Kamis, 19 Februari 2009

LAPORAN OJT MINGGU KE-2 DI DUNIA PULSA SEPANDE SIDOARJO

Alo Teman2 aku Semuanya Hari ini aku nulis laporan OJT aku yang Minggu kedua.....
Aku nggak terasa uda dua minggu aku OJT di Dunia Pulsa SEPANDE aku dsana sebagai Marketingnya Dunia Pulsa. Sebenarnya laporan OJT aku nggak jauh dari minggu2 yang kemarin. Ilmu yang saya dapatkan dsini cuma sedikit, tapi kadang2 aku merasa bosan karena nggak ada kerja'an.Tapi mau nggak mau aku harus jalanin ini semua. Semoga aja saya bisa betah di sini....

OH iya ni teman2 laporan saya....

#. HARI SENIN TANGGAL 16 FEBRUARI 2009 :

1. Pekerjaan aku masih sama yaitu kirim iklan dunia pulsa di internet.
2. Mendesain WEB bila ada waktu luang.
3. Chatting sebagai marketting Dunia Pulsa.

#. HARI SELASA TANGGAL 17 FEBRUARI 2009 :

1. Untuk hari ini aku tidak masuk OJT karena izin hari ini aku lagi dapat musibah ibu aku masuk rumah sakit beliau sakit jadi aku harus nungguin beliau di Rumah sakit.

#. HARI RABU TANGGAL 18 FEBRUARI 2009 :

1. Mendesain WEB dikit2 sambil ngisi waktu luang.e
2. Melanjutkan mengirim iklan di internet.
3. Chatting sebagai marketing dunia pulsa.

#. HARI KAMIS TANGGAL 19 FEBRUARI 2009 :

1. Melanjutkan mengirim iklan di internet.
2. Chatting sebagai marketing dunia pulsa.

#. HARI JUM'AT TANGGAL 20 FEBRUARI 2009 :

1. Untuk hari ini tugas aku lain lagi sekarang aku disuruh bu Hanum untuk menggantikan pekerjaannya Naning karena Naning sudah tidak masuk OJT selama 4 hari aku nggak tau dia kemana dan dia juga tidak izin sama atasan saya beliau nyari2 Naning akhirnya pekerja'an dia diberikan kepada saya yaitu :
#. Membuat WEBnya Danhil Pulsa.
#. Mengirim iklannya Danhil Pulsa di internet.
#. Selain itu tugas saya harus juga dikerjakan sambil mengerjakan tugasnya Naning.
#. Chatting sebagai Marketing Dunia Pulsa untuk ngasih informasi kepada para agen yang sudah mendaftar pada kita sekaligus kita juga tukar informasi antar sesama marketing yang lain.

#. HARI SABTU TANGGAL 21 FEBRUARI 2009 :

1. Untuk hari Sabtu seperti biasa aku harus kesekolah untuk ngasih laporan OJT saya kepada pak Cipto (guru pembimbing saya). Sekaligus minta tanda tangan juga. Selain itu aku juga kangen banget sama temen2 semua kalau hari Sabtu kan anak2 pada datang kesekolah intuk ngasih laporan pda guru pembimbing mereka masing2. jadi sekalian kita melepas kangen kita semua.

#. HARI MINGGU TANGGAL 22 FEBRUARI 2009 :

1. Untuk hari Minggu itu adalah hari spesial untuk kumpul sama keluarga jadi kami semua libur. Apalagi aku kan jauh dari orang tua rumah aku di PASURUAN jadi aku disini itu kost setiap hari Minggu aku harus pulang kerumah ya maklum lah aku kan jauh dari orang tua sehinnga aku kangen banget sama ortu aku apalagi sama adek aku, jadi intinya hari Minggu aku harus pulang dan aku khususin hari itu untuk liburan bersama keluarga sekaligus refresing melepas stres........




Kamis, 12 Februari 2009

LAPORAN OJT MINGGU PERTAMA

Ini adalah laporan OJT aku yang Minggu pertama. Maaf ya aku baru bisa menulis laporan aku sekarang soalnya aku baru OJT. Aku OJT di Dunia Pulsa tempatnya di Sepande.

* HARI SENIN TANGGAL 9 PEBRUARI 2009 :

1. Membuat WEB untuk Dunia Pulsa.
2. Saya di suruh membuat EMAIL untuk chatting sebagai Marketing Dunia Pulsa.
3. Mengirim iklan lewat internet tentang Dunia Pulsa agar Dunia Pulsa bisa dikenal oleh masyarakat luas.

* HARI SELASA TANGGAL 10 PEBRUARI 2009 :

1. Kegiatanyya tidak beda dari hari2 yang kemarin hari ini aku masih disuruh mendisain WEB yang telah aku buat.
2. Mengirimkan iklan lewat internet.
3. Mendisain WEB saya sendiri.

* HARI RABU TANGGAL 11 PEBRUARI 2009 :

1. Mendisain WEB Dunia Pulsa.
2. Chatting sebagai Marketting Dunia Pulsa untuk melayani pelanggan Dunia Pulsa.
3. Mengirim iklan di internet.

* HARI KAMIS TANGGAL 12 PEBRUARI 2009 :

1. Mengirim iklan di internet.
2. Catting sebagai Marketting Dunia Pulsa unuk melayani pelanggan Dunia pulsa sekaligus tukar informasi antar sesama Agen.
3. Melanjutkan mendisain WEB.

* HARI JUM'AT TANGGAL 13 PEBRUARI 2009 :

1. Kegiatannya masih sama seperti hari2 kemarin yaitu Chatting sebagai Marketting Dunia Pulsa.
2. Melanjutkan mendisain WEB.
3. Mengirim iklan dan membuat iklan baru untuk Dunia Pulsa.

* HARI SABTU TANGGAL 14 PEBRUARI 2009 :

1. Untuk hari sabtu aku nggak ada kegiatan OJT karena aku cuma kesekolah untuk meminta tanda tangan pembimbing. Jadi hari sabtu libur dan cuma pergi kesekolah aja...

* HARI MINGGU TANGGAL 15 PEBRUARI 2009 :

1. Hari Minggu kan kegiatannya hari libur nasional jadi kita senua libur dirumah dan tidak ngapa2in. Hari Minggu itu waktunya kita kumpul sama keluarga dan refresing .....

Senin, 05 Januari 2009

Tools Network

alat yang dibutuhkan untuk membuat jaringan adalah sebagai berikut :
Tang Crimping
Connector RJ-45
Kabel UTP
Lan Card / Modem
Tester
Switch/Hub
Sambungan ke Internet
Konsumsi
Minuman segar....
-------------------------------------------------------------------------------------

1. Tang Crimping




Fungsi Crimping tools :

- memotong kabel
- melepas pembungkus kabel
- memasang konektor

2. Connector RJ - 45



RJ merupakan singkatan dari (Registered Jack). Merupakan konektor yang akan dipasangkan pada unjung kabel. Untuk kabel jaringan menggunakan tipe RJ45.

3. Kabel UTP




Kabel yang akan kita gunakan untuk membuat kabel jaringan dengan jenis
UTP
(Unshielded Twistet Pair). Biasanya saya menggunakan Merk Belden made in USA ataupun Belkin

4. LAN Card / Modem



Lan card adalah adalah sebuah kartu yang berfungsi sebagai jembatan dari komputer ke sebuah jaringan komputer. Modem adalah singkatan dari modulator-demodulator yaitu alat yang digunakan untuk menghantar dan menerima data dari sebuah PC ke PC lainnya melalui kabel telephone.

5. Tester


Digunakan untuk menguji hasil pemasangan kabel sudah benar atau belum.

6. Switch / Hub



Switch adalah perangkat jaringan yang bekerja di lapisan Data-link, mirip dengan bridge, berfungsi menghubungkan banyak segmen LAN ke dalam satu jaringan yang lebih besar. Hub perangkat penghubung Hub memiliki 4 - 24 port plus 1 port untuk ke server atau hub lain.

7. Sambungan ke Internet



Ini yang paling penting, jika tidak sambungan ke internet maka jaringan kitapun tidak bisa berinternet

Sumber Shurya


DHCP server

DHCP itu singkatan dari Dynamic Host Configuration Protocol yang adalah protokol yang berbasis arsitektur client/server yang dipakai untuk memudahkan pengalokasian alamat IP dalam satu jaringan. Sebuah jaringan lokal yang tidak menggunakan DHCP harus memberikan alamat IP kepada semua komputer secara manual. Jika DHCP dipasang di jaringan lokal, maka semua komputer yang tersambung di jaringan akan mendapatkan alamat IP secara otomatis dari server DHCP. Selain alamat IP, banyak parameter jaringan yang dapat diberikan oleh DHCP, seperti default gateway dan DNS server.



DHCP didefinisikan dalam RFC 2131 dan RFC 2132 yang dipublikasikan oleh Internet Engineering Task Force. DHCP merupakan ekstensi dari protokol Bootstrap Protocol (BOOTP).

Cara Kerja
Karena DHCP merupakan sebuah protokol yang menggunakan arsitektur client/server, maka dalam DHCP terdapat dua pihak yang terlibat, yakni DHCP Server dan DHCP Client.

* DHCP server merupakan sebuah mesin yang menjalankan layanan yang dapat "menyewakan" alamat IP dan informasi TCP/IP lainnya kepada semua klien yang memintanya. Beberapa sistem operasi jaringan seperti Windows NT Server, Windows 2000 Server, Windows Server 2003, atau GNU/Linux memiliki layanan seperti ini. DHCP server umumnya memiliki sekumpulan alamat yang diizinkan untuk didistribusikan kepada klien, yang disebut sebagai DHCP Pool. Setiap klien kemudian akan menyewa alamat IP dari DHCP Pool ini untuk waktu yang ditentukan oleh DHCP, biasanya hingga beberapa hari. Manakala waktu penyewaan alamat IP tersebut habis masanya, klien akan meminta kepada server untuk memberikan alamat IP yang baru atau memperpanjangnya.

* DHCP client merupakan mesin klien yang menjalankan perangkat lunak klien DHCP yang memungkinkan mereka untuk dapat berkomunikasi dengan DHCP Server. Sebagian besar sistem operasi klien jaringan (Windows NT Workstation, Windows 2000 Professional, Windows XP, Windows Vista, atau GNU/Linux) memiliki perangkat lunak seperti ini.
DHCP Client akan mencoba untuk mendapatkan "penyewaan" alamat IP dari sebuah DHCP server dalam proses empat langkah berikut:

1. DHCPDISCOVER: DHCP client akan menyebarkan request secara broadcast untuk mencari DHCP Server yang aktif.
2. DHCPOFFER: Setelah DHCP Server mendengar broadcast dari DHCP Client, DHCP server kemudian menawarkan sebuah alamat kepada DHCP client.
3. DHCPREQUEST: Client meminta DCHP server untuk menyewakan alamat IP dari salah satu alamat yang tersedia dalam DHCP Pool pada DHCP Server yang bersangkutan.
4. DHCPACK: DHCP server akan merespons permintaan dari klien dengan mengirimkan paket acknowledgment. Kemudian, DHCP Server akan menetapkan sebuah alamat (dan konfigurasi TCP/IP lainnya) kepada klien, dan memperbarui basis data database miliknya. Klien selanjutnya akan memulai proses binding dengan tumpukan protokol TCP/IP dan karena telah memiliki alamat IP, klien pun dapat memulai komunikasi jaringan.

Empat tahap di atas hanya berlaku bagi klien yang belum memiliki alamat. Untuk klien yang sebelumnya pernah meminta alamat kepada DHCP server yang sama, hanya tahap 3 dan tahap 4 yang dilakukan, yakni tahap pembaruan alamat (address renewal), yang jelas lebih cepat prosesnya.

Berbeda dengan sistem DNS yang terdistribusi, DHCP bersifat stand-alone, sehingga jika dalam sebuah jaringan terdapat beberapa DHCP server, basis data alamat IP dalam sebuah DHCP Server tidak akan direplikasi ke DHCP server lainnya. Hal ini dapat menjadi masalah jika konfigurasi antara dua DHCP server tersebut berbenturan, karena protokol IP tidak mengizinkan dua host memiliki alamat yang sama.

Selain dapat menyediakan alamat dinamis kepada klien, DHCP Server juga dapat menetapkan sebuah alamat statik kepada klien, sehingga alamat klien akan tetap dari waktu ke waktu.

Setting DHCP Server

SETTING PADA SERVER
untuk menset DHCP pada linux, gunakan langkah sebagai berikut :
#apt-get install dhcp3-server
[apabila blum terinstall maka akan keluar perintah atau tulisan untuk memasukan CD binary dari CD OS tersebut, terlebih kalau tidak asli, hhehehe]

backup file dhcpd.conf (opsional/antisipasi kesalahan setting)

#cp /etc/dhcp3/dhcpd.conf /etc/dhcp3/dhcp.conf.bak

edit file dhcpd.conf dan isi dengan argumen berikut :

authoritative;
subnet 10.0.0.0 netmask 255.0.0.0 {
range 10.182.0.100 10.182.0.200;
option domain-name-servers X.X.X.X, X.X.X.X;
option routers 10.182.0.68;
default-lease-time 600;
max-lease-time 7200;
}

X.X.X.X, X.X.X.X pada option domain-name-servers disesuaikan dengan DNS yang terdapat pada /etc/resolv.conf

restart konfigurasi dhcp server



Switching

Dalam dunia telekomunikasi, jaringan circuit switching adalah jaringan yang mengalokasikan sebuah sirkuit (atau kanal) yang dedicated diantara nodes dan terminal untuk digunakan pengguna untuk berkomunikasi. Sirkuit yang dedicated tidak dapat digunakan oleh penelepon lain sampai sirkuit itu dilepaskan, dan koneksi baru bisa disusun. Bahkan jika tidak ada komunikasi berlangsung pada sebuah sirkuit yang dedicated, kanal tersebut tetap tidak dapat digunakan oleh pengguna lain. Kanal yang dapat dipakai untuk hubungan telepon baru disebut sebagai kanal yang idle.


Untuk call setup dan pengendalian (dan keperluan administratif lainnya) dapat digunakan sebuah kanal pensinyalan yang dedicated dari node terakhir ke jaringan. ISDN adalah salah satu layanan yang menggunakan sebuah kanal pensinyalan terpisah. Plain Old Telephone Service (POTS) tidak memakai pendekatan ini.
Sebuah metoda untuk membangun, memonitor perkembangan, dan menutup sebuah koneksi adalah dengan memanfaatkan sebuah kanal terpisah untuk keperluan pengontrolan, misalnya untuk links antar telephone exchanges yang menggunakan CCS7 untuk komunikasi call setup dan informasi kontrol dan menggunakan TDM untuk transportasi data di sirkuit tersebut.
Sistem telepon zaman dahulu merupakan contoh penggunaan circuit switching. Pelanggan meminta operator untuk menghubungkan mereka dengan pelanggan lain, yang mungkin berada pada yang sama, atau melalui sebuah inter-exchange link dan operator lain. Dimanapun posisi para pelanggan ini, tetap terbentuk sebuah koneksi antar telepon kedua pelanggan selama hubungan telepon berlangsung. Kawat tembaga yang sedang digunakan untuk koneksi ini tidak dapat digunakan untuk hubungan telepon lain, walaupun para pelanggan ini tidak sedang berbicara dan jalur ini dalam kondisi tidak digunakan (silent).
Akhir-akhir ini sudah dapat dilakukan multiplexing terhadap berbagai koneksi yang terdapat pada sebuah konduktor, namun demikian tetap saja setiap kanal pada link yang mengalami multiplexing selalu berada pada salah satu dari dua kondisi ini : dedicated pada sebuah koneksi telepon, atau dalam keadaan idle. Circuit switching mungkin relatif tidak efisien karena kapasitas jaringan bisa dihabiskan pada koneksi yang sudah dibuat tapi tidak terus digunakan (walaupun hanya sebentar). Disisi lain, keuntungannya adalah cepatnya membuat koneksi baru, dan koneksi ini bisa digunakan dengan leluasa selama dibutuhkan.
Pendekatan lain adalah packet switching yang membagi data yang akan dikirimkan (misalnya, suara digital atau data komputer) menjadi kepingan-kepingan yang disebut paket, yang lalu dikirimkan melewati sebuah shared network. Jaringan packet switching tidak membutuhkan sebuah sirkuit khusus untuk melakukan koneksi. Dengan pendekatan ini banyak pasangan node dapat melakukan komunikasi yang hampir simultan pada kanal yang sama. Dengan tiadanya koneksi yang dedicated, masing-masing paket yang diberikan dilengkapi dengan alamat tujuan sehingga jaringan dapat mengirimkan paket tersebut ke tujuan yang diinginkan.
Kelebihan dari paket Switching

1. Jalur efisiensi yang lebih besar
2. Jalur dari simpul ke simpul dibagi secara di manamik beberapa paket sepanjang waktu.
3. Paket diantrikan dan ditransmisi secepat mungkin.
4. Konversi rate data
5. Setiap stasiun terhubung ke simpul lokal pada rate data yang sesuai.
6. Simpul pengangga data di butuhkan untuk penyangga rate.
7. Paket dapat diterima meskipun sedang sibuk
8. Pengiriman dapat saja terlambat.
9. Skala Prioritas dapat digunakan

Teknik Switching
* Stasiun pemecah pesan yang panjang dalam bentuk paket
* Paket dikirim segera ke jaringan
* Paket dikemas dalam 2 cara

1. Datagram (sebuah paket data yang mengandung alamat terminal atau komputer yang dituju dan bersifat bebas/terpisah dari paket lain yang berkaitan dengan transaksi yang sama)
2. Sirkuit Virtual

+ Rute sudah direncanakan dahulu, sebelum paket-paket dikirim.
+ Koneksi dibangun antara permintaan dan penerimaan.
+ Setiap paket mempunyai identifikasi sirkuit virtual sebagai alamat tujuan.
+ Setiap paket dapat mencari jalur sendiri.




Paket Tracer

Untuk menggunakan paket tracer langkah yang pertama ialah dengan menginstall software paket tracer tersebut di komputer anda. Kemudian ikuti langkah-langkah berikut :

* masuk paket racer 4.1 dan buatlah rangkaian jaringan dengan beberapa router dan di setiap satu router terhubung dengan satu PC.
* Hubungkan antara router dengan PC menggunakan kabel ethernet (kabel cross).
* Sedangkan antara router dengan PC menggunakan kabel serial.
* Jika anda bingung, maka gunakan pilihan yang ''automatic"
* Setelah semua terhubung mulailah mengkonfigurasi device satu persatu dengan meng-klik 2x pada gambar devics.
* Kemudian akan muncul sebuah kotak dialog, untuk menkonfigurasi lewat text pilih CLI karena kita akan dapat lebih menghafal perintah-perintah yang akan kita gunakan.
* Perintah-perintah yang biasa digunakan adalah :



1. Enable untuk masuk pada privilege command.
2. Kemudian ketik configure terminal untuk memulai mengkonfigurasi melalui terminal.
3. masuk Ethernet 0 untuk mengkonfigrasi Ethernet 0 dengan mengetikkan interface ethernet0.
4. Setting ip address. Ketik ip address [alamat ip] [subnet mask].
5. Ketik no shutdown untuk mengaktifkan.
6. Ketik exit untuk keluar dari intervace Ethernet0.
7. Masuk serial0 untuk mulai mengkonfigurasi serial0 Ketik interface serial0.
8. Setting ip address. Ketik ip address [alamat ip] [subnet mask].
9. Untuk serial harus diberi clock rate dan yang saya gunakan 64000, dengan mengetikkan clock rate 64000.
10. Ketik no shutdown untuk mengaktifkan.


Setelah kita selesai mengkonfigurasi Router. Sekarang kita akan mengkonfigurasi PC. Langkah-langkah yang dilakukan :

* Klik 2x pada gambar PC. Maka akan keluar kotak dialog seperti ini :


* Masuk pada menu config.
* Setting gateway. Sesuaikan IP gateway dengan IP router yang kita setting pada Ethernet0 di atasnya.
* Klik FastEthernet dan masukkan IP address beserta subnet mask.
* Setelah selesai mengkonfigurasi semua device, mulailah proses routing dengan langkah-langkah berikut :


STATIC ROUTING.

Jika kita akan menggunakan static routing. Kita juga dapat mengkonfigurasi melalui grafis atau text. JIka yang akan kita gunakan adalah mode text karena kita akan dapat lebih menghafal perintah-perintah yang akan kita gunakan. Klik pada router dan masuklah pada CLI.

1. Kemudian ketik configure terminal untuk memulai mengkonfigurasi melalui terminal.
2. Ketik ip route [ip tujuan] [subnet mask] [next hop] (Ip tujuan adalah alamat network yang akan kita tuju. Subnet mask adalah subnet mask alamat jaringan yang akan kita tuju. Next hope adalah gateway yang menghubungkan antar kedua jaringan tersebut)
3. Buatlah beberapa routing sesuai yang kita butuhkan dengan rumus yang sama.
4. Setelah semua konfigurasi selesai kita coba dengan mengeping jaringan tersebut.
5. Pertama ping semua PC dengan Router.
6. jika berhasil coba ping jaringan satu dengan jaringan lainnya yang mempunyai alamat jaringan yang berbeda.
7. jika succes berarti kita telah melakukan routing dengan benar namun jika gagal kita harus memeriksa routing yang telah kita lakukan.


Routing IP Protokol (RIP)

Jika akan menggunakan Routing Ip Protokol (Rip). Kita juga dapat mengkonfigurasi melalui grafis atau text juga.
Yang akan kita gunakan adalah mode text karena kita akan dapat lebih menghafal perintah-perintah yang akan kita gunakan. Klik pada router dan masuklah pada CLI.

1. Kemudian ketik configure terminal untuk memulai mengkonfigurasi melalui terminal.
2. Ketikkan router rip.
3. Ketikkan network [ip network router].
4. Masukkan ip network Ethernet dan ip network serial router tersebut.
5. Buatlah beberapa routing sesuai yang kita butuhkan dengan rumus yang sama.
6. Setelah semua konfigurasi selesai kita coba dengan mengeping jaringan tersebut.
7. Pertama ping semua PC dengan Router.
8. jika berhasil coba ping jaringan satu dengan jaringan lainnya yang mempunyai alamat jaringan yang berbeda.
9. jika succes berarti kita telah melakukan routing dengan benar namun jika gagal kita harus memeriksa routing yang telah kita lakukan.

Jika anda masih bingung lagi untuk perintah yang ada, cara simpelnya yaitu menggunakan icon-icon yang ada pada paket tracer. Misalnya jika ingin nge-ping maka gunakan icon surat dan bila menghapus device maka gunakan icon delete atau X.
Untuk penghitungan pada paket tracer tak jauh dengan mengkonfigurasi router. Menggunakan IP address yang beda pada setiap router. Misalkan terdiri dari 3 router yang berarti untuk router yang di tengah harus mempunyai 2 serial agar bisa menghubungkan antara router pertama dan ketiga.


Router Dinamis ( Quagga)

Mengkonfigurasi (menginstall software-nya) :

#apt-get update (jika belum update) atau
#apt-get install quagga (jika belum di insstall)

/span>

Kemudian konfigurasi akan berada pada /etc/quagga, dan edit file debian.conf dan daemons.conf.

1. Aktifkan (enable) daemon zebra dulu dan buat file konfigurasi kosong:


zebra=yes
bgpd=no
ospfd=no
ospf6d=no
ripd=no
ripngd=no
isisd=no

buat file kosong dan memberikan password dengan perintah :
#touch /etc/quagga/zebra.conf
#echo “password password” > /etc/quagga/zebra.conf

2. restart quagga dengan perintah : /etc/init.d/quagga restart, cek proses dengan: ps ax pastikan deamon zebra ada.

3. lakukan konfigurasi interface eth0, lo sit dll dengan zebra :

#telnet localhost zebra
masukan password

Perintah konfigurasi quagga mirip dengan perintah konfigurasi Cisco IOS kalau Anda sudah familiar dengan Cisco.

Setelah masuk ke quagga mari kita konfigurasi interface :
1. masuk ke terminal konfigurasi
#ena (enable konfigurasi)
#conf t # kalau lupa pake ? sebagai help-nya.
#hostname meezone(nama hostname)
#password ena passowrd (enable password)
#int eth0
#link-detect (kalau jalan atau nggak koneksi)
# ip addr 192.168.75.1/24 (set alamat ip)
#end
#write
#sh run (untuk melihat konfigurasi)

Baik, Anda sudah bisa mengkonfigurasi interface dengan zebra, jadi mengganti konfigurasi dengan perintah

#ifconfig eth0 192.168.75.1 netmask 255.255.255.0

2. Routing Statis
#conf t
#ip route 10.0.0.0/8 192.168.75.254 ( route ke 10.0.0.0/8 gateway 192.168.75.254

Oke anda bisa melakukan routing statik dengan zebra, mengganti perintah
#route add -net 10.0.0.0/8 gw 192.168.75.254

Selanjutnya karena quagga merupakan routing daemon dengan OSPF, RIP, BGP dll maka saatnya melakukan routing dinamis. Contoh sederhana akan menggunakan OSPF untuk routing pada INHERENT kami. Kami mendapatkan IP address inherent 167.205.132.27/29 (lupa lagi prefik networknya) dan alamat IP publik kami adalah 222.124.204.192/27 (telkom astinet nih). Kemudian local node terdekat adalah ITB mengalokasikan kami pada OSPF area 10.

Konfigurasinya :
1. Nyalakan daemon OSPF /etc/quagga/daemons.conf

zebra=yes
bgpd=no
ospfd=yes
ospf6d=no
ripd=no
ripngd=no
isisd=no

2. konfigurasi ospf
#telnet localhost ospf
set password dan hostname, sama spt di atas
#conf t
#router ospf
#network 167.205.132.0 area 10 (nanti di cek lagi perintahnya)
#redistribute connected (lupa lagi perintahnya)



Router Static dengan Debian

Melanjutkan materi tentang router, kali ini saya menjelaskan sedikit tentang sistematis router static pada Linux Debian. Hal yang pertama harus dipastikan dan di persiapkan ialah bahwa komputer anda sudah terinstall dengan Linux Debian dan juga mempunyai minimal 2 LAN Card.
Langkah selanjutnya yaitu silahkan masuk ke root melalui basis teks. Lalu ikuti langkah-langkah berikut :


* Setting IP pada kedua LAN card tersebut. Gunakan alamat yang berbeda segment pada kedua LAN card, guna mempermudah dalam melakukan routing. Misalkan LAN card pertama adalah eth0 yang terhubung dengan client dan LAN card kedua eth1 terhubung dengan hub atau switch.
* Untuk setting IP menggunakan perintah : /etc/network/interface atau dapat pula melalui mc -> .. -> etc -> network -> interface lalu klik f4 . Maka akan muncul seperti ini :

auto eth0
iface eth0 inet static
address 192.168.6.1
netmask 255.255.255.0
broadcast 192.168.10.255
network 192.168.6.0

auto eth1
iface eth1 inet static
address 192.168.10.2
netmask 255.255.255.0
gateway 192.168.10.1
broadcast 192.168.10.255
network 192.168.10.0

auto lo
iface lo inet loopback

* Setelah diubah-ubah atau setting IP jangan lupa untuk disimpan.
* Lalu restart dengan perintah : /etc/init.d/networking restart
* Untuk mengecek settingan kita ketik perintah : Ifconfig
* Jangan lupa untuk aktifkan IP foward dengan perintah : /etc/sysctl.conf lalu hapus tanda kres (#) agar aktif.
* Sekarang, saatnya untuk routing dengan cara:
#iptables –t nat –A POSTROUTING –s 192.168.1.0/24 –j MASQUERADE
#iptables-save
* Untuk nge-check proses routing itu ketik :
#iptables-t nat –n -L



Distance Vektor

Distance Vektor sendiri adalah sebuah alogaritma dalam menentukan IP pada proses routing. Algoritma ini cara kerjanya dengan membentuk tabel routing di jaringan adalah dengan cara setiap router memberikan informasi mengenai keadaan jaringanyang diketahui router tersebut kepada router-router tetangganya setiap selang waktu tertentu. Informasi keadaan jaringan tersebut adalah dalam bentuk distance-vector (vektor jarak), yaitu jumlah hop yang diperlukan untuk mencapai suatu jaringan. Router tetangga tersebut menyimpan dan mengolah informasi keadaan jaringan yang diterimanya dan juga me-nyampaikan informasi yang dimilikinya ke router- router tetangga yang lain. Hal ini terus berlangsung sampai seluruh router di jaringan mengetahui keadaan jaringan. Berikut contoh peng gunaan algoritma distance-vector.


Pada proses pengiriman datagram selalu menggunakan tabel routing. Datagram dapat dikirim langsung ke host tujuan atau harus melalui host lain terlebih dahulu tergantung pada tabel routing. Tabel routing terdiri dari entri-entri rute dan setiap entri rute paling tidak terdiri atas IP address, tanda untuk menunjukkan routing langsung atau tidak langsung, alamat router dan nomor interface. Semua router di jaringan baru dinyalakan. Pada saat ini semua router tidak memiliki informasi distance-vector kecuali pada dirinya sendiri. Informasi vektor jarak tersebut disimpan dalam bentuk tabel routing.
Dalam pembuatan tabel routing prosesnya ialah:

1. Tabel routing yang dimiliki masing-masing router akan berisi alamat jaringan yang terhubung langsung dengan router tersebut.
2. Secara periodik masing-masing router saling bertukar informasi sehingga isi tabel routing terisi lengkap (converged)
3. Jika terjadi perubahan topologi jaringan, maka router akan segera mengupdate informasi routing.
4. Proses update tiap-tiap router dilakukan secara bertahap.
5. Jika letak router jauh, maka dalam proses penerimaan informasi tentang perubahan jaringan akan lama pada suatu lokasi.
6. Terjadi masalah routing-loop akan menghabiskan BW.

Pada dasarnya macam-macam routing protokol yang menggunakan distance vektor ialah:

* RIP (Routing Information Protocol)

RIP menggunakan banyak lompatan sebagai metric. Setiap 15 hop count atau lompatan adalah nilai maksimalnya. Setiap 30 detik akan terjadi update dan default adminitrative-nya distance 120. Default adminitrative sendiri ialah tingkat kebenaran informasi routing yang di terima router dan berperan dalam proses pemilihan jalur.
RIP terdiri dari 2 versi:

1. Versi tidak suport VLSM (Virtual Length Subnet Mask) routing port standart. Informasi yang dipertukarkan seperti Host, Network, Subnet, rute default. Syarat saat menggunakan versi RIP 1 ini ialah routing harus berisi IP address tujuan, Metric yang menunjukan biaya total, IP address router yang perlu dilalui, flag apakah rute baru saja berubah. Namun pada versi ini terkesan tidakj aman karena tanpa autentikasi, rute dianggap internal jaringan dan mem-broadcast paket.
2. Versi suport VLSM. Enhacement yang digunakan sama dengan dengan versi 1, namun dengan beberapa fungsi baru. Mempunyai kemampuan baru yang diantaranya ialah Tag untuk rute external, subnetmask, alamat hop berikutnya, serta autitenkasi. Versi dua ini dapat membedakan antara rute internal da rute eksternal dan dapat menggunakan sebagai broadcast maupun multicast.

Adapun contohnya adalah sebagai berikut :
Pada saat awal, tabel routing masing-masing router mirip dengan tabel routing RIP A. Setelah router menjalankan algoritma vektor-jarak, router-router mulai memberikan informasi vektor-jarak ke tetangganya. Diasumsikan bahwa router A paling dulu mengirimkan informasi vektor-jarak ke router-router tetangganya, B dan C. Pada saat ini router A mengirimkan vektor-jarak jalur 2 dan 8. Dalam waktu yang hampir berdekatan router B juga mengirimkan vektor-jarak ke jalur 8,3,4. Router C dan D menerima informasi yang di-kirim oleh router A. Informasi tersebut diinterpretasi-kan bahwa informasi yang dikirimkan telah diterima. Vektor-jarak yang dikirim oleh B juga diterima oleh router A, D dan E. Router-router A, D dan E me-meriksa vektor-jarak yang diterima dan membanding-kannya dengan tabel routing yang dimiliki oleh masing-masing router. Dari proses ini masing-masing router mengetahui bahwa informasi yang diperoleh dari router pengirim belum terdapat dalam tabel routing. Dengan demikian, entri-entri tersebut di-masukkan ke tabel routing setiap router.Pada bagian berikutnya, A, D dan E berturut-turut dalam waktu yang hampir bersamaan mengirim-kan vektor-jarak ke tetangga masing-masing. Diasumsikan bahwa router A terlebih dahulu menerima vektor-jarak dari B sebelum mengirimkan vektor-jarak. Router A memeriksa informasi dari B tersebut lalu membandingkannya dengan entri tabel routing yang sudah ada. Hasil pemeriksaan menunjuk-kan entri B belum ada di tabel routing. Dari vektor-jarak yang dikirim D, router B mengetahui bahwa dapat mencapai B melalui jalur 3 dengan jarak 2 hop. Dengan demikian, informasi vektor-jarak untuk C dari B tidak digunakan oleh D. Pada saat yang hampir bersamaan pula router C menerima vektor-jarak dari A dan memperbaharui tabel routing yang dimilikinya.Router D mengirimkan vektor-jarak berdasar-kan tabel routing yang baru ke semua jalur yang ter-hubung dengan router D tersebut. Reouter-router yang menerima vektor-jarak dari D termasuk router B, kemudian memperbarui tabel routing masing-masing menggunakan algoritma vektor-jarak. Kemudian router B mengirimkan vektor-jarak berdasarkan tabel routing terbaru yang dimilikinya. Setelah tabel routing diperbarui, tabel routing di jaringan menjadi stabil dan tidak ada perubahan lagi sepanjang jaringannya tetap.
Kondisi jaringan tidak akan stabil untuk se-terusnya, terkadang ada jalur yang putus. Penyebab putusnyapun bermacam-macam, mulai dari kabel yang digigit tikus sampai yang terkena cangkul pada saat proyek pembangunan fisik. Apapun penyebab-nya, jalur yang putus menyebabkan kondisi jaringan berubah dan akan tampak dalam tabel routing. Setelah jalur 2 terputus, router A dan C segera mendeteksi. Semua entri di tabel routing yang meng-gunakan jalur 2 tidak dapat lagi digunakan dan hop untuk jalur itu di beri nilai tak terhingga.
Menghitung sampai tak terhingga menjadi muncul dalam kasus ini karena ketika router A meng-anggap router C telah mati, router B belum meng-anggap C telah mati atau sebaliknya. Pada jaringan diatas dapat terjadi router A telah menganggap router C mati dan menghapus entri C dari tabel routing, sementara router B masih belum menganggap router C mati.




Membuat Router dengan Linux RedHat

Pertama yang harus di lakukan adalah mensetting server(gateway utama) supaya bisa terhubung ke internet. Sebelum Mensetting :
1.Minta IP public ke ISP lengkap dengan netmask,broadcast dan dns nyamisalnya :
IP: 202.169.229.25 GATEWAY : 202.169.229.1 Netmask: 255.255.255.192
broadcast : 202.192.224.63 DNS1: 202.169.224.3 DNS2: 202.169.224.42
Menentukan IP local yang akan kita gunakan buat client Setting IP server :
1.[root@serv root]$ vi /etc/sysconfig/networklalu isi dengan :
NETWORKING=yes
HOSTNAME=serv.domain.com
GATEWAY=202.169.229.1
lalu simpan dengan menekan :wq


2.Menconfigurasi IP eth0(default)[root@serv root]$ vi /etc/sysconfig/network-scripts/ifcfg-eth0lalu isi dengan: DEVICE=eth0 BOOTPROTO=static IPADDR=202.169.229.25 BROADCAST=202.169.229.63 NETMASK=255.255.255.192 ONBOOT=yes USERCTL=no.
lalu simpan dengan menekan :wq
3.Setting dns resolve[root@serv root]$ vi /etc/resolve.conf lalu isi dengan name server dari isp kita tadi: name server 202.169.224.3 name server 202.169.224.4 lalu simpan dengan menekan :wq
4.Setting ip_forwarding[root@serv cachak]$ vi /etc/sysctl.conf rubah net.ipv4.ip_forward = 0 menjadi net.ipv4.ip_forward = 1 atau kalau tidak ada net.ipv4.ip_forward = 0 tambahin net.ipv4.ip_forward = 1 simpan dengan menekan :wq
5.Restart network[root@serv cachak]$ /etc/init.d/network restart
Shutting down interface eth0: [ OK ]
Shutting down loopback interface: [ OK ]
Disabling IPv4 packet forwarding: [ OK ]
Setting network parameters: [ OK ]
Bringing up loopback interface: [ OK ]
Bringing up interface eth0: [ OK ]
[root@www root]#chkconfig –level 2345 network on[root@www root]#
6.Testing dengan ping ke default gateway 202.169.229.1 [root@serv root]
ping 202.159.121.1
Pinging 202.169.229.1
with 32 bytes of data:
Reply from 202.169.229.1 : bytes=32 time=10ms TTL=63
Reply from 202.169.229.1: bytes=32 time=10ms TTL=63
Reply from 202.169.229.1: bytes=32 time=10ms TTL=63
Reply from 202.169.229.1: bytes=32 time=10ms TTL=63
Ping statistics for 202.169.229.1:Packets: Sent = 4, Received = 4, Lost = 0 (0% loss),
Approximate round trip times in milli-seconds:
Minimum = 10ms, Maximum = 10ms, Average = 10ms7.
Testing untuk ngeping google.com untuk ngecek dns-nya kalau muncul :
PING google.com (216.239.39.99) 56(84) bytes of data, berarti dns kita untuk server sudah bekerja, tapi kalau muncul :
ping: unknown host google.com. berarti dns yang kita isikan di /etc/resolve.conf masih salah, silahkan cek lagi ke ISP-nya (bereskan sudah setting IP untuk servernya) supaya server ini bisa sekaligus di gunakan sebagai dns server oleh client maka harus di install daemon bind atau daemon name server yang lain atau kalau sudah ada tinggal dinyalakan
Bind nya [root@www root]# /etc/init.d/named restart
Stopping named: [ OK ]
Starting named: [ OK ][root@www root]#chkconfig –level 2345
named on[root@www root]#
misalnya ip ke client adalah :192.168.0.1/24IP : 192.168.0.1
netmask : 255.255.255.0broadcast : 192.168.0.255
RANGE IP CLIENT : 192.168.0.2-192.168.0.254
Setting ip untuk eth1 (yang ke client) :
1.memberi IP 192.168.0.1 di eth1[root@serv cachak]$ vi /etc/sysconfig/network-scripts/ifcfg-eth1 lalu isi dengan :
DEVICE=eth1
BOOTPROTO=static
IPADDR=192.168.0.1
NETMASK=255.255.255.0
BROADCAST=192.168.0.255
ONBOOT=yes
USERCTL=no
lalu simpan dengan menekan :wq
2.Restart networknya [root@serv root]$ /etc/init.d/network restart
Shutting down interface eth0: [ OK ]
Shutting down interface eth1: [ OK ]
Shutting down loopback interface: [ OK ]
Disabling IPv4 packet forwarding: [ OK ]
Setting network parameters: [ OK ]
Bringing up loopback interface: [ OK ]
Bringing up interface eth0: [ OK ]
Bringing up interface eth1: [ OK ]
3.Testing dengan cara:
ping ip eth1[root@serv cachak]$ ping 192.168.0.1
PING 192.168.0.1 (192.168.0.1) 56(84)
bytes of data.64 bytes from 192.168.0.1: icmp_seq=1 ttl=63 time=0.356 ms64
bytes from 192.168.0.1: icmp_seq=2 ttl=63 time=0.269 ms64
bytes from 192.168.0.1: icmp_seq=3 ttl=63 time=0.267 ms64
bytes from 192.168.0.1: icmp_seq=4 ttl=63 time=0.268 ms— 192.168.0.1
ping statistics —4 packets transmitted, 4 received, 0% packet loss, time 2997msrtt min/avg/max/mdev = 0.267/0.290/0.356/0.038 ms
Tinggal Setting IP computer client dengan ketentuan di bawah ini :
IP: 192.168.0.2 - 192.168.0.254
GATEWAY: 192.168.0.1
NETMASK: 255.255.255.0
BROADCAST: 192.168.0.255
NAMESERVER: 192.168.0.1
misal :Client01===============================
IP: 192.168.0.2
GATEWAY: 192.168.0.1
NETMASK: 255.255.255.0
BROADCAST: 192.168.0.255
NAMESERVER: 192.168.0.1
Client02===============================
IP: 192.168.0.3GATEWAY: 192.168.0.1
NETMASK: 255.255.255.0
BROADCAST: 192.168.0.255
NAMESERVER: 192.168.0.1
dan seterusnya sesuai banyaknya client,yang berubah hanya IP untuk client windows maka setting IP di bagian Start Menu/Setting/Control Panel/Network. Setelah di setting ip client, maka coba ping ke 192.168.0.1 dari client,kalau berhasil berarti client dan servernya sudah tersambung.
Setting server supaya client bisa internet dengan menggunakan NAT.
1.Matikan ip tablesnya[root@serv root]# /etc/init.d/iptables stopFlushing all chains: [ OK ]Removing user defined chains: [ OK ] Resetting built-in chains to the default ACCEPT policy: [ OK ][root@serv root]#
2.Tambahkan iptables untuk Source NAt sesuai dengan ip di eth0[root@serv root]# /sbin/iptables -t nat -A POSTROUTING -o eth0 -s 192.168.0.0/24 -j SNAT –to-source 202.159.121.2[root@serv root]# /sbin/iptables-save > /etc/sysconfig/iptables[root@serv root]# /etc/init.d/iptables restartFlushing all current rules and user defined chains: [ OK ]Clearing all current rules and user defined chains: [ OK ]Applying iptables firewall rules: [ OK ][root@serv root]# iptables-save.
Sekian dari saya. Trima Kasih .


Perintah Dasar Linux Debian

Ini sebagian perintah dasar yang sering digunakan dalam linux debian, karen sebagian besar perintah yang digunakan sama dengan standart LINUX yang lain [RedHat & Suse]:

1. ls : melihat isi direktori yang aktif

contoh : debian:/# cd /root

debian:/root# ls –à menampilkan isi direktori root

2. cat : melihat isi file secara keseluruhan

contoh : debian:/# cat [nama_file]

3. more : menampilkan isi file per layer

contoh : debian:/#more [nama_file]



4. tail : menampilkan sepuluh baris terakhir

contoh: debian:/#tail [nama_file]

5. less : melihat isi file tetapi yang bisa discroll

contoh: debian:/#less [nama_file]

6. cp : mengkopi file

contoh: debian:/#cp file1 /home —-à mengkopi file1 dari root ke direktori home

7. mv : memindahkan file

contoh: debian:/#mv file1 /home

8. rm : menghapus file

contoh: debian:/#rm [nama_file]

9. mkdir : membuat direktori

contoh: debian:/#mkdir [nama_direktori]

10. rmdir : menghapus direktori

contoh: debian:/#rmdir [nama_direktori]

11. cd : pindah direktori

contoh: debian:/#cd root —à pindah ke direktori root


Router ..

Bertemu lagi bersama saya dan saat ini, saya akan memposting tentang router. Waktu pertama kali mendengar kata router, saya sangat binung, terlebih lagi saat membedakan router dengan switch, memang bedanya apa ya?! Akhirnya setelah mencari-cari tahu [bukan tempe]saya mendapatkan pengertiannya. Semoga kilasan ini dapat bermanfaat.
Router adalah sebuah alat jaringan komputer yang mengirimkan paket data melalui sebuah jaringan atau Internet menuju tujuannya, melalui sebuah proses yang dikenal sebagai routing. Proses routing terjadi pada lapisan 3 (Lapisan jaringan seperti Internet Protocol) dari stack protokol tujuh-lapis OSI. Sedangkan pengertian switch sendiri ialah sebuah alat jaringan yang melakukan bridging transparan (penghubung segementasi banyak jaringan dengan forwarding berdasarkan alamat MAC). Switch jaringan dapat digunakan sebagai penghubung komputer atau router pada satu area yang terbatas, switch juga bekerja pada lapisan data link, cara kerja switch hampir sama seperti bridge, tetapi switch memiliki sejumlah port sehingga sering dinamakan multi-port bridge.


Router berfungsi sebagai penghubung antar dua atau lebih jaringan untuk meneruskan data dari satu jaringan ke jaringan lainnya. Router berbeda dengan switch. Switch merupakan penghubung beberapa alat untuk membentuk suatu Local Area Network (LAN).
Analogi Router dan Switch
Sebagai ilustrasi perbedaan fungsi dari router dan switch adalah switch merupakan suatu jalanan, dan router merupakan penghubung antar jalan. Masing-masing rumah berada pada jalan yang memiliki alamat dalam suatu urutan tertentu. Dengan cara yang sama, switch menghubungkan berbagai macam alat, dimana masing-masing alat memiliki alamat IP sendiri pada sebuah LAN.
Router sangat banyak digunakan dalam jaringan berbasis teknologi protokol TCP/IP, dan router jenis itu disebut juga dengan IP Router. Selain IP Router, ada lagi AppleTalk Router, dan masih ada beberapa jenis router lainnya. Internet merupakan contoh utama dari sebuah jaringan yang memiliki banyak router IP. Router dapat digunakan untuk menghubungkan banyak jaringan kecil ke sebuah jaringan yang lebih besar, yang disebut dengan internetwork, atau untuk membagi sebuah jaringan besar ke dalam beberapa subnetwork untuk meningkatkan kinerja dan juga mempermudah manajemennya. Router juga kadang digunakan untuk mengoneksikan dua buah jaringan yang menggunakan media yang berbeda (seperti halnya router wireless yang pada umumnya selain ia dapat menghubungkan komputer dengan menggunakan radio, ia juga mendukung penghubungan komputer dengan kabel UTP), atau berbeda arsitektur jaringan, seperti halnya dari Ethernet ke Token Ring.
Router juga dapat digunakan untuk menghubungkan LAN ke sebuah layanan telekomunikasi seperti halnya telekomunikasi leased line atau Digital Subscriber Line (DSL). Router yang digunakan untuk menghubungkan LAN ke sebuah koneksi leased line seperti T1, atau T3, sering disebut sebagai access server. Sementara itu, router yang digunakan untuk menghubungkan jaringan lokal ke sebuah koneksi DSL disebut juga dengan DSL router. Router-router jenis tersebut umumnya memiliki fungsi firewall untuk melakukan penapisan paket berdasarkan alamat sumber dan alamat tujuan paket tersebut, meski beberapa router tidak memilikinya. Router yang memiliki fitur penapisan paket disebut juga dengan packet-filtering router. Router umumnya memblokir lalu lintas data yang dipancarkan secara broadcast sehingga dapat mencegah adanya broadcast storm yang mampu memperlambat kinerja jaringan.
Secara umum, router dibagi menjadi dua buah jenis, yakni:

* static router (router statis): adalah sebuah router yang memiliki tabel routing statis yang diset secara manual oleh para administrator jaringan.
* dynamic router (router dinamis): adalah sebuah router yang memiliki dab membuat tabel routing dinamis, dengan mendengarkan lalu lintas jaringan dan juga dengan saling berhubungan dengan router lainnya.


Ternyata kalau cara kerja, si router ini mirip dengan bridge jaringan, yakni mereka dapat meneruskan paket data jaringan dan dapat juga membagi jaringan menjadi beberapa segmen atau menyatukan segmen-segmen jaringan. Akan tetapi, router berjalan pada lapisan ketiga pada model OSI (lapisan jaringan), dan menggunakan skema pengalamatan yang digunakan pada lapisan itu, seperti halnya alamat IP. Sementara itu, bridge jaringan berjalan pada lapisan kedua pada model OSI (lapisan data-link), dan menggunakan skema pengalamatan yang digunakan pada lapisan itu, yakni MAC address.
Lalu, kapan penggunaan bridge jaringan dilakukan dan kapan penggunakan router dilakukan? Bridge, sebaiknya digunakan untuk menghubungkan segmen-segmen jaringan yang menjalankan protokol jaringan yang sama (sebagai contoh: segmen jaringan berbasis IP dengan segmen jaringan IP lainnya). Selain itu, bridge juga dapat digunakan ketika di dalam jaringan terdapat protokol-protokol yang tidak bisa melakukan routing, seperti halnya NetBEUI. Sementara itu, router sebaiknya digunakan untuk menghubungkan segmen-segmen jaringan yang menjalankan protokol jaringan yang berebeda (seperti halnya untuk menghubungkan segmen jaringan IP dengan segmen jaringan IPX.) Secara umum, router lebih cerdas dibandingkan dengan bridge jaringan dan dapat meningkatkan bandwidth jaringan, mengingat router tidak meneruskan paket broadcast ke jaringan yang dituju. Dan, penggunaan router yang paling sering dilakukan adalah ketika kita hendak menghubungkan jaringan kita ke Internet.




Windows 2000

SEJARAH

Windows 2000 sempat dikenal dengan kode "Cairo, tetapi tidak jadi diluncurkan sehingga tidak memiliki kode khusus. Kemudian Microsoft merubah nama windows NT 5.0 menjadi Windows 2000 pada tanggal 27 Oktober 1988. Pada 27 September 1997 Windows 2000 Beta 1 dirilis kemudian microsoft melakukan perbaikan pada windows 2000 Beta 2 dan pada versi Beta 3, yang merupakan terdahulu dari versi Release Candidate (RC) yang diluncurkan 29 April 1999.
Tercatat 3 buah versi RC yang diluncurkan microsoft dari windows 2000 Beta 3 ini, antara bulan Juli hingga November 1999. Selanjutnya microsoft merilis versi RTM (RElase to Manufacture) dari windows pada tanggal 12 Desember 2000. Windows 2000 banyak disebut sebagai sistem operasi paling stabil pada zamannya, namun pada arsitektur layanan direktory, masih leih unggul dibanding Novell Directory Service (NDS)

Pada tanggal 29 September 2000, Microsoft merilis versi Windows 2000 Datacenter Edition. Pada tanggal 15 Agustus 2000, Microsoft merilis Service Pack 1 (SP1) untuk Windows 2000, dan Windows 2000 Service Pack 2 (SP2) pada tanggal 16 Mei 2001. Selanjutnya, pada tanggal 29 Agustus 2002, Windows 2000 Service Pack 3 pun diluncurkan, dan diikuti oleh Windows 2000 Service Pack 4 pada tanggal 26 Juni 2003. Sayangnya, Microsoft mengatakan, bahwa mereka tidak akan merilis Service Pack lagi untuk Windows 2000, untuk membuatnya menjadi Service Pack 5, atau service pack yang lebih baru lagi. Pada tahun 2005, akhirnya Microsoft pun merilis Roll-up Update untuk Windows 2000 Service Pack 4, daripada harus meluncurkan Windows 2000 Service Pack 5. Pada tahun 2001, seiring dengan diluncurkannya Microsoft Windows XP, pasar Windows 2000 Professional pun menjadi lebih sedikit, karena pasar Windows XP lebih ditujukan untuk menggantikan Windows 9x yang sangat populer saat itu. Akan tetapi, Windows 2000 Server masih belum tergantikan oleh "Windows XP Server" yang kala itu masih belum dirilis. Ketika Windows Server 2003 dirilis, akhirnya pasar Windows 2000 pun seolah 'dibunuh' oleh adiknya sendiri.
Sebenarnya, Microsoft telah mengembangkan sebuah versi Windows 2000 yang ditujukan untuk pasar pengguna rumahan dan sebagai pengganti Windows 9x, yang dinamai sebagai "Windows Neptune". Akan tetapi, versi tersebut hanya diterbitkan versi alpha-nya saja, dan tidak pernah dirilis versi resminya. Microsoft pun akhirnya membuat Windows ME (Millennium Edition) untuk merealisasikan sistem operasi yang dapat digunakan untuk pengguna rumahan. Unsur-unsur dalam Windows Neptune pun dimasukkan ke dalam Windows Whistler (atau dikenal dengan Windows XP). Satu-satunya elemen dari proyek Windows tersebut ke dalam Windows 2000 versi rilis adalah Windows 95, dan Windows 98 dapat di-upgrade menjadi Windows 2000, dan dukungan untuk sistem berkas FAT32.


Fitur

Windows 2000 menambahkan beberapa fitur baru, yaitu:
1. Active Directory yang baru
2. Image Preview
3. Browser Explorer yang baru, yaitu Internet Explorer 5.0.
4. Dukungan untuk Microsoft DirectX. Sebelumnya dalam Windows NT 4.0 hanya mendukung akselerasi OpenGL saja.
5. Windows Media Player 6.4 terintegrasi. Akan tetapi, versi Windows Media Player tersebut dapat diinstalasikan di dalam versi Windows NT 4.0.
6. Plug And Play yang lebih canggih, sehingga memasang hardware tertentu dapat langsung berjalan tanpa harus melalui proses restart.
7. Menggunakan driver untuk hardware berbasis Windows Driver Model atau dikenal juga dengan WDM.
8. Dukungan untuk manajemen daya yang lebih baik, yaitu ACPI (Advanced Configuration and Power Interface) yang dapat menghemat daya, utamanya ketika digunakan pada komputer portabel seperti halnya laptop atau notebook.
9. Terminal Service yang telah terintegrasi. Sebelumnya pada Windows NT 4, Microsoft meluncurkan sebuah versi Windows NT tersendiri yang disebut dengan Windows NT 4 Terminal Services.

VERSI

Windows 2000 terbagi menjadi beberapa versi, yaitu:
* Windows 2000 Professional, yang ditujukan untuk untuk menggantikan Windows NT Workstation 4.0
* Windows 2000 Server, yang ditujukan untuk menggantikan Windows NT Server 4.0
* Windows 2000 Advanced Server, yang ditujukan untuk menggantikan Windows NT Enterprise Server
* Windows 2000 Datacenter Server, yang merupakan sebuah kasta baru dalam sistem operasi Windows 2000, yang ditujukan sebagai pengelola pusat basis data yang sangat dibutuhkan dalam pasar korporat.
* Windows 2000 Limited Edition, yang didesain secara khusus untuk mikroprosesor Intel Itanium yang menggunakan arsitektur IA-64 dari Intel Corporation.


Kekurangan .

Piranti lunak besutan Microsoft lagi-lagi diobok-obok para dedemit dunia maya. Sistem operasi Windows 2000 kedapatan berlubang yang memungkinkan komputer dieksploitasi secara remote tanpa melibatkan pengguna.
Parahnya, kode berisi eksploitasi celah kritis di Windows 2000 itu dirilis di Internet. Hal ini membuat Windows 2000 terancam serangan berskala besar, tak menutup kemungkinan serangan worm berbahaya seperti Zotob.

Seperti dilansir vnunet dan dikutip detikINET, Senin (20/11/2006), ada keringkihan yang mempengaruhi Workstation Service di Windows 2000 dalam hal request file dan print.
Meski Microsoft sudah menyediakan software penambal (patch) MS06-070 Workstation Service untuk 'mengobati' masalah ini, Windows 2000 disinyalir belum aman dari serangan. Hanya dalam waktu dua hari setelah patch meluncur, kode eksploitasi celah tersebut terbit di Internet dan berisiko meningkatkan ancaman Windows.
"Microsoft sudah menambal 13 celah bulan ini, satu diantaranya bisa dimanfaatkan untuk menghasilkan worm guna mengeksploitasi Windows 2000," kata vendor antivirus McAfee.
Lebih lanjut menurut McAfee, celah tersebut kemungkinan besar bisa menyebabkan Windows 2000 diserang habis-habisan layaknya serangan worm Zotob.
Sekedar informasi, worm Zotob menyebar hanya beberapa hari sesudah Microsoft mengeluarkan tambalan untuk mengatasi masalah celah yang mirip kasus di atas. Zotob menyusup ke begitu banyak komputer perusahaan bersistem operasi Windows 2000, mengacaukan sekitar 250.000 komputer dan menyebabkan komputer mati-hidup.

Salah satu masalah dengan Windows NT 4.0 adalah bahwa Terminal Server Edition dibangun di atas kernel Windows NT 4.0 yang telah dimodifikasi yang membutuhkan service pack dan hotfix-nya sendiri. Dan, masalah ini telah terselesaikan selama proses pendesainan Windows 2000 (Codename: NT 5), ketika semua modifikasi yang dibutuhkan pada level kernel untuk mengizinkan operasi multi-user pada Windows 2000 telah diintegrasikan ke dalam kernel dari awal. Selain itu, layanan Windows yang bersangkutan dan juga device driver juga telah mendukung sistem ini, mengingat semua Windows 2000 dibuat berbasiskan kode yang sama.
Tidak seperti pendahulunya, Windows 2000 tidak mengharuskan para penggunanya untuk membeli sistem operasi terpisah hanya untuk memperoleh fitur multi-user, karena Windows 2000 Server telah memilikinya, meski dimatikan pada saat instalasi. Pengguna hanya diharuskan untuk mengaktifkan komponen tersebut secara manual
Dibandingkan dengan Windows NT 4.0 Server Terminal Server Edition, layanan Terminal Services dalam Windows 2000 mencakup fitur penggunaan printer dan juga clipboard milik klien, yang disebut dengn printer redirection dan clipboard redirection. Selain itu, TS dalam Windows 2000 juga dapat memantau sesi koneksi klien: satu pengguna dapat melihat sesi pengguna lainnya dan dengan beberapa konfigurasi permisi, pengguna tersebut dapat berinteraksi dengannya.
Untuk meningkatkan integrasi klien dengan server berbasis Windows 2000, protokol yang digunakannya, Remote Desktop Protocol (RDP) telah dioptimalkan, dan memperkenalkan fitur-fitur baru, seperti bitmap-caching, dan akses terhadap perangkat yang terhubung dalam komputer klien. Selain itu, Windows 2000 juga menawarkan tambahan Application Programming Interface (API) bagi para programmer.


Men set-up conect internet .
CONNECT TO CENTRIN INTERNET FOR WINDOWS 2000

Windows 2000 secara default telah memiliki Internet Explorer. Anda cukup men-setup Dial-Up Connections dan proxy saja. Sebelumnya pastikan bahwa modem Anda sudah terpasang dan drivernya telah terinstall dengan baik. Berikut ini adalah cara setup secara manual.
1. Klik "Start", "Settings", "Network and Dial-up Connections" yang akan memunculkan window Network and Dial-up Connections.
2. Klik 2x pada "Make New Connection".

3. Setelah muncul window Network Connection Wizard, klik "Next".
4. Pindahkan option ke "Dial-up to the Internet", klik "Next".

5. Pada Internet Connection Wizard, pilih option ke-3 "I want to set up my Internet connection manually, or I want to connect through a local area network (LAN).", lalu klik "Next".
6. Pada pertanyaan "How do you connect to the Internet?", pastikan option "I connect through a phone line and a modem", lalu klik "Next".
7. Isilah Telephone dengan No Access yang sesuai. Jika Anda tidak berada di luar kota, silakan matikan option "Use area code and dialing rules".

8. Pada window yang sama, klik "Advanced...". Lalu klik tab Addresses di bagian atas, lalu pindahkan option pada bagian DNS server address, ke pilihan option "Always use the following:", kemudian masukan
Primary DNS server: 202.146.255.3
Alternate DNS server: 202.146.255.5
Klik "OK", setelah kembali ke window sebelumnya, klik "Next".

9. Masukan user dan password login ketika Anda mendaftar, lalu klik "Next".
10. Masukan Centrin pada isian "Connection Name", lalu klik "Next".
11. Pada pertanyaan "Do you want to set up an Internet mail account now?", jawab "Yes".
12. Masukan nama yang ingin ditampilkan pada identitas pengiriman email Anda pada "Display name", lalu klik "Next".
13. Masukan email address Anda pada "E-mail address", lalu klik "Next".
14. Pada E-mail Server Names, masukan "Incoming mail (POP3, IMAP or HTTP) server" dan "Outgoing mail (SMTP) server" sesuai dengan daftar yang dapat Anda liat di sini. Klik "Next".

15. Masukan email account pada "Account name" dan "Password" email Anda, lalu klik "Next".
Catatan: user login dan email account biasanya memiliki nama yang sama.
16. Klik "Finish".
17. Silakan buka "Internet Explorer", klik "Connect" pada window "Dial-up Connection" dan Anda siap untuk berselancar!
Catatan: Agar selalu mendapatkan data yang terbaru, silakan update setting proxy Internet Explorer Anda.




Install cLient-ServeR

A.INSTALASI CLIENT DENGAN LINUX RedHat

1. Pertama dalam menginstall client kita pilih dulu OS yang akan kita pakai,nah saat
ini kita coba Install komputer dengan menggunakan Linux RedHat

2. Jika sudah selesai menginstal Linux RedHat,instal Rdekstop pada komputer
dengan cara :-Masuk pada linux RedHat yang berbasis text
-Ketik : cd/mnt/cdrom/
-Tekan Enter
-Ketik "ls" untuk melihat directory
-Ketik : cd RedHat/RPMS (ingat tulisan RPMS ini harus huruf balok !)
-Ketik : rpm-ivh rdekstop-1.2.0-1.i386.rpm
-Tunggu beberapa saat untuk menunggu rdekstop terinstal
-Ketik rd kemudian tab untuk melihat apakah rdekstop sudah terinstal atau
belum
-Atau dengan mengetik rpm-qa|grep rdekstop untuk melihat program rdekstop .



3. Jika Rdekstop sudah terinstal,masuk pada RedHat berbasis grafis dengan
menekan : Ctrl+Alt+F7

4. Kemudian Pilih dan Klik Start

5. Pilih dan klik Run Programe

6. Ketik : rdekstop "alamat IP address server"

7. Klik OK

8. Kemudian akan muncul rdekstop .

9. Selain itu, bisa juga dengan meng-klik Start lalu pilih system tools kemudian
klik terminal lalu ketikrdekstop "alamat IP address server"

B. INSTALASI TERMINAL SERVER DENGAN WINDOWS 2000 SERVER

Setelah kita menginstall rdekstop kita lalu menginstall terminal server .Terminal Server yaitu Aplikasi Remote Access yang ada di windows server. Terminal Server di gunakan untuk meremote Server dan juga bisa di gunakan untuk MenSharing ke Beberapa PC (mengunakan server dari beberapa PC lain. Caranya :

1. Klik Start cari Administrative tools >> Buka Terminal Service Configuration
2. Setelah membuka Terminal Service Configuration >> pilih Action >> lalu Creat New
Connection
3. Setelah itu akan keluar Connection Type yang akan kita gunakan, Citrix dan
Microsoft RDP, pilih Microsoft RDP
4. Selanjut nya pilih Data Encryption >> saya memilih Client Compatible
5. Lalu masuk ke Remote Control
6. Kemudian masuk ke Transport Type
7. Pilih Network Adapter yang akan di gunakan, jika kita mengukan 2 interface

Setelah berhasil membuat Connection Baru kita buka Terminal Services Manager untuk melihat User mana saja yang berhasil masuk ke server kita, dari sini kita bisa juga melakukan disconnect terhadap user. Untuk meningkatkan keamanan buat user-user siapa saja yang boleh login ke terminal server kita caranya dengan :

Buka Computer Management >> pilih Local Users dan Groups >> Pilih Groups dan cari
Remote Desktop Users.

di Remote Desktop Users itulah kita menambahkan user siapa saja yang boleh Login ke Terminal server kita.


C. INSTALASI WINDOWS 2000 SERVER DAN REMOTE DEKSTOP
Ada cLient pasti ada servernya . Misalkan kita menggunakan Windows 2000 Server . Cara menginstallnya :
1.Setting booting pertama pada cdrom.
2.Masukkan cd install Windows 2000 Server.
3.Kemudian tekan enter untuk install Windows 2000 Server.
4.Setelah itu buat partisi sesuai keinginan anda.
5.kemudian format partisi anda dengan NTFS file system.
6.Tunggu sampai prosess format hardisk.
7.Setelah itu komputer akan reboot secara otomatis.
8.Setelah itu komputer akan menginstall device secara otomatis.
9.Ikuti prosedur instalasi Windows 2000 Server.
10.Setelah proses instalasi berhasil.
11.Masuk ke control panel untuk menginstal remote dekstop.
12.Klik add/remove program.
13.Lalu pilih add/remove windows components.
14.Kemudian centang Terminal Services dan Terminal Services Licensing, lalu klik
next.
15.Tunggu proses instalasi sampai selesai

Okeii kawand . Sekian cerita saya tentang install menginstall tentang cLient-server. Kalau ada lain waktu, saya lanjutkan kembali Okeii .



bAhAsA pEmOgRamAn 2

Pascal adalah bahasa pemrograman yang pertama kali di buat oleh Profesor Niklaus Wirth, seorang anggota International Federation of Information Processing (IFIP) pada tahun 1971. Dengan mengambil nama dari matematikawan Perancis, Blaise Pascal, yang pertama kali menciptakan mesin penghitung, Profesor Niklaus Wirth membuat bahasa Pascal ini sebagai alat bantu untuk mengajarkan konsep pemrograman komputer kepada mahasiswanya. Selain itu, Profesor Niklaus Wirth membuat Pascal juga untuk melengkapi kekurangan-kekurangan bahasa pemrograman yang ada pada saat itu.


Kelebihan dari bahasa pemrograman Pascal adalah:
* Tipe Data Standar, tipe-tipe data standar yang telah tersedia pada kebanyakan bahasa pemrograman. Pascal memiliki tipe data standar: boolean, integer, real, char, string,
* User defined Data Types, programmer dapat membuat tipe data lain yang diturunkan dari tipe data standar.
* Strongly-typed, programmer harus menentukan tipe data dari suatu variabel, dan variabel tersebut tidak dapat dipergunakan untuk menyimpan tipe data selain dari format yang ditentukan.
* Terstruktur, memiliki sintaks yang memungkinkan penulisan program dipecah menjadi fungsi-fungsi kecil (procedure dan function) yang dapat dipergunakan berulang-ulang.
* Sederhana dan Ekspresif, memiliki struktur yang sederhana dan sangat mendekati bahasa manusia (bahasa Inggris) sehingga mudah dipelajari dan dipahami.
Bahasa PASCAL juga merupakan bahasa yang digunakan sebagai standar bahasa pemrograman bagi tim nasional Olimpiade Komputer Indonesia (TOKI). Selain itu, Bahasa PASCAL masih digunakan dalam IOI (International Olympiad in Informatics).
Contoh program Hello World menggunakan bahasa pascal adalah sebagai berikut:
Program HelloWorld;
begin
writeln('Hello world');
end.

Delphi adalah sebuah bahasa pemrograman dan lingkungan pengembangan perangkat lunak. Produk ini dikembangkan oleh Borland (sebelumnya dikenal sebagai Inprise). Bahasa Delphi, yang sebelumnya dikenal sebagai object pascal (pascal dengan ekstensi pemrograman berorientasi objek (PBO/OOP)) pada mulanya ditujukan hanya untuk Microsoft Windows, namun saat ini telah mampu digunakan untuk mengembangkan aplikasi untuk Linux dan Microsoft .NET framework (lihat di bawah). Dengan menggunakan Free Pascal yang merupakan proyek opensource, bahasa ini dapat pula digunakan untuk membuat program yang berjalan di sistem operasi Mac OS X dan Windows CE
Pada tanggal 8 Februari 2006, Borland mengumumkan akan melepas seluruh jajaran produk pengembangan aplikasi komputernya termasuk di antaranya Delphi.
Perbedaan fitur yang utama antara Delphi, Kylix dengan IDE-IDE yang lain adalah keberadaan bahasanya (Bahasa pemrograman delphi), VCL/CLX (Visual Component Library), Penekanan konektifitas database yang sangat baik, dan banyaknya komponen-komponen pihak ketiga yang mendukungnya.

Aspek penting yang perlu dicatat tentang Bahasa pemrograman Delphi termasuk:

* Penanganan object sebagai reference/pointer secara transparan
* Properti sebagai bagian dari bahasa tersebut; benar, sebagai getter dan setter (atau accessor and mutator), yang secara transparan mengenkapsulasi akses pada field-field anggota dalam kelas tersebut.
* Property index dan Default yang menyediakan akses pada data kolektif
* Pendelegasian (type safe method pointer) yang digunakan untuk memproses event yang dipicu oleh component
* Pendelegasian implementasi interface pada Field ataupun property dari class.
* Implementasi penanganan windows message dengan cara membuat method dalam class dengan nomer/nama dari windows message yang akan dihandle.
* COM bersifat sebagai interface yang independen dengan implementasi class sebagai reference counted
* Kompilasi yang dapat menghasilkan kode yang berjalan secara native x86 ataupun managed code pada arsitektur framework .NET.


mOdEL JarIngAn cLienT-seRver

Dengan makin berkembangnya teknologi jaringan komputer, sekarang ini ada kecenderungan sebuah sistem yang menggunakan jaringan untuk saling berhubungan. Dalam jaringan tersebut, biasanya terdapat sebuah komputer yang disebut server, dan beberapa komputer yang disebut client. Server adalah komputer yang dapat memberikan service ke server, sedangkan client adalah komputer yang mengakses beberapa service yang ada di client. Ketika client membutuhkan suatu service yang ada di server, dia akan mengirim request kepada server lewat jaringan. Jika request tersebut dapat dilaksanakan, maka server akan mengirim balasan berupa service yang dibutuhkan untuk saling berhubungan menggunakan Socket.


Socket adalah sebuah endpoint untuk komunikasi didalam jaringan. Sepasang proses atau thread berkomunikasi dengan membangun sepasang socket, yang masing-masing proses memilikinya. Socket dibuat dengan menyambungkan dua buah alamat IP melalui port tertentu. Secara umum socket digunakan dalam client/server system, dimana sebuah server akan menunggu client pada port tertentu. Begitu ada client yang menghubungi server maka server akan menyetujui komunikasi dengan client melalui socket yang dibangun.
Sebagai contoh sebuah program web browser pada host x (IP 146.86.5.4) ingin berkomunikasi dengan web server (IP 152.118.25.15) yang sedang menunggu pada port 80. Host x akan menunjuk sebuah port. Dalam hal ini port yang digunakan ialah port 1655. Sehingga terjadi sebuah hubungan dengan sepasang socket (146.86.5.4:1655) dengan (152.118.25.15:80).
Ini adalah struktur dari jaringan client-server :

Client Server adalah komputer yang memanfaatkan layanan dari server. Sistem operasi jaringan Client Server memungkinkan untuk mensentralisasi fungsi dan aplikasi kepada satu atau dua dedicated file server. Sebuah File server menjadi jantung dari keseluruhan sistem, memungkinkan untuk mengakses sumber daya dan menyediakan keamanan. Linux, Novel Netware, dan Windows NT adalah contoh model sistem operasi jaringan Client Server .
Pada dasarnya Sistem operasi jaringan Client-Server memungkinkan jaringan untuk mensentralisasi fungsi dan aplikasi kepada satu aau dua dedicated file server. Sebuah file server menjadi jantung dari keseluruhan system, memungkinkan untuk mengakses sumber daya dan menyediakan keamanan.

Karakteristik Server
Pasif
Menunggu request
Menerima request, memproses mereka dan mengirimkan balasan berupa service

Karakteristik Client
Aktif
Mengirim request
Menunggu dan menerima balasan dari server

Keunggulan
*Kecepatan akses lebih tinggi karena penyediaan fasilitas jaringan dan pengelolaannya dilakukan secara khusus oleh satu komputer (server) yang tidak dibebani dengan tugas lain seperti sebagai workstation.
*Sistem keamanan dan administrasi jaringan lebih baik, karena terdapat sebuah komputer yang bertugas sebagai administrator jaringan, yang mengelola administrasi dan sistem keamanan jaringan.
*Sistem backup data lebih baik, karena pada jaringan client-server backup dilakukan terpusat di server, yang akan membackup seluruh data yang digunakan di dalam jaringan.
Server biasanya mempunyai kemampuan yang lebih besar dari pada client, karena ia harus melayani semua client yang ada dalam jaringan. Server berjalan pada system operasi jaringan khusus seperti: windows NT server, windows 2000 server, Novell Netware. Sistem operasi tersebut oleh pembuatnya didesain khusus untuk memfasilitasi sharing resources yang dimilikinya.
Client hanya berkomunikasi dengan server, tidak dengan client yang lain. Sistem client adalah komputer standar yang berjalan dengan system operasi windows 9x, windows Me, Windows 2000 professional dan Windows XP.

Kelemahan
*Biaya operasional relatif lebih mahal.
*Diperlukan adanya satu komputer khusus yang berkemampuan lebih untuk ditugaskan sebagai server.
Kelangsungan jaringan sangat tergantung pada server. Bila server mengalami gangguan maka secara keseluruhan jaringan akan terganggu.



SubnEttInG IP keLas C

Teman-teman tahu tidak apa yang dimaksud subnetting?? . Materi baru bagi yang belum pernah dengar . [hhehhe.he] . Saya akan sedikit menjelaskan tentang subneting tersebut . Dan di khususkan dengan alamat IP kelas C .
Sebenarnya subnetting disatu sisi ingin mempermudah pengelolaan, misalnya suatu kantor ingin membagi kerja menjadi 3 divisi dengan masing-masing divisi memiliki 15 komputer (host). Disisi lain juga untuk optimalisasi dan efisiensi kerja jaringan, karena jalur lalu lintas tidak terpusat di satu network besar, tapi terbagi ke beberapa ruas-ruas gang. Yang pertama analogi Jl Gatot Subroto dengan rumah disekitarnya dapat diterapkan untuk jaringan adalah seperti NETWORK ADDRESS (nama jalan) dan HOST ADDRESS (nomer rumah). Sedangkan Ketua RT diperankan oleh BROADCAST ADDRESS (192.168.1.255), yang bertugas mengirimkan message ke semua host yang ada di network tersebut.

Subnetmask digunakan untuk membaca bagaimana kita membagi jalan atau membagi network dan hostnya. Address mana saja yang berfungsi sebagai SUBNET, mana yang HOST dan mana yang BROADCAST. Semua itu bisa kita ketahui dari SUBNET MASKnya. SUBNET MASK DEFAULT, atau dengan kata lain bisa disebut juga bahwa Network tersebut tidak memiliki subnet (Jalan tanpa Gang). SUBNET MASK DEFAULT ini untuk masing-masing Class IP Address adalah sbb:
CLASS OKTET PERTAMA SUBNET MAS DEFAULT PRIVATE ADDRESS
A 1-127 255.0.0.0 10.0.0.0-10.255.255.255
B 128-191 255.255.0.0 172.16.0.0-172.31.255.255
C 192-223 255.255.255.0 192.168.0.0-192.168.255.255

Penulisan IP address umumnya adalah dengan 192.168.1.2. Namun adakalanya ditulis dengan 192.168.1.2/24, apa ini artinya? Artinya bahwa IP address 192.168.1.2 dengan subnet mask 255.255.255.0. Lho kok bisa seperti itu? Ya, /24 diambil dari penghitungan bahwa 24 bit subnet mask diselubung dengan binari 1. Atau dengan kata lain, subnet masknya adalah: 11111111.11111111.11111111.00000000 (255.255.255.0). Konsep ini yang disebut dengan CIDR (Classless Inter-Domain Routing) yang diperkenalkan pertama kali tahun 1992 oleh IEFT.
Ini catatan tentang subnet yang dpat digunakan .
Subnet Mask Nilai CIDR
255.128.0.0 /9
255.192.0.0 /10
255.224.0.0 /11
255.240.0.0 /12
255.248.0.0 /13
255.252.0.0 /14
255.254.0.0 /15
255.255.0.0 /16
255.255.128.0 /17
255.255.192.0 /18
255.255.224.0 /19
255.255.240.0 /20
255.255.248.0 /21
255.255.252.0 /22
255.255.254.0 /23
255.255.255.0 /24
255.255.255.128 /25
255.255.255.192 /26
255.255.255.224 /27
255.255.255.240 /28
255.255.255.248 /29
255.255.255.252 /30


Subnetting Pada Alamat Kelas C

Pada alamat kelas C, hanya tersedia 8 bit untuk mendefinisikan host. Subnet mask kelas C yang mungkin adalah sebagai berikut :

Binary;Desimal; Singkatan

10000000; 128; /25 (tidak valid)
11000000; 192; /26
11100000; 224; /27
11110000; 240; /28
11111000; 248; /29
11111100; 252; /30
11111110; 254; /31 (tidak valid)

Untuk contoh perhitungan subnetting, saya menggunakan 255.255.255.192

192 = 11000000

Pada bilangan binary diatas (11000000), bit 1 mewakili bit-bit subnet dan bit 0 mewakili bit-bit host yang tersedia pada setiap subnet. 192 memberikan 2 bit untuk subnetting dan 6 bit untuk mendefinisikan host pada masing-masing subnet.

Apa saja subnet-subnetnya? Karena bit-bit subnetnya tidak boleh semuanya off (bernilai 0 semua) atau on (bernilai 1 semua) pada saat yang bersamaan, maka ada 2 subnet mask yang valid.

01000000 = 64
10000000 = 128

Alamat dari host yang valid akan didefinisikan sebagai nomor-nomor diantara subnet-subnet tersebut, dikurangi dengan dua nomor; 1)nomor yang semua bit host bernilai 0 (off) dan, 2) nomor dengan bit host bernilai 1 (on).

Untuk menentukan host-host ini, pertama kita harus menentukan subnet dengan membuat semua bit host off, lalu membuat semua bit host on untuk mencari alamat broadcast untuk subnet tersebut. Host yang valid harus berada diantara kedua nomor atau alamat tersebut.

Subnet 64
01000000 = 64 (Network)
01000001 = 65 (Host pertama yang valid)
01111110 = 126 (Host terakhir yang valid)
01111111 = 127 (Broadcast)

Subnet 128
10000000 = 128 (Network)
10000001 = 129 (Host pertama yang valid)
10111110 = 191 (Host terakhir yang valid)
10111111 = 192 (Broadcast)

Mungkin kelihatan agak rumit yah, sekarang kita coba cara cepat dan gampang untuk menghitung subnet. Pada bagian ini penting sekali untuk menghafalkan hasil-hasil pemangkatan angka 2.
Berikut cara cepatnya :

*

Jumlah subnet : 2^x – 2 = jumlah subnet. X adalah jumlah bit 1 disubnet mask. Contoh disubnet mask 11000000, jumlah bit 1 ada 2, maka jumlah subnet 2^2 – 2 = 2 subnet.
*

Jumlah Host : 2^y – 2 = jumlah host persubnet. Y adalah jumlah bit dibagian host atau bit 0. Contoh disubnet mask 11000000, jumlah bit 0 ada 6, maka jumlah host persubnet adalah 2^6 – 2 = 62 host.
*

Subnet yang valid : 256 – subnet mask = ukuran blok atau bilangan dasar. Contoh, 256 – 192 = 64. Maka 64 adalah blok size dan subnet pertama adalah 64. Subnet berikutnya adalah bilangan dasar ditambah dirinya sendiri, atau 64 + 64 = 128 (sebnet kedua). Teruslah ditambah bilangan dasar pada dirinya sendiri mencapai nilai dari subnet mask, yang bukan merupakan subnet yang valid karena semua bit-nya adalah 1 (on).
*

Alamat broadcast untuk setiap subnet : Alamat broadcast adalah semua bit host dibuat menjadi 1, yang mana merupakan nomor yang berada tepat sebelum subnet berikutnya.
*

Host yang valid : Host yang valid adalah nomor diantara subnet-subnet dengan menghilangkan semua 0 dan semua 1.

Sampai disini gimana…? Masih belum paham…?
OK. Untuk memuaskan hasrat narsis Anda (hehehe), saya akan memberikan beberapa contoh soal.

Alamat network = 192.168.10.0; subnet mask = 255.255.255.240;

* Jumlah Subnet ? 240 = 11110000 dalam binary, 2^4 -2 = 14 subnet yang valid.
* Host ? bit host = 2^4 – 2 = 14 host yang valid.
*

Subnet yang valid ? 256 – 240 = 16; 16 + 16 = 32; 32 + 16 = 48; 48 + 16 = 64; 64 + 16 = 80; 80 + 16 = 96; 96 + 16 = 112; 112 + 16 = 128; 128 + 16 = 144; 144 + 16 = 160; 160 + 16 = 176; 176 + 16 = 192; 192 + 16 = 208; 208 + 16 = 224; 224 + 16 = 240; stop. Nah,,, subnet yang valid adalah 16, 32, 64, 80, 96, 112, 128, 144, 160, 176, 192, 208, 224. 240 tidak termasuk karena sudah merupakan subnet masknya kita.
*

Alamat broadcast tiap subnet ? Selalunya adalah nomor yang terletak sebelum subnet berikutnya.
* Host yang valid ? Nomor yang terletak antara subnet dan alamat broadcast.

Alamat network = 192.168.20.0; subnet mask = 255.255.248.0;

* Jumlah subnet ? 248 = 11111000 dalam binary, 2^5 – 2 = 30 subnet.
* Host yang valid ? 2^3 – 2 = 6 host.
*

Subnet yang valid ? 256 – 248 = 8; 8 + 8 = 16; 16 + 8 = 24; dan seterusnya dimana hasilnya ditambahkan dengan dirinya sendiri dan berhenti sampai 248. Itulah subnet yang valid.
*

Alamat broadcast ? Pasti nomor yang terletak sebelum subnet berikut.
* Host yang valid ? Nomor yang terletak antara subnet dan alamat broadcast.

Alamat node = 192.168.10.33; subnet mask = 255.255.255.224;

Untuk mengerjakan soal seperti ini sangatlah gampang. Pertama, tentukan subnet dan alamat broadcast dari alamat-alamat IP diatas. Kita dapat melakukannya dengan menjawab pertanyaan nomor 3 dari kelima pertanyaan besar tadi (subnet manakah yang valid?). 256 – 224 = 32; 32 + 32 = 64. Nah… alamat node 192.168.10.33 berada diantara dua subnet dan pasti merupakan bagian dari subnet 192.168.10.32. Subnet berikutnya yaitu 64, jadi alamat broadcast yaitu 63 (ingat… bahwa alamat broadcast dari sebuah subnet selalu nomor yang berada tepat sebelum subnet berikutnya). Range host yang valid adalah 33 – 62.
Subnetting Alamat IP kelas C
Tabel berikut berisi subnetting yang dapat dilakukan pada alamat IP dengan network identifier kelas C.
Jumlah subnet Jumlah subnet bit Subnet mask
(segmen jaringan) (notasi desimal bertitik) Jumlah host tiap subnet

1-2 1 255.255.255.128 atau /25 126
3-4 2 255.255.255.192 atau /26 62
5-8 3 255.255.255.224 atau /27 30
9-16 4 255.255.255.240 atau /28 14
17-32 5 255.255.255.248 atau /29 6
33-64 6 255.255.255.252 atau /30 2



OSI .

Apa sich OSI itu?! pasti bagi kalangan pemula di bidang jaringan agak sedikit bingung . di bawah ini saya akan sedikit jelaskan tentang si "OSI" tersebut . semoga bermanfaat bagi kLiand semua .

Model referensi jaringan terbuka OSI atau OSI Reference Model for open networking adalah sebuah model arsitektural jaringan yang dikembangkan oleh badan International Organization for Standardization (ISO) di Eropa pada tahun 1977. OSI sendiri merupakan singkatan dari Open System Interconnection. Model ini disebut juga dengan model "Model tujuh lapis OSI" (OSI seven layer model).



Sebelum munculnya model referensi OSI, sistem jaringan komputer sangat tergantung kepada pemasok (vendor). OSI berupaya membentuk standar umum jaringan komputer untuk menunjang interoperatibilitas antar pemasok yang berbeda. Dalam suatu jaringan yang besar biasanya terdapat banyak protokol jaringan yang berbeda. Tidak adanya suatu protokol yang sama, membuat banyak perangkat tidak bisa saling berkomunikasi.

Model referensi ini pada awalnnya ditujukan sebagai basis untuk mengembangkan protokol-protokol jaringan, meski pada kenyataannya inisatif ini mengalami kegagalan. Kegagalan itu disebabkan oleh beberapa faktor berikut:

* Standar model referensi ini, jika dibandingkan dengan model referensi DARPA (Model Internet) yang dikembangkan oleh Internet Engineering Task Force (IETF), sangat berdekatan. Model DARPA adalah model basis protokol TCP/IP yang populer digunakan.
* Model referensi ini dianggap sangat kompleks. Beberapa fungsi (seperti halnya metode komunikasi connectionless) dianggap kurang bagus, sementara fungsi lainnya (seperti flow control dan koreksi kesalahan) diulang-ulang pada beberapa lapisan.
* Pertumbuhan Internet dan protokol TCP/IP (sebuah protokol jaringan dunia nyata) membuat OSI Reference Model menjadi kurang diminati.

Pemerintah Amerika Serikat mencoba untuk mendukung protokol OSI Reference Model dalam solusi jaringan pemerintah pada tahun 1980-an, dengan mengimplementasikan beberapa standar yang disebut dengan Government Open Systems Interconnection Profile (GOSIP). Meski demikian. usaha ini akhirnya ditinggalkan pada tahun 1995, dan implementasi jaringan yang menggunakan OSI Reference model jarang dijumpai di luar Eropa.

OSI Reference Model pun akhirnya dilihat sebagai sebuah model ideal dari koneksi logis yang harus terjadi agar komunikasi data dalam jaringan dapat berlangsung. Beberapa protokol yang digunakan dalam dunia nyata, semacam TCP/IP, DECnet dan IBM Systems Network Architecture (SNA) memetakan tumpukan protokol (protocol stack) mereka ke OSI Reference Model. OSI Reference Model pun digunakan sebagai titik awal untuk mempelajari bagaimana beberapa protokol jaringan di dalam sebuah kumpulan protokol dapat berfungsi dan berinteraksi.


Peralatan Jaringan Komputer (LAN Device)

Peralatan yang terhubung langsung ke segmen jaringan disebut sebagai sebuah device. Device-device ini dipecah menjadi dua klasifikasi. Klasifikasi pertama adalah end-user device (device untuk pengguna akhir). End-user devices mencakup komputer, printer, scanner dan device lain yang menyediakan service langsung
ke user. Klasifikasi kedua adalah network device. Network devices mencakup semua device yang menghubungkan end-user device bersamaan untuk memungkinkan mereka berkomunikasi. End-user device yang menyediakan user-user dengan suatu koneksi ke jaringan disebut juga sebagai host. Device-device ini memungkinkan
para user untuk berbagi, membuat dan menyediakan informasi. Device host dapat eksis tanpa suatu jaringan, titapi tanpa jaringan kemampuan host akan sangat berkurang. Network Interface Card (NICs) digunakan secara fisik menghubungkan device host ke media jaringan. Mereka menggunakan koneksi ini untuk mengirimkan
e-mail, cetak laporan, scan gambar atau akses database.


NOC berbentuk circuit board yang diletakkan di slot expantion pada bus motherboard komputer. NIC kadang-kadang disebut juga network adapters. Laptop atau komputer notebook biasanya berbentuk PCMCIA card. Setiap NIC diindentifikasi dengan kode yang unik yang disebut Media Access Control (MAC) address.
Network Interface Card (NIC)
Berdasarkan tipe bus, ada beberapa tipe network interface card (nic) atau network card, yaitu ISA dan PCI. Saat ini terdapat jenis network card yang banyak digunakan, yaitu PCI :


Tidak ada standarisasi simbol untuk end-user device dalam industri jaringan komputer. Simbolnya biasanya berbentuk mirip dengan aslinya sehingga mudah dikenali. Network device digunakan untuk menambak koneksi kabel, konsentrasi koneksi, meng-konvert format data dan mengatur transfer data. Contohnya adalah repeater, hub, bridge, switch, dan router.


Sebuah repeater adalah suatu network device yang digunakan untuk memperkuat signal. Sebuah repeater dapat mengenarate signal analog atau digital yang telah mengalami distorsi karena adanya attenuation (pelemahan signal). Sebuah repeater tidak mempunyai kemampuan untuk meneruskan paket data seperti sebuah router.
•Pada OSI, bekerja pada lapisan Physical
•Meneruskan dan memperkuat sinyal
•Banyak digunakan pada topologi Bus
•Penggunaannya mudah dan Harga yang relatif murah
•Tidak memiliki pengetahuan tentang alamat tujuan sehingga penyampaian
data secara broadcast
•Hanya memiliki satu domain collision sehingga bila salah satu port sibuk
maka port-port yang lain harus menunggu.
Hub berfungsi untuk mengkonsentrasikan koneksi. Kata lainnya, hub menghubungkan satu group host dan membolehkan jaringan melihat group host tadi sebagai satu unit. Hal ini dilakukan secara pasif, tanpa efek lain dari transmisi data. Aktif hub mengkonsentrasikan host dan juga mengenerate signal.
•Bekerja pada lapisan Physical
•Meneruskan sinyal
•Tidak memiliki pengetahuan tentang alamat tujuan
•Penggunaannya relatif mudah dan harga yang terjangkau
•Hanya memiliki satu buah domain collision
Bridge mengconvert format data dan melakukan dasar manajemen transmisi data. Bridge menyediakan koneksi antara LAN. Bridge juga menentukan dan mencek data apakah bisa di dilewatkan atau tidak. Hal ini menyebabkan setiap jaringan jadi lebih efisien.
•Bekerja di lapisan Data Link
•Telah menggunakan alamat-alamat untuk meneruskan data ke tujuannya
•Secara otomatis membuat tabel penterjemah untuk diterima masing2 port


Workgroup switch menambah lebih kemampuan dalam manajemen transfer data. Jenis switch ini dapat menentukan apakah data harus tetap di suatu LAN atau transfer data hanya ke host yang membutuh-kannya. Satu lagi perbedaan antara bridge dangan swicth adalah bahwa swicth tidak meng-konfert format transmisi data.
•Bekerja di lapisan Data Link
•Setiap port didalam swith memiliki domain collision sendiri-sendiri
•Memiliki tabel penterjemah pusat yang memiliki daftar penterjemah untuk
semua port
•Memungkinkan transmisi secara full duflex (dua arah)


Router
•Router berfungsi menyaring atau memfilter lalu lintas data
•Menentukan dan memilih jalur alternatif yang akan dilalui oleh data
•Menghubungkan antar jaringan LAN, bahkan dengan WAN




Topologi jaringan



Topologi jaringan adalah, hal yang menjelaskan hubungan geometris antara unsur-unsur dasar penyusun jaringan, yaitu node, link, dan station. Topologi jaringan dapat dibagi menjadi 5 kategori utama seperti di bawah ini.

* Topologi bintang
* Topologi cincin
* Topologi bus
* Topologi mesh
* Topologi tree/hierarkis

*Topologi bintang
Topologi bintang merupakan bentuk topologi jaringan yang berupa konvergensi dari node tengah ke setiap node atau pengguna. Topologi jaringan bintang termasuk topologi jaringan dengan biaya menengah.
=>media koneksi yang digunakan adalah kabel UTP atau 10/100/1000Base-T
Bentuk jaringan Star menyerupai bintang dgn pusatnya adalah suatu hub atau switch


Kelebihan
* Kerusakan pada satu saluran hanya akan mempengaruhi jaringan pada saluran tersebut dan station yang terpaut.
* Tingkat keamanan termasuk tinggi.
* Tahan terhadap lalu lintas jaringan yang sibuk.
* Penambahan dan pengurangan station dapat dilakukan dengan mudah.

Kekurangan
* Jika node tengah mengalami kerusakan, maka seluruh jaringan akan terhenti.

Penanganan
* Perlunya disiapkan node tengah cadangan.

*Topologi Cincin
Topologi cincin adalah topologi jaringan dimana setiap titik terkoneksi ke dua titik lainnya, membentuk jalur melingkar membentuk cincin. Pada topologi cincin, komunikasi data dapat terganggu jika satu titik mengalami gangguan. Jaringan FDDI mengantisipasi kelemahan ini dengan mengirim data searah jarum jam dan berlawanan dengan arah jarum jam secara bersamaan.
=> media koneksi yang digunakan adalah kabel UTP cat 3 atau TokenRing
Bentuk jaringan Ring secara fisik menyerupai Star dgn pusatnya adalah suatu perangkat yg bekerja secara Ring (informasi diputar dlm lingkaran sampai ditemukan tujuannya)


Kelebihan:
- hemat kabel
- tidak perlu penanganan bundel kabel khusus’
- dapat melayani lalu lintas data yang padat
- paling fleksibel karena pemasangan kabel mudah
- penambahan atau pengurangan terminal sangat mudah dan tidak mengganggu bagian jaringan yang lain
- kontrol terpusat sehingga memudahkan dalam deteksi dan isolasi kesalahan serta memudahkan pengelolaan jaringan
Kelemahan:
- peka kesalahan
- pengembangan jaringan lebih kaku
- lambat
- kerusakan pada media pengirim/ terminal dapat melumpuhkan kerja seluruh jaringan
- boros kabel
- kontrol terpusat (HUB) jadi elemen kritis
- perlu penanganan khusus bundel kabel

*Topologi BUS
Pada topologi Bus, kedua unjung jaringan harus diakhiri dengan sebuah terminator. Barel connector dapat digunakan untuk memperluasnya. Jaringan hanya terdiri dari satu saluran kabel yang menggunakan kabel BNC. Komputer yang ingin terhubung ke jaringan dapat mengkaitkan dirinya dengan mentap Ethernetnya sepanjang kabel. Linear Bus: Layout ini termasuk layout yang umum. Satu kabel utama menghubungkan tiap simpul, ke saluran tunggal komputer yang mengaksesnya ujung dengan ujung. Masing-masing simpul dihubungkan ke dua simpul lainnya, kecuali mesin di salah satu ujung kabel, yang masing-masing hanya terhubung ke satu simpul lainnya. Topologi ini seringkali dijumpai pada sistem client/server, dimana salah satu mesin pada jaringan tersebut difungsikan sebagai File Server, yang berarti bahwa mesin tersebut dikhususkan hanya untuk pendistribusian data dan biasanya tidak digunakan untuk pemrosesan informasi. Instalasi jaringan Bus sangat sederhana, murah dan maksimal terdiri atas 5-7 komputer. Kesulitan yang sering dihadapi adalah kemungkinan terjadinya tabrakan data karena mekanisme jaringan relatif sederhana dan jika salah satu node putus maka akan mengganggu kinerja dan trafik seluruh jaringan. Keunggulan topologi Bus adalah pengembangan jaringan atau penambahan workstation baru dapat dilakukan dengan mudah tanpa mengganggu workstation lain. Kelemahan dari topologi ini adalah bila terdapat gangguan di sepanjang kabel pusat maka keseluruhan jaringan akan mengalami gangguan. Topologi linear bus merupakan topologi yang banyak dipergunakan pada masa penggunaan kabel Coaxial menjamur. Dengan menggunakan T-Connector (dengan terminator 50ohm pada ujung network), maka komputer atau perangkat jaringan lainnya bisa dengan mudah dihubungkan satu sama lain. Kesulitan utama dari penggunaan kabel coaxial adalah sulit untuk mengukur apakah kabel coaxial yang dipergunakan benar-benar matching atau tidak. Karena kalau tidak sungguh-sungguh diukur secara benar akan merusak NIC (network interface card) yang dipergunakan dan kinerja jaringan menjadi terhambat, tidak mencapai kemampuan maksimalnya. Topologi ini juga sering digunakan pada jaringan dengan basis fiber optic (yang kemudian digabungkan dengan topologi star untuk menghubungkan dengan client atau node).
=>media koneksi yang digunakan adalah kabel CoAX (RG58) atau 10Base-2
Bentuk jaringan Bus menyerupai jalan yg memiliki banyak pemberhentian (bus stop)
Kelebihan:
- hemat kabel
- mudah dikembangkan
- tidak membutuhkan kendali pusat
- layout kabel sederhana
- penambahan dan pengurangan terminal dapat dilakukan tanpa mengganggu operasi yang berjalan.
Kelemahan:
- deteksi dan isolasi kesalahan sangat kecil
- kepadatan lalu lintas tinggi
- keamanan data kurang terjamin
- kecepatan akan menurun bila jumlah user (pemakai) bertambah
- diperlukan repeater untuk jarak jauh

Selain ketiga topologi dasar di atas juga terdapat topologi lainnya yang merupakan hasil pengembangan dari ketiga topologi tersebut. Topologi yang lainnya tersebut, antara lain:
1. tree/ hierarkis –merupakan hasil dari gabungan topologi bus dan star yang bentuknya seperti pohon bercabang. Walau bagaimanapun, daripada menghubungkan hub atau swicth bersamaan, sistem dihubungkan ke
komputer yang mengkontrol trafik pada topologi.
2. mesh –merupakan hasil dari gabungan topologi bus, star, dan ring. Topologi mesh (berantakan) diimplementasikan untuk menyedia-kan sebanyak mungkin perlindungan dari interupsi pengiriman data. sebagai contoh, pembangkit tenaga nuklir mungkin mengguna-kan topologi mesh ini. Topologi yang benar-benar dalam suatu sistem kendali (controling). Sebagaiamana dapat dilihat dari gambar dibawah ini, setiap host mempunyai koneksi sendiri ke semua host. Meskipun Internet mempunyai beberapa jalur ke semua lokasi, tetapi tidak mengadopsi topologi ini secara penuh.






Arsitektur komputer 2

Set Instruksi (bahasa Inggris: Instruction Set, atau Instruction Set Architecture (ISA)) didefinisikan sebagai suatu aspek dalam arsitektur komputer yang dapat dilihat oleh para pemrogram. Secara umum, ISA ini mencakup jenis data yang didukung, jenis instruksi yang dipakai, jenis register, mode pengalamatan, arsitektur memori, penanganan interupsi, eksepsi, dan operasi I/O eksternalnya (jika ada).

ISA merupakan sebuah spesifikasi dari kumpulan semua kode-kode biner (opcode) yang diimplementasikan dalam bentuk aslinya (native form) dalam sebuah desain prosesor tertentu. Kumpulan opcode tersebut, umumnya disebut sebagai bahasa mesin (machine language) untuk ISA yang bersangkutan. ISA yang populer digunakan adalah set instruksi untuk chip Intel x86, IA-64, IBM PowerPC, Motorola 68000, Sun SPARC, DEC Alpha, dan lain-lain.


ISA kadang-kadang digunakan untuk membedakan kumpulan karakteristik yang disebut di atas dengan mikroarsitektur prosesor, yang merupakan kumpulan teknik desain prosesor untuk mengimplementasikan set instruksi (mencakup [[microcode]], [[pipeline]], sistem cache, manajemen daya, dan lainnya). Komputer-komputer dengan mikroarsitektur berbeda dapat saling berbagi set instruksi yang sama. Sebagai contoh, prosesor Intel Pentium dan prosesor AMD Athlon mengimplementasikan versi yang hampir identik dari set instruksi Intel x86, tetapi jika ditinjau dari desain internalnya, perbedaannya sangat radikal. Konsep ini dapat diperluas untuk ISA-ISA yang unik seperti TIMI yang terdapat dalam IBM System/38 dan IBM IAS/400. TIMI merupakan sebuah ISA yang diimplementasikan sebagai perangkat lunak level rendah yang berfungsi sebagai mesin virtual. TIMI didesain untuk meningkatkan masa hidup sebuah platform dan aplikasi yang ditulis untuknya, sehingga mengizinkan platform tersebut agar dapat dipindahkan ke perangkat keras yang sama sekali berbeda tanpa harus memodifikasi perangkat lunak (kecuali yang berkaitan dengan TIMI). Hal ini membuat IBM dapat memindahkan platform AS/400 dari arsitektur mikroprosesor CISC ke arsitektur mikroprosesor POWER tanpa harus menulis ulang bagian-bagian dari dalam sistem operasi atau perangkat lunak yang diasosiasikan dengannya.

Ketika mendesain mikroarsitektur, para desainer menggunakan Register Transfer Language (RTL) untuk mendefinisikan operasi dari setiap instruksi yang terdapat dalam ISA.

Sebuah ISA juga dapat diemulasikan dalam bentuk perangkat lunak oleh sebuah interpreter. Karena terjadi translasi tambahan yang dibutuhkan untuk melakukan emulasi, hal ini memang menjadikannya lebih lambat jika dibandingkan dengan menjalankan program secara langsung di atas perangkat keras yang mengimplementasikan ISA tersebut. Akhir-akhir ini, banyak vendor ISA atau mikroarsitektur yang baru membuat perangkat lunak emulator yang dapat digunakan oleh para pengembang perangkat lunak sebelum implementasi dalam bentuk perangkat keras dirilis oleh vendor.