Sabtu, 10 Mei 2008

FUNGSI MOTHERBOARD




Kebanyakan motherboard mempunyai fungsi-fungsi khusus yang tidak diketahui atau dilupakan pemiliknya. Padahal fungsi-fungsi sangat menarik digunakan. Berikut beberapa fungsi-fungsi yang dimaksudkan.

irDA bus: kebanyakan motherboard di pasaran mempunyai konektor di main board untuk bus IrDA (Infrared Developers Association) yang memungkinkan konek si nirkabel (wireless) antara PC dan pe ripheral yang dilengkapi sensor infra merah (infrared), beberapa diantaranya printer dan notebook. Untuk meman faatkan bus ini, Anda harus memasang adaptor di konektor IrDA yang ada di motherboard yang sayangnya tidak disertakan bersama motherboard.

Port USB tombahan: motherboard ATX biasanya dilengkapi 2 port USB di bagian belakang. Beberapa motherboard mempunyai lebih banyak USB, tapi posisinya tidak di belakang. Tepatnya di bagian tengah mother­board. Untuk meng gunakan port tambahan ini, kita perlu memasang adaptor yang mengubah format plug yang dipakai motherboard menjadi format standar USB plug, hingga memungkinkan kita memasang peripheral USB di port tambahan tadi. Umumnya moth­erboard tidak dibekali adaptor ini.

Suspend to RAM (STR): kita dapat mengonfigurasi PC sedemikian hingga dapat menyimpan informasi semua kom ponen ke RAM dan mematikan semua komponen kecualt RAM. Alhasil mother board akan menghidupkan RAM saja, se mentara semua komponen lainnya dima tikan. Pada kondisi ini, konsumsi power oleh PC hanya 5W.

Keuntungannya jelas. Ketika dinya lakan, PC akan berada di kondisi sama ketika dimatikan, menampilkan program dan dokumen yang sama yang dibuka sebelumnya. Kita bahkan dapat mem program PC agar menjalankan beberapa task saat PC tengah “tidur (s/eeping)”, seperti mendownload e-mail








(PC hidup, menjalankan task yang dijadwalkan dan kembali tidur). Beberapa mother­board mempunyai ko nektor STR yang memungkinkan insta lasi LED. Lampu LED akan menyala ke tika PC pada mode STR dan padam ketika PC mati.
Up On IAN (WOl): fasilitas ini memungkinkan komputer dinyalakan melalui LAN (local area network). Fasi litas ini memungkinkan administrator menghidupkan PC secara remote lewat |aringan, melakukan perbaikan dan mematikan kembali setelah sele-sai. Perbaikan ini bahkan diotomasi hingga memudahkan pekerjaan administrator. Tanpa fasilitas ini, administrator harus menghidupkan dan mematikan klien/server secara manual. Untuk menja lankan fasilitas ini, network board harus mensupport fasilitas ini, sebagaimana motherboard biasanya. Network board dan motherboard harus dihubungkan via 3 kabel kecil yang dihubungkan ke motherboard menggunakan konektor bernama WOL
‘Wake Up On Ring (WOR): seperti halnya WOL, fasilitas ini memungkinkan komputer dihidupkan dan dimatikan secara remote melalui jalur telepon. Karena itu, kita dapat menghidupkan, mengakses, dan mematikan komputer yang jaraknya berkilo-kilo. Untuk men jalankan layanan, baik modem board dan motherboard harus mensupport WOL dan modem harus terhubung ke mother board melalui sepasang kabel.

Mainboard biasanya ada konektor bertuliskan Wake Up On Ring atau seru pa itu. Disamping itu, modem harus ter hubung ke kabel telepon dan diprogram untuk menerima koneksi. Kita harus juga memasang software yang memung kinkan komputer melakukan akses ke luar — seperti Windows 98 Dial Up Server — sedemikian hingga kita dapat men­gakses komputer lain secara remo te (tepatnya, akses ini dilakukan mema kai login dan password).
[ repro : komputek/Roely ]
2.Gambar tersebut merupakan VGA card dan kegunaanya yaitu ntuk memproses segala yang berhubungan dengan grafis atau tampilan. Komponen ini juga menghubungkan antara komputer kita dengan monitor sehingga sinyal komputer dapat di atur

0 komentar: