan mensinkronisasi perangkat DTE pada jam yang disediakan (clocking eksternal). D-sub konektor mengikuti peraturan lain untuk pin penugasan. Perangkat DTE biasanya mengirim pada konektor pin nomor 2 dan menerima pin konektor pada nomor 3. Perangkat DCE justru sebaliknya: nomor 2 pin connector pin connector menerima dan nomor 3 mentransmisikan sinyal.

Biasanya, perangkat DTE terminal (atau komputer), dan DCE adalah modem.

Ketika dua perangkat, yang kedua DTE atau keduanya DCE, harus dihubungkan satu sama lain tanpa sebuah modem atau sebuah media serupa penerjemah antara mereka, semacam kabel "crossover" harus digunakan, yaitu modem null untuk RS-232 atau seperti biasa untuk Ethernet.

SEJARAH DNS (domain name system)

DNS (Domain Name System, bahasa Indonesia: Sistem Penamaan Domain) adalah sebuah sistem yang menyimpan informasi tentang nama host maupun nama domain dalam bentuk basis data tersebar (distributed database) di dalam jaringan komputer, misalkan: Internet. DNS menyediakan alamat IP untuk setiap nama host dan mendata setiap server transmisi surat (mail exchange server) yang menerima surat elektronik (email) untuk setiap domain.
DNS menyediakan servis yang cukup penting untuk Internet, bilamana perangkat keras komputer dan jaringan bekerja dengan alamat IP untuk mengerjakan tugas seperti pengalamatan dan penjaluran (routing), manusia pada umumnya lebih memilih untuk menggunakan nama host dan nama domain, contohnya adalah penunjukan sumber universal (URL) dan alamat e-mail. DNS menghubungkan kebutuhan ini.


Sejarah singkat DNS
Penggunaan nama sebagai pengabstraksi alamat mesin di sebuah jaringan komputer yang lebih dikenal oleh manusia mengalahkan TCP/IP, dan kembali ke zaman ARPAnet. Dahulu, setiap komputer di jaringan komputer menggunakan file HOSTS.TXT dari SRI (sekarang SIR International), yang memetakan sebuah alamat ke sebuah nama (secara teknis, file ini masih ada - sebagian besar sistem operasi modern menggunakannya baik secara baku maupun melalui konfigurasi, dapat melihat Hosts file untuk menyamakan sebuah nama host menjadi sebuah alamat IP sebelum melakukan pencarian via DNS). Namun, sistem tersebut diatas mewarisi beberapa keterbatasan yang mencolok dari sisi prasyarat, setiap saat sebuah alamat komputer berubah, setiap sistem yang hendak berhubungan dengan komputer tersebut harus melakukan update terhadap file Hosts.
Dengan berkembangnya jaringan komputer, membutuhkan sistem yang bisa dikembangkan: sebuah sistem yang bisa mengganti alamat host hanya di satu tempat, host lain akan mempelajari perubaha tersebut secara dinamis. Inilah DNS.
Paul Mockapetris menemukan DNS di tahun 1983; spesifikasi asli muncul di RFC 882 dan 883. Tahun 1987, penerbitan RFC 1034 dan RFC 1035 membuat update terhadap spesifikasi DNS. Hal ini membuat RFC 882 dan RFC 883 tidak berlaku lagi. Beberapa RFC terkini telah memproposikan beberapa tambahan dari protokol inti DNS.

SISTEM KERJA DNS ( domain name server )




Cara kerja DNS tersebut dapat kita lihat pada gambar diatas, misal kita browsing di warnet, dan akan menghubungi www.google.com .
1. PC kita mengontak Server DNS lokal (biasanya terletak pada jaringan ISP) untuk menanyakan IP Address www.google.com .
2. Server DNS lokal akan melihat ke dalam cache-nya.
3. Jika data itu terdapat di dalam cache server DNS server lokal, maka server tersebut akan memberikan alamat IP tersebut ke Browser jika tidak, maka server tersebut mengontak server DNS di atasnya (biasanya disebut Root DNS server) untuk mengetahui alamat IP dari DNS server yang mengelola domain www.google.com .
4. Jika domain www.google.com benar-benar exist, maka Root DNS akan mendapatkan alamat IP server DNS www.google.com, kemudian alamat dikirim ke server DNS lokal kita.
5. Server DNS lokal akan mengontak Server DNS www.google.com untuk menanyakan alamat IP dari www.google.com , dan Server DNS www.google.com memberikan data alamat IP www.google.com
6. Server DNS lokal memberitahu alamat IP untuk www.google.com kepada Browser/Client (PC kita).
7.Kemudian kita menggunakan alamat itu untuk diisikan ke dalam IP Packet untuk menghubungi www.google.com.


Teori bekerja DNS
Para Pemain Inti
Pengelola dari sistem DNS terdiri dari tiga komponen:
• DNS resolver, sebuah program klien yang berjalan di komputer pengguna, yang membuat permintaan DNS dari program aplikasi.
• recursive DNS server, yang melakukan pencarian melalui DNS sebagai tanggapan permintaan dari resolver, dan mengembalikan jawaban kepada para resolver tersebut;
dan ...
• authoritative DNS server yang memberikan jawaban terhadap permintaan dari recursor, baik dalam bentuk sebuah jawaban, maupun dalam bentuk delegasi (misalkan: mereferensikan ke authoritative DNS server lainnya)
Pengertian beberapa bagian dari nama domain
Sebuah nama domain biasanya terdiri dari dua bagian atau lebih (secara teknis disebut label), dipisahkan dengan titik.
• Label paling kanan menyatakan top-level domain - domain tingkat atas/tinggi (misalkan, alamat www.wikipedia.org memiliki top-level domain org).
• Setiap label di sebelah kirinya menyatakan sebuah sub-divisi atau subdomain dari domain yang lebih tinggi. Catatan: "subdomain" menyatakan ketergantungan relatif, bukan absolut. Contoh: wikipedia.org merupakan subdomain dari domain org, dan id.wikipedia.org dapat membentuk subdomain dari domain wikipedia.org (pada prakteknya, id.wikipedia.org sesungguhnya mewakili sebuah nama host - lihat dibawah). Secara teori, pembagian seperti ini dapat mencapai kedalaman 127 level, dan setiap label dapat terbentuk sampai dengan 63 karakter, selama total nama domain tidak melebihi panjang 255 karakter. Tetapi secara praktek, beberapa pendaftar nama domain (domain name registry) memiliki batas yang lebih sedikit.
• Terakhir, bagian paling kiri dari bagian nama domain (biasanya) menyatakan nama host. Sisa dari nama domain menyatakan cara untuk membangun jalur logis untuk informasi yang dibutuhkan; nama host adalah tujuan sebenarnya dari nama sistem yang dicari alamat IP-nya. Contoh: nama domain www.wikipedia.org memiliki nama host "www".
DNS memiliki kumpulan hirarki dari DNS servers. Setiap domain atau subdomain memiliki satu atau lebih authoritative DNS Servers (server DNS otorisatif) yang mempublikasikan informas tentang domain tersebut dan nama-nama server dari setiap domain di-"bawah"-nya. Pada puncak hirarki, terdapat root servers- induk server nama: server yang ditanyakan ketika mencari (menyelesaikan/resolving) dari sebuah nama domain tertinggi (top-level domain).
Sebuah contoh dari teori rekursif DNS
Sebuah contoh mungkin dapat memperjelas proses ini. Andaikan ada aplikasi yang memerlukan pencarian alamat IP dari www.wikipedia.org. Aplikasi tersebut bertanya ke DNS recursor lokal.
• Sebelum dimulai, recursor harus mengetahui dimana dapat menemukan root nameserver; administrator dari recursive DNS server secara manual mengatur (dan melakukan update secara berkala) sebuah file dengan nama root hints zone (panduan akar DNS) yang menyatakan alamat-alamt IP dari para server tersebut.
• Proses dimulai oleh recursor yang bertanya kepada para root server tersebut - misalkan: server dengan alamat IP "198.41.0.4" - pertanyaan "apakah alamat IP dari www.wikipedia.org?"
• Root server menjawab dengan sebuah delegasi, arti kasarnya: "Saya tidak tahu alamat IP dari www.wikipedia.org, tapi saya "tahu" bahwa server DNS di 204.74.112.1 memiliki informasi tentang domain org."
• Recursor DNS lokal kemudian bertanya kepada server DNS (yaitu: 204.74.112.1) pertanyaan yang sama seperti yang diberikan kepada root server. "apa alamat IP dari www.wikipedia.org?". (umumnya) akan didapatkan jawaban yang sejenis, "saya tidak tahu alamat dari www.wikipedia.org, tapi saya "tahu" bahwa server 207.142.131.234 memiliki informasi dari domain wikipedia.org."
• Akhirnya, pertanyaan beralih kepada server DNS ketiga (207.142.131.234), yang menjawab dengan alamat IP yang dibutuhkan.
Proses ini menggunakan pencarian rekursif (recursion / recursive searching).
Pengertian pendaftaran domain dan glue records
Membaca contoh diatas, Anda mungkin bertanya: "bagaimana caranya DNS server 204.74.112.1 tahu alamat IP mana yang diberikan untuk domain wikipedia.org?" Pada awal proses, kita mencatat bahwa sebuah DNS recursor memiliki alamat IP dari para root server yang (kurang-lebih) didata secara explisit (hard coded). Mirip dengan hal tersebut, server nama (name server) yang otoritatif untuk top-level domain mengalami perubahan yang jarang.
Namun, server nama yang memberikan jawaban otorisatif bagi nama domain yang umum mengalami perubahan yang cukup sering. Sebagai bagian dari proses pendaftaran sebuah nama domain (dan beberapa waktu sesudahnya), pendaftar memberikan pendaftaran dengan server nama yang akan mengotorisasikan nama domain tersebut; maka ketika mendaftar wikipedia.org, domain tersebut terhubung dengan server nama gunther.bomis.com dan zwinger.wikipedia.org di pendaftar .org. Kemudian, dari contoh di atas, ketika server dikenali sebagai 204.74.112.1 menerima sebuah permintaan, DNS server memindai daftar domain yang ada, mencari wikipedia.org, dan mengembalikan server nama yang terhubung dengan domain tersebut.
Biasanya, server nama muncul berdasarkan urutan nama, selain berdasarkan alamat IP. Hal ini menimbulkan string lain dari permintaan DNS untuk menyelesaikan nama dari server nama; ketika sebuah alamat IP dari server nama mendapatkan sebuah pendaftaran di zona induk, para programmer jaringan komputer menamakannya sebuah glue record (daftar lekat???)
DNS dalam praktek
Ketika sebuah aplikasi (misalkan web broswer), hendak mencari alamat IP dari sebuah nama domain, aplikasi tersebut tidak harus mengikuti seluruh langkah yang disebutkan dalam teori diatas. Kita akan melihat dulu konsep caching, lalu mengertikan operasi DNS di "dunia nyata".
Caching dan masa hidup (caching and time to live)
Karena jumlah permintaan yang besar dari sistem seperti DNS, perancang DNS menginginkan penyediaan mekanisme yang bisa mengurangi beban dari masing-masing server DNS. Rencana mekanisnya menyarankan bahwa ketika sebuah DNS resolver (klien) menerima sebuah jawaban DNS, informasi tersebut akan di cache untuk jangka waktu tertentu. Sebuah nilai (yang di-set oleh administrator dari server DNS yang memberikan jawaban) menyebutnya sebagai time to live (masa hidup), atau TTL yang mendefinisikan periode tersebut. Saat jawaban masuk ke dalam cache, resolver akan mengacu kepada jawaban yang disimpan di cache tersebut; hanya ketika TTL usai (atau saat administrator mengosongkan jawaban dari memori resolver secara manual) maka resolver menghubungi server DNS untuk informasi yang sama.
Waktu propagasi (propagation time)
Satu akibat penting dari arsitektur tersebar dan cache adalah perubahan kepada suatu DNS tidak selalu efektif secara langsung dalam skala besar/global. Contoh berikut mungkin akan menjelaskannya: Jika seorang administrator telah mengatur TTL selama 6 jam untuk host www.wikipedia.org, kemudian mengganti alamat IP dari www.wikipedia.org pada pk 12:01, administrator harus mempertimbangkan bahwa ada (paling tidak) satu individu yang menyimpan cache jawaban dengan nilai lama pada pk 12:00 yang tidak akan menghubungi server DNS sampai dengan pk 18:00. Periode antara pk 12:00 dan pk 18:00 dalam contoh ini disebut sebagai waktu propagasi (propagation time), yang bisa didefiniskan sebagai periode waktu yang berawal antara saat terjadi perubahan dari data DNS, dan berakhir sesudah waktu maksimum yang telah ditentukan oleh TTL berlalu. Ini akan mengarahkan kepada pertimbangan logis yang penting ketika membuat perubahan kepada DNS: tidak semua akan melihat hal yang sama seperti yang Anda lihat. RFC1537 dapat membantu penjelasan ini.
DNS di dunia nyata
Di dunia nyata, user tidak berhadapan langsung dengan DNS resolver - mereka berhadapan dengan program seperti web brower (Mozilla Firefox, Safari, Opera, Internet Explorer, Netscape, Konqueror dan lain-lain dan klien mail (Outlook Express, Mozilla Thunderbird dan lain-lain). Ketika user melakukan aktivitas yang meminta pencarian DNS (umumnya, nyaris semua aktivitas yang menggunakan Internet), program tersebut mengirimkan permintaan ke DNS Resolver yang ada di dalam sistem operasi.
DNS resolver akan selalu memiliki cache (lihat diatas) yang memiliki isi pencarian terakhir. Jika cache dapat memberikan jawaban kepada permintaan DNS, resolver akan menggunakan nilai yang ada di dalam cache kepada program yang memerlukan. Kalau cache tidak memiliki jawabannya, resolver akan mengirimkan permintaan ke server DNS tertentu. Untuk kebanyakan pengguna di rumah, Internet Service Provider(ISP) yang menghubungkan komputer tersebut biasanya akan menyediakan server DNS: pengguna tersebut akan mendata alamat server secara manual atau menggunakan DHCP untuk melakukan pendataan tersebut. Jika administrator sistem telah mengkonfigurasi sistem untuk menggunakan server DNS mereka sendiri, DNS resolver umumnya akan mengacu ke server nama mereka. Server nama ini akan mengikuti proses yang disebutkan di Teori DNS, baik mereka menemukan jawabannya maupun tidak. Hasil pencarian akan diberikan kepada DNS resolver; diasumsikan telah ditemukan jawaban, resolver akan menyimpan hasilnya di cache untuk penggunaan berikutnya, dan memberikan hasilnya kepada software yang meminta pencarian DNS tersebut.
Sebagai bagian akhir dari kerumitan ini, beberapa aplikasi seperti web browser juga memiliki DNS cache mereka sendiri, tujuannya adalah untuk mengurangi penggunaan referensi DNS resolver, yang akan meningkatkan kesulitan untuk melakukan debug DNS, yang menimbulkan kerancuan data yang lebih akurat. Cache seperti ini umumnya memiliki masa yang singkat dalam hitungan 1 menit.
Penerapan DNS lainnya
Sistem yang dijabarkan diatas memberikan skenario yang disederhanakan. DNS meliputi beberapa fungsi lainnya:
• Nama host dan alamat IP tidak berarti terhubung secara satu-banding-satu. Banyak nama host yang diwakili melalui alamat IP tunggal: gabungan dengan pengasuhan maya (virtual hosting), hal ini memungkinkan satu komputer untuk malayani beberapa situs web. Selain itu, sebuah nama host dapat mewakili beberapa alamat IP: ini akan membantu toleransi kesalahan (fault tolerance dan penyebaran beban (load distribution), juga membantu suatu situs berpindah dari satu lokasi fisik ke lokasi fisik lainnya secara mudah.
• Ada cukup banyak kegunaan DNS selain menerjemahkan nama ke alamat IP. Contoh:, agen pemindahan surat Mail transfer agents(MTA) menggunakan DNS untuk mencari tujuan pengiriman E-mail untuk alamat tertentu. Domain yang menginformasikan pemetaan exchange disediakan melalui rekod MX (MX record) yang meningkatkan lapisan tambahan untuk toleransi kesalahan dan penyebaran beban selain dari fungsi pemetaan nama ke alamat IP.
• Kerangka Peraturan Pengiriman (Sender Policy Framework) secara kontroversi menggunakan keuntungan jenis rekod DNS, dikenal sebagai rekod TXT.
• Menyediakan keluwesan untuk kegagalan komputer, beberapa server DNS memberikan perlindungan untuk setiap domain. Tepatnya, tigabelas server akar (root servers) digunakan oleh seluruh dunia. Program DNS maupun sistem operasi memiliki alamat IP dari seluruh server ini. Amerika Serikat memiliki, secara angka, semua kecuali tiga dari server akar tersebut. Namun, dikarenakan banyak server akar menerapkan anycast, yang memungkinkan beberapa komputer yang berbeda dapat berbagi alamat IP yang sama untuk mengirimkan satu jenis services melalui area geografis yang luas, banyak server yang secara fisik (bukan sekedar angka) terletak di luar Amerika Serikat.
DNS menggunanakn TCP dan UDP di port komputer 53 untuk melayani permintaan DNS. Nyaris semua permintaan DNS berisi permintaan UDP tunggal dari klien yang dikuti oleh jawaban UDP tunggal dari server. Umumnya TCP ikut terlibat hanya ketika ukuran data jawaban melebihi 512 byte, atau untuk pertukaaran zona DNS zone transfer
Jenis-jenis catatan DNS
Beberapa kelompok penting dari data yang disimpan di dalam DNS adalah sebagai berikut:
• A record atau catatan alamat memetakan sebuah nama host ke alamat IP 32-bit (untuk IPv4).
• AAAA record atau catatan alamat IPv6 memetakan sebuah nama host ke alamat IP 128-bit (untuk IPv6).
• CNAME record atau catatan nama kanonik membuat alias untuk nama domain. Domain yang di-alias-kan memiliki seluruh subdomain dan rekod DNS seperti aslinya.
• [MX record]]' atau catatan pertukaran surat memetakan sebuah nama domain ke dalam daftar mail exchange server untuk domain tersebut.
• PTR record atau catatan penunjuk memetakan sebuah nama host ke nama kanonik untuk host tersebut. Pembuatan rekod PTR untuk sebuah nama host di dalam domain in-addr.arpa yang mewakili sebuah alamat IP menerapkan pencarian balik DNS (reverse DNS lookup) untuk alamat tersebut. Contohnya (saat penulisan / penerjemahan artikel ini), www.icann.net memiliki alamat IP 192.0.34.164, tetapi sebuah rekod PTR memetakan ,,164.34.0.192.in-addr.arpa ke nama kanoniknya: referrals.icann.org.
• NS record atau catatan server nama memetakan sebuah nama domain ke dalam satu daftar dari server DNS untuk domain tersebut. Pewakilan bergantung kepada rekod NS.
• SOA record atau catatan otoritas awal (Start of Authority) mengacu server DNS yang mengediakan otorisasi informasi tentang sebuah domain Internet.
• SRV record adalah catatan lokasi secara umum.
• Catatan TXT mengijinkan administrator untuk memasukan data acak ke dalam catatan DNS; catatan ini juga digunakan di spesifikasi Sender Policy Framework.
Jenis catatan lainnya semata-mata untuk penyediaan informasi (contohnya, catatan LOC memberikan letak lokasi fisik dari sebuah host, atau data ujicoba (misalkan, catatan WKS memberikan sebuah daftar dari server yang memberikan servis yang dikenal (well-known service) seperti HTTP atau POP3 untuk sebuah domain.
Nama domain yang diinternasionalkan
Nama domain harus menggunakan satu sub-kumpulan dari karakter ASCII, hal ini mencegah beberapa bahasa untuk menggunakan nama maupun kata lokal mereka. ICANN telah menyetujui Punycode yang berbasiskan sistem IDNA, yang memetakan string Unicode ke karakter set yang valid untuk DNS, sebagai bentuk penyelesaian untuk masalah ini, dan beberapa registries sudah mengadopsi metode IDNS ini.
Perangkat lunak DNS
Beberapa jenis perangakat lunak DNS menerapkan metode DNS, beberapa diantaranya:
• BIND (Berkeley Internet Name Domain)
• djbdns (Daniel J. Bernstein's DNS)
• MaraDNS
• QIP (Lucent Technologies)
• NSD (Name Server Daemon)
• PowerDNS
• Microsoft DNS (untuk edisi server dari Windows 2000 dan Windows 2003)
Utiliti berorientasi DNS termasuk:
• dig (the domain information groper)
Pengguna legal dari domain
Pendaftar (registrant)
Tidak satupun individu di dunia yang "memiliki" nama domain kecuali Network Information Centre (NIC), atau pendaftar nama domain (domain name registry). Sebagian besar dari NIC di dunia menerima biaya tahunan dari para pengguna legal dengan tujuan bagi si pengguna legal menggunakan nama domain tersebut. Jadi sejenis perjanjian sewa-menyewa terjadi, bergantung kepada syarat dan ketentuan pendaftar. Bergantung kepada beberpa peraturan penamaan dari para pendaftar, pengguna legal dikenal sebagai "pendaftar" (registrants) atau sebagai "pemegang domain" (domain holders)
ICANN memegang daftar lengkap untuk pendaftar domain di seluruh dunia. Siapapun dapat menemukan pengguna legal dari sebuah domain dengan mencari melalui basis data WHOIS yang disimpan oleh beberpa pendaftar domain.
Di (lebih kurang) 240 country code top-level domains (ccTLDs), pendaftar domain memegang sebuah acuan WHOIS (pendaftar dan nama server). Contohnya, IDNIC, NIC Indonesia, memegang informasi otorisatif WHOIS untuk nama domain .ID.
Namun, beberapa pendaftar domain, seperti VeriSign, menggunakan model pendaftar-pengguna. Untuk nama domain .COM dan .NET, pendaftar domain, VeriSign memegang informasi dasar WHOIS )pemegang domain dan server nama). Siapapun dapat mencari detil WHOIS (Pemegang domain, server nama, tanggal berlaku, dan lain sebagainya) melalui pendaftar.
Sejak sekitar 2001, kebanyakan pendaftar gTLD (.ORG, .BIZ, .INFO) telah mengadopsi metode penfatar "tebal", menyimpan otoritatif WHOIS di beberapa pendaftar dan bukan pendaftar itu saja.
Kontak Administratif (Administrative Contact)
Satu pemegang domain biasanya menunjuk kontak administratif untuk menangani nama domain. Fungsi manajemen didelegasikan ke kontak administratif yang mencakup (diantaranya):
• keharusan untuk mengikuti syarat dari pendaftar domain dengan tujuan memiliki hak untuk menggunakan nama domain
• otorisasi untuk melakukan update ke alamat fisik, alamat email dan nomor telepon dan lain sebagainya via WHOIS
Kontak Teknis (Technical Contact)
Satu kontak teknis menangani server nama dari sebuah nama domain. Beberapa dari banuak fungsi kontak teknis termasuk:
• memastikan bahwa konfigurasi dari nama domain mengikuti syarat dari pendaftar domain
• update zona domain
• menyediakan fungsi 24x7 untuk ke server nama (yang membuat nama domain bisa diakses)
Kontak Pembayaran (Billing Contact)
Tidak perlu dijelaskan, pihak ini adalah yang menerima tagihan dari NIC.
Server Nama (Name Servers)
Disebut sebagai server nama otoritatif yang mengasuh zona nama domain dari sebuah nama domain.